Site icon nuga.co

Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram

Seninp pagi WIB, 17 April 2017, bersamaan dengan pembukaan perdagangan awal pekan, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam naik Rp 2.000 per gram menjadi Rp 600 ribu per gram

Pada perdagangan Sabtu lalu, harga emas Antam berada di posisi Rp 598 ribu per gram.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam naik Rp 3.000 menjadi Rp 543 ribu per gram.

Harga buyback ini artinya jika Anda menjual emas maka Antam akan menghargainya di angka Rp 543 ribu per gram.

Harga jual dan pembelian ini merupakan harga patokan di butik emas logam mulia Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan harga di butik emas logam mulia lainnya bisa berbeda.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.18 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tidak tersedia

Di pasar global harga emas sempat turun pada penutupan perdagangan pekan lalu bersamaan dengan penguatan dolar dan saham.

Melansir marketwatch,  faktor lain yang memengaruhi pergerakan dolar adalah serangan udara Amerika Serikat terhadap pangkalan udara Suriah.

Laporan pekerjaan pada Maret yang lebih rendah membantu emas untuk melanjutkan penguatan.

Namun, emas menarik diri kembali dari penguatan saat dolar naik.

Emas untuk pengiriman Juni naik

Secara mingguan, emas naik setengah persen.

Dan  emas melanjutkan penguatan setelah pemerintah mengatakan ekonomi AS baru menciptakan sembilan puluh delapan ribu lapangan pekerjaan baru, jauh di bawah perkiraan.

Sejumlah aset investasi seperti emas melonjak pada perdagangan Asia menjelang akhir pekan.

Akan tetapi, saham cenderung melemah seiring investor mengalihkan dana ke aset relatif aman usai Amerika Serikat  meluncurkan rudal ke pangkalan udara di Suriah.

Ini meningkatkan risiko konfrontrasi dengan Rusia dan Iran.

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,6 persen. Sedangkan emas dan minyak bergerak reli meski di awal perdagangan pelaku pasar sempat panik seiring pejabat Amerika Serikat (AS)  menyatakan serangan dengan tidak ada rencana eskalasi.

“Itu reaksi spontan dan pasar mulai kembali tenang. Tampaknya tidak akan ada pembalasan lebih lanjut,” ujar Christoffer Moltke Leth, Head of Institutional Client Trading Saxo Capital Markets, seperti dikutip dari laman Reuters.

Sementara itu, bursa saham Eropa cenderung melemah.

Sebelumnya investor telah siap antisipasi pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Pasar juga bersiap untuk hadapi data ekonomi AS yaitu data tenaga kerja non sektor pertanian pada Maret.

Harga minyak West Texas Intermediate  naik  usai sentuh level tertinggi dalam sebulan.

Exit mobile version