Site icon nuga.co

YouTube Punya “Pin” dan “Love” Coment

YouTube menepati janjinya dengan menghadirkan fitur bernada sejuk yang memungkinkan pengguna menaruh komentar positif di kolom teratas aplikasi itu.

Kehadiran fitur ini, menurut petinggi YouTube, Susan Wojcicki  akan memberi  inspirasi bagi para netizen lain untuk berkomentar.

Seperti ditulis laman situs “mashable,”  07 November 2016, YouTube menginginkan terwujudnya  komunitas, kreasi, dan ambisi kreatif  berada dalam satu kesatuan atau kerap disebut “The Three Cs”.

YouTube  pernah mengingatkan kebencian adalah hal yang dianggap bisa menghalangi visi itu adalah penyebaran kebencian dan komentar kasar di YouTube.

Karenanya, selain menyediakan fitur filter komentar, YouTube juga menghadirkan dua fitur tambahan.

Fitur yang dihadirkan YouTube kali ini bukanlah yang pertama untuk sebuah aplikasi.

Sebelumnya fitur ini sudah lebih dulu ada di Twitter dengan nama pin a tweet.

“Kami sadar bahwa kolom komentar berperan penting untuk menumbuhkan koneksi antara kreator dan komunitas penontonnya,” kata Product Manager YouTube, Courtney Lessard.

“Dengan menaruh komentar positif di kolom teratas, kreator bisa membentuk tone komentar pada videonya,” ia menambahkan.

Selain pin a comment, YouTube juga menghadirkan pilihan ikon hati alias love pada kolom komentar.

Sebelumnya, yang ada cuma pilihan like  and dislike , suka tau tidak suka. Ikon hati dimaksudkan bisa menambah nuansa positif pada kolom komentar.

Penambahan fitur pada kolom komentar tersebut masih dalam bentuk uji coba.

Belum jelas kapan YouTube akan merilisnya secara massal.

YouTube memang menginginkan pengguna untuk bisa menikmati aplikasinya  lewat fitur yang sejuk agar mereka bisa berlama-lama

Sebelumnya, YouTube telah menghadirkan pula  fitur yang diberi nama Backstage.

Layaknya di belakang panggung, pengguna YouTube bisa lebih bebas berekspresi di sana. Seperti berbagi foto, membuat polling, berbagi tautan, posting komentar, dan video dengan para subscriber.

Seperti ditulis laman situs “venturabeat,” fitur Backstage sudah bisa dinikmati pada November ini  baik di platform mobile maupun desktop.

Untuk tahap awal, hanya beberapa pengguna YouTube terpilih saja yang bisa mencicipinya, kemungkinan adalah akun-akun yang telah memiliki nama atau reputasi tinggi di YouTube.

Lalu, bagaimana tampilan YouTube Backstage ini?

Sama seperti timeline Facebook atau Twitter, YouTube akan menambah timeline tersebut di samping tab Home dan Video di kanal YouTube.

Postingan yang dibuat di Backstage akan muncul dalam timeline para subscriber. Postingan tersebut juga akan memiliki notifikasi, sehingga bakal terlihat oleh fans.

Selain menambah pengalaman baru berinteraksi, Backstage juga menambah kemungkinan video bisa dilihat lebih banyak lagi.

Pasalnya, pengguna juga bisa memilih untuk berbagi video YouTube di Backstage atau video yang hanya khusus bisa dilihat di linimasa Backstage saja.

Dengan demikian, video yang dibagi di Bakcstage saja akan membangun komunikasi yang lebih personal dan intim dengan para fans YouTuber.

Postingan di Backstage menurut kabar juga bakal bisa dibagikan di berbagai jejaring sosial lainnya, seperti Facebook dan Twitter.

Backstage bakal menjadi perubahan besar di YouTube, yang selama ini hanya fokus di konten video saja.

Langkah ini juga menjadi penawar setelah YouTube gagal mengintegrasikan layanannya dengan Google Plus.

Selain itu YouTube pun sudah  meramaikan industri siaran video langsung dari peranti mobile tersebut.

“Kami  membawa kekuatan live streaming YouTube ke tangan Anda,” begitu tertera pada blog resmi YouTube Creator.

YouTube  menyiarkan video langsung dari smartphone dan  pengguna cukup menekan sebuah tombol merah yang terpatri di layar aplikasinya.

Selanjutnya, pengguna bisa memilih sebuah foto -baik dari galeri atau foto langsung di aplikasi- sebagai thumbnail. Pengguna juga harus mengisi keterangan video sebelum menyiarkannya.

Begitu mulai live, para followers akan diberi notifikasi untuk menyaksikan tayangan pengguna. Antarmukanya kurang lebih mirip seperti Periscope.

Pengguna bisa membalas chatting dari para followers sembari live secara real time.

Meski begitu, YouTube enggan dikatakan meniru Periscope. Anak perusahaan Google itu berkilah YouTube merupakan platform video terbesar yang sejatinya paling awal memperkenalkan kemampuan live streaming.

“Kami telah menawarkan live streaming di YouTube sejak lima tahun lalu, sebelum kemampuan itu jadi populer seperti sekarang,” kata juru bicara YouTube.

Diketahui, kala itu YouTube menyiarkan langsung prosesi Royal Wedding, yakni pernikahan Pangeran William dan Putri Catherine Middleton.

Setelahnya, ada beberapa acara besar yang disiarkan langsung dari platform bernuansa merah tersebut.

“Menurut kami, ini adalah penawaran yang benar-benar baru dan membuat Anda semakin spontan dan intim dalam membagi pengalaman,” YouTube menuturkan.

Belum jelas kapan fitur itu bakal meluncur resmi untuk publik. Kini, fitur itu masih dalam tahap pengujian bagi beberapa pengguna terbatas.

Exit mobile version