Site icon nuga.co

Wuah.. Dahsyatnya Pertumbuhan Malware

Anda tahu betepa dahsyatnya program jahat komputer jenis ransomware?

Tingkat jahatnya, seperti ditulis “ubergizmo,” Jumat, 20 November 2015, adalah kemampuannya menyandera dengan mengeksploitasi celah keamanan pada sistem operasi Windows dan Linux.

Di tahun depan, agar Anda tahu, program jahat ransomware diprediksi semakin mengincar pengguna perangkat mobile, terutama ponsel pintar.

Selain jahatnya ransomware, Anda juga harus tahu kelahiran “malware, yang kalau dirata-ratakan bisa tercipta setiap empat belas detik.

“Ubergizmo” mengingtatkan populasi pengguna ponsel Android berbanding lurus dengan tumbuhnya malware yang menyerang sistem operasi tersebut

Pada pertengahan tahun ini, angka satu juta sampel malware Android baru terlampaui untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Angka ini menyamai jumlah total malware android di sepanjang dua tahun lalu.

Pakar sekuriti G Data memperkirakan lebih dari dua juta malware baru Android akan muncul di tahun ini, rekor baru.

Hal ini berarti jumlah malware Android baru berlipat dua hanya dalam waktu dua tahun.

Popularitas Android rupanya telah mengundang para pelaku kejahatan cyber untuk beraksi mencari sasaran ke para penggunanya.

Berdasarkan hasil studi Symantec Adware and Malware Analysis dilaporkan bahwa malware di Android tumbuh secara eksponensial dalam hal keluarga, varian dan sampel.

Tak hanya itu, Symantec Adware and Malware Analysis dalam laporannya juga mengungkap persentase aplikasi yang berisi ad library agresif di Google Play yang disebut naik setiap tahun.

Android menjadi target utama serangan ransomware karena sistem operasi ini paling populer di kalangan pengguna ponsel pintar.

Karena populasi Android yang terus tumbuh, maka nasibnya akan sama seperti Windows yang jadi target serangan.

Ransomware di Android pada tahun depan diprediksi akan terus tumbuh jumlahnya, bahkan jadi tren dalam isu keamanan siber.

Varian pertama program jahat ransomware yang benar-benar mengunci dokumen pengguna Android, ditemukan pada tahun lalu.

Modusnya, malware ini menyamar sebagai aplikasi codec untuk memutar video porno.

“Akan lebih banyak serangan ke platform non-Windows,” kata peneliti keamanan siber dari Kaspersky, Vitaly Kamluk dalam acara Kaspersky Cyber Security.

Di tahun 2015 ini, Global Research and Analysis Team dari Kaspersky, pertama kali menemukan varian pertama ransomeware yang menyerang sistem operasi Linux.

Kamluk berkata bukan tidak mungkin sistem operasi Apple seperti Mac OS X akan jadi sasaran tembak pada tahun depan.

Kamluk menilai para penjahat maya melihat pengguna perangkat Apple lebih makmur, sehingga lebih rela membayar uang tebusan demi mendapatkan kode deskripsi untuk membebaskan dokumennya.

Menurut catatan, tebusan yang diminta oleh penjahat siber kepada korban ransomware.

Selain perangkat komputer pribadi dan perangkat mobile, Kamluk memprediksi ransomware di masa depan juga akan menyerang perangkat pintar yang terhubung dengan Internet, seperti kulkas atau lampu yang terhubung dengan Internet.

Locker merupakan jenis ransomware yang sudah banyak beredar. Tetapi menurut catatan Kaspersky, lima tahun belakangan ini ransomware jenis Cryptors adalah yang paling dominan menyerang komputer pengguna.

Kaspersky mengatakan, banyak ransomware yang disebar dengan metode pengelabuan. Para penjahat mengirim email kepada calon korban yang berisi sebuah lampiran yang sebenarnya adalah jebakan.

Jika calon korban mengklik tautan, atau membuka dokumen, atau menginstal peranti lunak pada lampiran itu, maka statusnya resmi berubah menjadi ‘korban’ ransomware.

Para ahli keamanan siber tak pernah merekomendasikan korban ransomware untuk memberi tebusan demi menyelamatkan dokumennya yang telah disandera.

Mereka menyarankan agar korban melakukan memasang dan melakukan pembaruan program antivirus. Kaspersky mengklaim, mereka telah merilis lebih dari 14 ribu kode untuk membukan kunci enkripsi.

Kamluk pun menyarankan agar pengguna komputer dan Internet lebih meningkatkan kesadarannya atas ancaman siber.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan pencadangan atau backup dokumen penting secara rutin dan menyimpan data itu dalam media yang offline, misalnya dalam kepingan CD atau DVD.

Exit mobile version