Site icon nuga.co

Emas Berada pada Posisi Harga Tertinggi

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, pagi ini, Jumat, 18 Agustus, kembali melawati batasan  psikologisnya dengan naik Rp 6.000  per gram dan menetap di angka Rp 604 ribu per gram

Pada perdagangan Rabu, harga emas Antam berada di angka Rp 598 ribu per gram.

Sementara untuk harga pembelian kembali atau buyback naik Rp 7.000 menjadi Rp 540 ribu per gram.

Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas maka Antam akan membelinya di harga Rp 540 ribu per gram.

Adapun harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta.

Pembayaran buyback dengan volume di atas satu kilogram  akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram.

Hingga menjelang siang WIB, sebagian emas tak tersedia terutama ukuran besar.

Kenaikan harga emas Antam ini merupakan bagian dari kenaikan hharga emas dunia selama dua hari berturut-turut, Kamis dan Jumat, menyusul pelemahan ekuitas di pasar Amerika Serikat yang mendorong investor membeli logam kuning ini sebagai investasi. Sehingga permintaan melonjak.

Hal ini juga dipicu oleh catatan laporan yang dikeluarkan The Federal Reserve bukan lalu yang menitikberatkan pada inflasi yang rendah.

Melansir Marketwatch, Jumat pagi nini, di bursa Comex, emas untuk pengiriman Desember naik hampir satu persen setelah menyentuh level lebih tinggi US$ 1.296 per ounce.

“Jika emas menembus US$ 1.300 per ounce, dia mengharapkan pergerakan untuk menguji level tinggi yang pernah dialami pada 2011 di level US$ 1.900 per ounce, ujar Jeb Handwerger, editor GoldStockTraes.com

Sementara Colin Siezynski, kepala pasar strategis di CMC mengatakan, penyerangan yang terjadi di Barcelona Kamis kemarin bisa memberikan pengaruh pada emas namun tidak terlalu besar.

“Serangan seperti ini tragis dan punya pengaruh signifikan pada politik dan budaya, sementara untuk ekonomi pengaruhnya tak berlangsung lama,” tuturnya.

Analis di Commerzbank mengatakan, perdagangan sehari sebelumnya, harga emas juga naik dipicu oleh langkah Dnald Trump membubarkan dua dewan penasihat Gedung Putih yang berimbas pada melemahnya dolar.

Pelemahan dolar diketahui mengangkat harga emas.

Kenaikan harga emas ini tak terlepas dari pengaruh tensi yang terjadi antara Amerika

“Pedagang akhirnya sudah bangun untuk menghadapi risiko di luar sana, sebagaimana Korea Utara berperilaku seperti katalis pada pekan ini,” kata Colin Ciezynski, Kepala Pasar Strategis CMC Markets pada Marketwacth.

Namun tetap saja emas berada di harga di bawah US$ 1.300 per ounce.

“Karena sejauh ini banyak yang hanya bicara, namun sedikit aksi,” tambahnya. “Butuh hal negatif untuk membawa emas berada di harga di atas US$ 1.300.

Exit mobile version