Site icon nuga.co

Emas Bertengger pada Harga Tertingginya

Harga emas kembali menguat pada perdagangan Jumat pagi WIB, 29 Desember, di Mercantil Comex Exchange, New York.

Penguatan ini merupakan reli selama sembilan hari.

Dan kenaikan harga emas ini mengikuti kenaikan harga komoditas lain seperti minyak mentah dan tembaga.

Seperti ditulis laman  situs “bloomberg,”  harga emas di pasar spot naik lebih dari setengah persen atau pasnya nol koma enam puluh satu  persen  per ounce  dan mencapai level tertingginya  sore waktu New York

Level ini merupakan yang  tertinggi sejak akhir  November .

Harga emas di pasar spot telah meningkat selama sembilan sesi berturut-turut, tidak termasuk liburan Natal.

Itu adalah rangkaian terpanjang kenaikan harian sejak Juli enam tahun silam

Sedangan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari naik mendekati setengah  persen

“Secara teknikal memang harga emas seharusnya naik,” jelas Analis RJO Futures di Chicago, Eli Tesfaye.

Kenaikan harga emas ini terdorong oleh kenaikan harga komoditas lainnya terutama minyak mentah. Harga minyak mendekati level tertinggi dalam dua setengah tahun pada penutupan perdagangan Kamis didorong data permintaan di AS yang kuat.

Pekan ini, harga minyak WTI menembus di atas enam puluh dollar per barel untuk pertama kalinya sejak Juni dua tahun lalu5. Sementara Brent menembus enam puluh tujuh dollar  untuk pertama kalinya sejak Mei du tahun sebelumnya.

Departemen Energi AS menyatakan bahwa stok minyak mentah AS turn empat koma enam  juta barel dalam minggu terakhir.

Persediaan di luar cadangan strategis nasional telah menurun lebih dari sebelas persen dibanding tahun lalu.

Harga emas diprediksi dapat menguat pada tahun depan

Apalagi harga emas cenderung tertekan menjelang akhir tahun ini

Ini lantaran investor memilih aset investasi saham yang didorong katalis positif reformasi pajak oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pelaku pasar senior dan pendiri Echobay Partners Vince Lanci mengharapkan harga emas dapat sentuh level US$ 1.700 pada depan

Hal ini mengingat harga emas sudah sentuh level terendah pada tahun ini.

Bahkan harga emas turun sekitar tiga persen pada November lalu

Itu mengingat investor memilih saham seiring katalis positif adanya kemajuan rencana reformasi pajak Presiden Trump.

Harga emas pun sentuh level terendah US$ 1.237 per ounce.

Mengingat harga emas sudah sentuh level rendah, Lanci mengharapkan harga emas dapat sentuh level US$ 1.700 pada mendatang.

“Kondisi dalam tiga hari terakhir mengkonfirmasikan harga emas dapat lebih tinggi pada depan8. Harga emas sentuh level terendah pada tahun ini. Banyak sentimen membuat saya gugup. Namun ada sesuatu sangat penting dalam tiga hari terakhir,” ujar Lanci, seperti dikutip dari laman The Street.

Jika prediksi Lanci tepat harga emas sentuh level US$ 1.700 pada 2018, harga emas lebih mahal US$ 450.

Harga emas saat ini berada di kisaran US$ 1.250 per ounce. Lanci menuturkan, harga emas sekaran berada di area “aman” antara US$ 1.250-US$ 1.275 per ounce.

“Harga emas dapat sentuh US$ 1.700 jika harga emas dapat sentuh di atas US$ 1.275,” kata dia.

Exit mobile version