Site icon nuga.co

Harga Emas Dunia Menggelepar, Jatuh

Isu baru yang disulut seorang pejabat The Fed, Rabu, 14 September 2016 tentang kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat itu menaikkan suku bunga menyebabkan emas hlobal menggelepar dan jatuh pada penutupan perdagangan pertengahan pekan ini.

Harga emas ditutup melemah pada perdagangan Rabu pagi WIB setelah sebelumnya bergerak di dua arah.

Ketidakpastian kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve  menjadi pendorong utama pelemahan harga emas.

Mengutip Wall Street Journal,  harga emas untuk pengiriman Desember ditutup turun tipis di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Menurut Bill O’Neill, broker di LOGIC Advisors, investor jangka pendek mulai membeli logam mulia ini sesaat setelah terjadi penurunan harga emas.

Namun beberapa investor jangka panjang masih gugup untuk menempatkan posisi.

“Tidak ada yang cukup menarik pada perdagangan hari ini. Ada beberapa yang melakukan aksi jual, ada juga yang melakukan aksi beli,” jelas dia.

Harga emas telah tertekan dalam sepekan terakhir karena berbagai komentar dari pejabat Bank Sentral AS yang memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Beberapa pejabat The Fed cukup yakin bahwa bunga acuan bakal naik segera. Keyakinan tersebut mendorong pelemahan harga emas.

Namun keyakinan tersebut masih diperdebatkan karena ada juga beberapa pejabat Bank Sentral AS yang merasa data-data ekonomi yang ada belum mendukung kenaikan suku bunga.

Dalam jadwal, The Fed akan mengatakan pertemuan pada 20 September nanti. Jelang pertemuan tersebut, harga emas akan masih terus terombang-ambing

Emas terus tertekan ke dalam kisaran terendah baru-baru ini, meskipun pasar melihat bahwa the Fed berpotensi tidak akan mengumumkan kenaikan suku bunga pada minggu depan.

The Fed diperkirakan akan terus tetap melakukan kebijakan moneter sebelumnya karena data yang masuk baru-baru ini dilaporkan tidak mendukung kebijakan pengetatan.

“Kebijakan the Fed pada saat ini seharusnya tidak akan mengejutkan pasar,” menurut mantan Gubernur Fed Kevin Warsh. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada bulan September

Presiden Fed Dallas, Robert Kaplan mengatakan, “pasar harus sedikit bersabar, karena saya tidak berpikir ekonomi sedang menghangat.”

Secara historis, investor di AS, Jepang, Jerman, dan Inggris telah menjadi driver utama perdagangan global.

Desember tahun lalu, The Fed telah menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade dan saat ini pasar percaya bahwa the Fed akan enggan untuk membuat kesalahan lagi.

Sementara ini, warga AS mungkin sedang tidak membutuhkan emas seperti tahun-tahun terakhir.

Permintaan untuk logam emas tidak pernah lebih tinggi di China dan India dengan arti bahwa rally besar kemungkinan akan terjadi pada akhir tahun ini.

Tentu saja, Anda tidak dapat mengubah uang tunai menjadi emas jika tidak memiliki uang tunai.

Terlebih lagi, harga emas di rupee India dan renminbi Cina telah benar-benar terus diambil, sehingga emas lebih mahal untuk konsumen India dan Cina daripada pembeli Amerika.

Di paqsar lokal, emas yang dijual  PT Aneka Tambang Tbk  atau Antam, turun Rp 1.000 menjadi Rp 603 ribu per gram pada perdagangan Rabu  pagi WIB

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas Antam berada di angka Rp 604 ribu per gram.

Sementara untuk harga pembelian kembali atau buyback juga turun Rp 1.000 menjadi Rp 550 ribu per gram.

Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas maka Antam akan membelinya di harga Rp 550 ribu per gram. Adapun harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Exit mobile version