Site icon nuga.co

Harga Emas Antam Gonjang Ganjing

Gonjang ganjing harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, lewat unit Logam Mulia, selama empat hari terakhir menimbulkan keraguan baru bagi investor apakah era emas mahal bisa bertahan sepanjang tahun ini.

Selama empat hari terakhir harga emas Antam mengalami naik turun. Kemarin, Rabu. 28 Januari 2015, harga emas yang dijual Logam Mulia naik Rp 4.000 per gram dan bertengger pada angka Rp 560.000 per gram.

Hari ini, Kamis, 29 Januari 2015, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk turun lagi sebesar Rp 2.000 per gram dan berada di angka Rp 558.000 per gram.

Harga pembelian kembali atau “buyback” juga ikut terkoreksi. dari Rp 497.000 per gram menjadi Rp 495.000 per gram.

Berikut daftar harga emas yang dirilis Antam hari ini. Untuk ukuran 500 gram dijual Rp 259.300.000, 250 gram Rp 129.750.000, 100 gram Rp 51.950.000, 50 gram Rp 26.000.000, 25 gram Rp 13.025.000 dan 10 gram Rp 5.240.000.

Untuk pecahan yang lebih kecil, 5 gram Rp 2.645.000, 4 gram Rp 2.116.000, 3 gram Rp 1.596.000, 2,5 gram Rp 1.335.000, 2 gram Rp 1.076.000 dan 1 gram Rp 558.000

Di pasar global, harga emas kembali bergerak ke level yang lebih rendah dengan perdagangan yang relatif tenang menjelang pernyataan kebijakan Fed.

Logam emas tetap berada di dekat harga tertinggi lima bulan yang tersentuh pada pekan lalu.

Harga emas turun tipis dikisaran USD1.280 per ounce. Harga emas turun setelah pernyataan the Federal Reserve terkait keputusan suku bunga yang membuat dolar menguat.

Seperti dikutip “nuga” dari “Reuters,” Kamis pagi, harga spot emas turun tipis atau datar ke level USD1.284,91 per ounce. Sementara itu, emas untuk pengiriman Februari juga di level USD1.284,70 per ounce.

The Fed dijadwalkan akan mengeluarkan laporan dua hari setelah rapat. The Federal Open Market Committee tersebut diadakan pada Senin waktu setempat atau Selasa pagi WIB..

Sebagian besar analis memperkirakan hasil rapat tersebut tidak akan berbeda jauh dengan rapat sebelumnya yaitu The Fed belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini.

Sedangkan, sentimen lainnya berasal dari China yang berencana memangkas target pertumbuhan menjadi sekira tujuh persen di tahun ini. Pemangkasan dilakukan guna menciptakan lapangan kerja untuk emndorong perekonomian.

Resiko pertumbuhan ekonomi yang terasa dan tekanan deflasi telah mengakibatkan penurunan langkah kebijakan moneter lanjutan dari sejumlah bank sentral dalam beberapa pekan terakhir.

Pada hari Rabu emas memperpanjang kerugian setelah Federal Reserve mengatakan untuk “bersabar” berkaitan dengan kenaikan suku bunga.

FOMC mengatakan ekonomi AS sedang berada di trek meskipun gejolak terjadi di pasar lain di seluruh dunia.

The Fed secara umum menunjukkan agar pasar sabar menunggu sehubungan dengan kenaikan suku bunga, jika risiko masih bertahan maka kenaikan suku bunga pada tahun ini mungkin akan terlaksana.

Investor akan melihat bahasa pernyataan yang sangat erat dengan petunjuk kebijakan selanjutnya. Walaupun demikian, The Fed pasti akan semakin terganggu dengan penguatan dolar baru-baru ini.

Pada satu momen tertentu, the Fed kemungkinan akan mengeluarkan kebijakan terbaru dikarenakan dollar yang terus bergerah pergerakan rally.

Di sisi lain, The Fed menyadari ancaman ekonomi dari Eropa. Uni Eropa akan memerlukan mata uang euro untuk melemah lebih lanjut ketika Fed membutuhkan dolar untuk melemah, sehingga mereka dapat menghitung waktu untuk mengeluarkan kebijakan hingga situasi ekonomi Eropa stabil.

Pasar telah menyatakan bahwa kenaikan suku bunga pada tahun ini akan menghasilkan kebijakan moneter yang sangat berbeda. Banyak investor menilai bahwa kenaikan suku bunga pada bulan Juni akan menjadi “bencana” dan the Fed kemungkinan akan terus menjaga kebijakan sebelumnya pada tahun 2015.

Exit mobile version