Site icon nuga.co

Harga Emas Kini Ada di Level Tertingginya

Harga emas menguat pada perdagangan hari ini, Sabtu, setelah pembunuhan seorang jenderal penting Iran oleh Amerika Serikat memicu kekhawatiran konflik yang lebih luas yang dapat mengganggu produksi energi dan menurunkan ekonomi global.

Seperti di tulis laman keuangan “bloomberg,”  harga emas naik satu setengah persen menjadi seribu lima ratus lima puluh satu dollar per ounce, mendekati capaian tertinggi dalam  enam tahun terakhir yang dicapai pada September.

Benchmark imbal hasil Treasury sepuluh tahun, yang bergerak terbalik dengan harga obligasi, jatuh lebih dari delapan basis poin menjadi sekitar  satu koma tujuh sembilan9 persen, penurunan terbesar dalam satu bulan.

Indeks dolar AS muncul nol koma dua persen, sementara yen Jepang mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhit  melawan greenback.

Investor berbondong-bondong berinvestasi ke aset yang aman setelah serangan udara AS yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump membunuh jenderal top Iran, Qasem Soleimani, di Baghdad.

Soleimani telah menjadi tokoh kunci dalam politik Iran, dan kematiannya telah menimbulkan kekhawatiran atas kemungkinan pembalasan dari pasukan Iran.

Menteri luar negeri Iran menyatakan bahwa AS bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari serangan ini. Sementara Kantor Berita Fars melaporkan bahwa badan keamanan Iran akan bertemu untuk membahas tanggapan Teheran.

“Tidak mungkin untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya,” kata Chris Rupkey, Kepala Ekonom Keuangan di MUFG, dalam sebuah catatannya.

“Pasar bahkan tidak tahu apa yang mereka tunggu untuk memberi tanda pada sirine yang aman,” lanjut dia.

Di sisi lain, ekuitas berisiko dijual pada hari Jumat dengan Dow Jones Industrial Average turun sebanyak tiga ratus poin.

Sehari sebelumnya,  seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,”  mengalami kenaikan karena didorong keraguan seputar gerak Wall Street

Selain itu  harga platinum juga  naik  karena  dipicu peningkatan permintaan.

Harga emas di pasar spot naik lebih dari setengah persen atau pasnya nol koma enam  persen menjadi pada posisi seribu lima ratus dua puluh lima dollar  per ounce.  Kenaikan ini terjadi usai mencatat posisi tertingginya  dalam tiga bulan

Adapun harga emas berjangka AS menetap nol koma tiga  persen lebih tinggi menjadi seribu lima ratis dua puluh delapan dollar  per ons.

“Investor kembali dari liburan dan mereposisi portofolio mereka,” kata Jeffrey Christian, Pengelola Grup CPM, mengutip reli ekuitas sebagai alasan utama diversifikasi.

“Fakta bahwa pasar saham berada pada rekor tertinggi terus memperkuat emas dan perak. Ada kegugupan tentang mengapa pasar saham setinggi mereka, mengingat lingkungan ekonomi dan politik,” dia menambahka.

Adapun pasar saham AS memulai tahun baru dengan mencapai rekor sebagai stimulus baru dari Beijing untuk menopang perekonomiannya yang melambat dan kenaikan permintaan.

Harga emas lebih lanjut didorong ketidakpastian seputar negosiasi perdagangan AS-Tiongkok. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa “fase satu” dari kesepakatan akan ditandatangani pada 15 Januari, meskipun tetap ada pertanyaan soal detailnya.

Kesepakatan perdagangan yang paling ditunggu antara dua ekonomi terbesar di duni ini diharapkan telah selesai pada akhir tahun lalu.

Namun, ternyata hanya sedikit dari kesepakatan yang masuk pembicaraan dan membuat investor tetap khawatir.

Adapun dolar AS menguat 0setengah persen pada sesi ini, tetapi diperdagangkan tidak jauh dari level terendah dalam enam bulan pada hari Selasa. Emas mendapat imbas baik dari dari Dolar yang melemah.

Sementara harga platinum melonjak tiga persen di awal sesi , tertinggi sejak awal  September tahun lalu. Saat ini harga naik nol koma tujuh persen  .

“Palladium dan platinum menunjukkan kekuatan karena masyarakat telah keluar dari ketakutan soal resesi, dan melihat peluang pertumbuhan,” ujar Christian dari CPM Group.

Sedangkan harga perak naik  nol koma sembilan persen

Sebelumnya harga emas memang diprediksi akan naik.

Harga emas yang  naik pada perdagangan  akhir tahun  mengisyaratkan bakal terjadinya lonjakan harga sepanjang tahun depan.

Isyarat positif ini  didorong oleh kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global membuat harga emas bertahan di atas seribu lima ratus dollar per ounce dan ekspektasi kesepakatan perdagangan AS-China mengurangi pembelian safe haven dari melemahnya dolar.

Separti ditulis laman keuangan “bloomberg,” Selasa pagi WIb, harga emas di pasar spot naik nol koma tiga  persen menjadi seribu lima ratus lima belas dollar  per ounce. Di minggu sebelumnya, menandai minggu terbaik sejak awal Agustus.

Sedangkan harga emas berjangka AS tidak berubah pada  posisi seribu lima ratus delapan belas dollar per ounce.

“Pendorong utama dibalik apresiasi emas adalah kelemahan dolar,” kata Analis FXTM Lukman Otunuga.

Dia menambahkan, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga dua ribu dua puluh jika perkembangan perdagangan antara kedua negara berbelok ke selatan.

“Kami belum mendengar detail (kesepakatan) dan pada saat yang sama belum ditandatangani di atas kertas,” jelas dia.

Volume tipis akhir tahun memperburuk kelemahan luas dalam dolar, yang turun selama tiga sesi berturut-turut, dan pada hari Jumat mengalami penurunan satu hari terbesar sejak Maret.

Meskipun rincian yang lebih baik dari perjanjian tersebut belum diungkapkan, South China Morning Post melaporkan pada hari Senin bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He akan mengunjungi Washington minggu ini untuk menandatangani pakta tersebut.

Harga emas telah naik sekitar delqpan belas persen sepanjang tahun lalu meski dibayangi kekhawatiran resesi global yang dipicu oleh percekcokan perdagangan yang telah lama terjadi antara dua ekonomi terbesar dunia, dan pelonggaran kuantitatif oleh bank-bank sentral utama.

“Selama harga emas mampu bertahan di atas level psikologis seribu lima ratus dollar ini, kita akan melihat emas menantang seribu lima ratus lima belas dollar selama kuartal pertama tahun depan,” kata Otunuga dari FXTM.

Indikasi sentimen investor, kepemilikan dari dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust naik nol koma satu persen menjadi delapan puluh sembilan ton pada hari Jumat, tertinggi sejak November.

“Emas telah menembus level  seribu lima ratus dollar selama seminggu terakhir dan mendekati tertinggi dua bulan setelah pelarian teknis, ditambah dengan melemahnya dolar …” kata analis INTL FCStone Rhona O’Connell.

Exit mobile version