Site icon nuga.co

Mandela, “Nabi” Kemanusiaan Itu …..

Nelson Mandela, ujar Robert Keane, reporter jaringan televisi “Cable News Network,” atau CNN, “nabi” manusia modern itu telah pergi. Dari Johanesburg, Keane, dalam tayangan langsung CNN, sembari menangis dan suara serak mengabarkan, “manusia pemaaf, tanpa pernah menyimpan secuil dendam pun berangkat untuk beristirahat dalam damai.” Rest and Peace Mandela.

Ya, Mandela telah meninggal. Hari ini, Kamis, 05 Desember 2013, malam waktu Afrika Selatan, atau Jumat, 06 Desember 2013, pagi WIB, semua kita, kata Keane mengusap air matanya, kita telah ditinggalkan seorang tonggak tokoh kemanusiaan. “Ia mengajarkan kepada semua manusia bumi bagaimana memaafkan dan hidup dengan musuh dengan damai dan terus damai.”

Hampir seluruh media dunia menyampaikan duka bagi kepergan Mandela. Kepergian seorang yang mengubah tatanan sosial secara damai. tatanan dari rasialis yang menyakitkan menjadi pluralisme yang menggembirakan.

CNN dalam tayangan paginya, Kamis, menyiarkan cuplikan dari penggelan film “autobiographi”nya yang berjudul “Long Walk to Freedom” baru saja dirilis, November 2013. Dalam rentang 2010-2013, beragam dokumentasi, dari diari Mandela selama di penjara sampai dengan pernak-pernik sepanjang perjuangan Mandela diterbitkan dan diabadikan.

Di antara memorial itu mendapat donasi dari perusahaan raksasa mesin pencarian internet, Google. Dan hari ini dengan durasi yang cukup panjang CNN menayangkan penggalan itu dengan narasi yang sangat menyentuh.

Ya, sekali lagi Mandela. Tokoh kemanusiaan itu diumumkan meninggal pada Kamis malam waktu setempat dan meninggalkan jejak sejarah paling riil dari seorang manusia bumi tentang bagaimana ajaran memaafkan sesungguhnya..

Mandela lahir sembilan puluh lima tahun lalu. 18 Juli 1918. Dia lmemiliki nama lengkap Rolihlahla Dalibhunga Mandela. Ia anak seorang terhormat. Anak kepala suku di sebuah desa kecil bernama Mvezo. Dia mendapatkan nama Nelson dari guru sekolahnya. Dia juga lazim dipanggil dengan nama Madiba, yang adalah nama klan tradisionalnya.

Sempat mengenyam bangku perguruan tinggi, tetapi dikeluarkan karena aktivitasnya melawan praktik apartheid alias pemisahan sosial berdasarkan warna kulit.

Pada 1944, Mandela bergabung dengan Kongres Nasional Afrika, sebuah partai politik yang perjuangannya khusus melawan apartheid. Dia bersama beberapa tokoh lain mendirikan Liga pemuda ANC, dengan keinginan mewujudkan organisasi yang lebih radikal melawan apartheid.

Pada 1952, Mandela terpilih menjadi pemimpin baru ANC. Dia mendorong kampanye perlawanan apartheid dengan menggerakkan aksi damai massa. Belakangan, pada 5 Desember 1956, dia dipenjara lima tahun dengan tuduhan melanggar UU antikomunisme karena kampanye ini.

Pada Juni 1961, Mandela mulai menyusun pasukan bersenjata untuk melawan pemerintah rezim apartheid. Setahun sebelumnya, 69 orang tewas ditembak polisi dalam aksi damai menentang apartheid. Mandela sampai melakukan perjalanan ke luar negeri untuk belajar merakit senapan.

Pada 1962, Mandela kembali masuk penjara dengan tuduhan makar. Dia dijatuhi hukuman seumur hidup di penjara Robben Island. Pada 1980, surat kabar The Johannesburg Sunday Post memimpin kampanye mendesak pemerintah membebaskan Mandela. Atas desakan ini, Mandela dipindahkan ke penjara dengan pengamanan maksimum Pollsmoor.

Saat menjalani 18 tahun berada di Robben Island, Mandela tertular infeksi paru yang kemudian menyertai perjuangannya sampai dia meninggal. Kondisi kesehatan ini dan usia menjadi alasan pemindahan Mandela ke penjara dengan pengamanan minimum Victor Verster pada 1988.

Pada 1990, Presiden Afrika Selatan FW De Klerk mengawali penghapusan apartheid. Juga menjadi langkah politik dalam 6 bulan pertama pemerintahannya itu, Klerk mencabut larangan atas ANC dan organisasi oposisi lain. Pada Februari 1990, Mandela dibebaskan dari penjara.

Ketika pertama kali menghirup udara bebas, Mandela memastikan kepada para pendukung ANC bahwa pembebasannya ini bukan kesepakatan dengan pemerintah. Dia pun memastikan kalangan kulit putih bahwa dia akan bekerja mewujudkan rekonsiliasi di Afrika Selatan.

Masih pada 1990, Mandela mulai berkeliling dunia. Dia bertemu dengan para pemimpin negara-negara saat itu. Di antara mereka yang bertemu Mandela adalah Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dan Presiden Amerika Serikat George HW Bush.

Pada 1991, Mandela kembali memimpin ANC. Dia terpilih dalam kongres partai yang baru digelar kembali sejak organisasi itu dilarang pada 1960. Pada 10 Desember 1993, dia mendapat Nobel Perdamaian, berbagi dengan Klerk, presiden terakhir Afrika Selatan pada era apartheid.

Sejarah Afrika Selatan menapaki babak baru, ketika pada 27 April 1994 Mandela terpilih menjadi Presiden Afrika Selatan pertama yang berkulit hitam. Menjabat presiden selama satu periode dan berakhir pada 1999, Mandela kemudian dikenal sebagai ikon perlawanan AIDS.

Pada 2005, Mandela menginisiasi pembentukan organisasi para pemimpin dan mantan pemimpin dunia untuk mewujudkan perdamaian dunia. Organisasi itu bernama “The Elders”. Di dalam organisasi ini ada pula mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter dan mantan Sekjen PBB Kofi Annan.

Ulang tahun Mandela ke-19 pada 2009 ditetapkan pula menjadi “Hari Mandela”. Yayasan Mandela mendorong kesadaran membentuk layanan komunitas, termasuk penetapan “Hari Mandela itu”. Pada November 2009, PBB menetapkan 18 Juli sebagai “Hari Mandela Internasional”.

Penampilan publik terakhir Mandela terjadi pada hajatan Piala Dunia 2010 yang menjadikan Afrika Selatan sebagai tuan rumah. Setahun sebelumnya, kisah hidup Mandela dipastikan akan difilmkan.

Exit mobile version