Site icon nuga.co

Emas Global Naik, Domestik Melempem

Harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa waktu New York, atau Rabu WIB, 07 Oktober 2015, ditutup naik tipis setelah terjadinya reli panjang seharian menandai terjadinya serial harga bak “roller coaster”

Berlainan dengan harga di Ne York, harga jual emas di dalam negeri yang dikendalikan oleh PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, menetap di posisi Rp 577.000 per gram.

Kenaikan harga emas global kali ini tertinggi dari kondisi lebih dari satu pekan terakhir.

Investor memperkirakan suku bunga akan tetap rendah dalam beberapa waktu ke depan.

Emas pengiriman Desember naik. Kenaikan ini dinilai paling tinggi dari pembayaran yang dilakukan sejak 24 September 2015.

Data ekonomi yang lemah, juga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang masih belum baik memberikan dukungan pad naiknya harga emas.

Emas naik pada awal perdagangan Selasa setelah ada laporan yang menunjukkan defisit perdagangan Amerika Serikat melonjak hampir enam belas persen pada Agustus 2015, karena penguatan dolar.

Laporan ini juga memberikan kemungkinan yang lebih karena ditundanya kenaikan suku bunga The Fed.

“Sentimen terhadap emas meningkat pada dua minggu terakhir,” ujar Pendiri dan kontributor Goldforecaster, Julian Phillips seperti dikutip dari Marketwatch, Rabu, 07 Oktober 2015.

‘Perubahan besar terjadi pada Jumat lalu, saat ketenagakerjaan AS membuang optimisme bahwa suku bunga AS akan naikk tahun ini,” imbuhnya.

“Persepsi saat ini adalah ekonomi global atengah turun dan berpotensi untuk menurunkan ekonomi AS juga,” katanya.

Harga emas yang merangkak naik juga mengambil keuntungan dari pelemahan dolar.

Emas naik selama tiga sesi berturut-turut dan melakukan reli terpanjang dalam enam minggu.

Harga Emas melonjak tinggi ketika pasar mulai meragukan kenaikan suku bunga AS akan dilakukan pada tahun ini.

Emas bergerak berlawanan dengan dolar dan dollar AS.

Permintaan dari pasar emas fisik dalam minggu-minggu dan bulan ke depan akan menjadi penting karena proses penawaran dan permintaan dan juga sentimen investor.

Perlambatan di pasar negara berkembang telah mendorong Dana Moneter Internasional kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk kedua kalinya pada tahun 2015 dengan melihat pelemahan di Cina dan harga komoditas yang melemah.

IMF memperkirakan bahwa ekonomi dunia akan tumbuh sebesar pada 2016. Pada bulan April, IMF sempat menurunkan perkiraan ekonomi tahun 2015.

Sementara itu, perang di Suriah, Ukraina, Timur Tengah, Laut Cina Selatan dan tempat-tempat lain tampaknya akan menjadi perhatian pasar.

Pengalaman menunjukkan bahwa perang adalah inflasi, kenaikan harga komoditas ketika pemerintah membiayai perang dengan surat utang.

Harga emas akan bergerak jauh lebih tinggi karena kenaikan suku bunga akan memaksa pemerintah untuk lebih agresif membuat uang utang dan mendevaluasi mata uang.

Bank sentral berpotensi akan kehilangan kontrol atas suku bunga dan akan menimbulkan risiko besar bagi sistem keuangan global.

Fungsi emas sebagai asset safe haven akan kembali meningkat dan ini harus menjadi pilihan yang mudah untuk dilakukan.

Sementara itu harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau Antam betah berada di kisaran Rp 577 ribu per gram pada perdagangan Rabu pagi.

Harga buyback emas Antam juga tetap di level Rp 510 ribu per gram. Artinya, jika Anda menjual emas yang dimiliki maka Antam akan membelinya di harga Rp 510 ribu per gram.

Saat ini, Antam menjual ukuran emas dari satu gram hingga 500 gram. Hinggamenjelang siang WIB, emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia dan tingginya animo masyarakat untuk mendapatkan emas batangan ke Antam menyebabkan perusahaan itu membatasi pembeli maksimal seratus lima puluh nomor antrean per hari.

Exit mobile version