Site icon nuga.co

Windows 10 Serial Penutup dari Windows

Jerry Nixon, seorang developer evangelist, pekan ini, mengungkapkan, Windows 10, yang akan dirilis Microsoft, menjadi serial penutup seluruh versi Windows, dan setelah itu tidak ada lagi nama itu di tataran produk software mereka.

“Kami semua masih bekerja membuatnya. Dan Anda boleh tahu itulah serial terakhir dari produk Microsoft dengan nama Windows,” ujar Nixon seperti dikutip “nuga dari The Verge.

Pernyataan Nixon ini disampaikan di panggung konferensi Microsoft Ignite, beberapa waktu lalu.

Meski belum dirilis untuk konsumen, Windows 10 sudah dipastikan menjadi sistem operasi terakhir dari Microsoft.

Di masa yang akan datang, Windows 10 kemungkinan akan mengusung konsep Windows as a service.

Ide mengenai Windows as a service sendiri sudah lama mereka bahas.

Sayangnya mereka tak merangkum sebuah penjelasan detil mengenai dampak ide ini terhadap Windows masa mendatang.

Kemungkinan yang bisa terjadi adalah namanya tidak berganti dan tak akan ada perubahan besar-besaran layaknya dari Windows XP ke Windows 7 dan sejenisnya.

Sistem operasi itu akan tetap dirawat dengan pemutakhiran rutin.

“Komentar yang diutarakan dalam konferensi Microsoft Ignite mewakili cara kami mewujudkan Windows sebagai sebuah layanan, menghadirkan inovasi baru, dan pemutakhiran dengan nilai berkelanjutan bagi pelanggan kami,” tulis seorang karyawan Microsoft dalam sebuah keterangan resmi kepada The Verge.

“Kita tidak sedang membicarakan branding untuk masa mendatang, tapi pengguna boleh tenang karena Windows 10 akan tetap diperbarui serta menjadi penggerak berbagai perangkat, dari PC hingga ponsel, dari Surface Hub hingga Hololens dan Xbox,”

Sementara itu dalam rilis lainnya, Microsoft menjelaskan, khusus Windows 10 for Phone nantinya akan dilengkapi dengan sebuah fitur bernama Continuum.

Fitur ini berfungsi untuk mengubah sebuah ponsel menjadi mirip dengan komputer desktop saat dihubungkan dengan layar ukuran besar.

Dengan Continuum, aplikasi dalam ponsel akan menyesuaikan tampilan antarmukanya pada ukuran layar yang sedang digunakan.

Pengguna pun bisa melakukan drag and drop, misalnya dari pesan teks ke aplikasi lain di ponsel, mirip dengan pada komputer desktop.

Saat menunjukkan fitur ini dalam ajang Microsoft Build, Corporate Vice President, Operating Systems Group Microsoft, Joe Belfiore menghubungkan ponsel dengan monitor, mouse, dan keyboard. Selanjutnya, tampilan aplikasi langsung berubah.

Secara keseluruhan, sistem operasi ponsel itu tidak berubah jadi menyerupai sistem operasi Windows pada komputer desktop. Hanya wujud aplikasi yang sedang dibuka saja berubah menyesuaikan dengan ukuran layar.

“Hal yang kami tunjukkan ini adalah visi unik kami untuk ponsel dan meningkatkannya agar bisa memberikan pengalaman seperti memakai sebuah komputer desktop,” ujarnya..

Belfiore menambahkan, saat ini fitur Continuum itu belum ada di dalam Windows Phone. Agar dapat diwujudkan, fitur tersebut membutuhkan perangkat baru yang memiliki kapasitas dual-screen.

Hal yang terkuak dengan Windows 10 adalah fitur-fiturnya juga bisa dinikmati pengguna pada perangkat PC, tablet, maupun ponsel pintar.

Dalam pra-tampilan Windows 10 ditampilkan fitur peta digital.

Microsoft melengkapi fitur peta di Windows 10 dengan dengan pemandangan jalan dan satelit, data pencarian lokal dan navigasi panduan suara. Semuanya merupakan perpaduan antara layanan Bing dan Here dari Nokia.

“Ini adalah peta terbaik, tampilan yang imajinatif, data pencarian yang kaya, dan navigasi suara gabungan dari Bing dan Here,” kata perwakilan Microsoft, sebagaimana dilaporkan PhoneArena dan dikutip KompasTekno, Senin (20/4/2015).

Selain fitur-fitur standar tersebut, pengguna juga bisa mencari informasi ihwal lokasi dan informasi tempat bisnis, gambar dan ulasan, serta membuat pemesanan restoran. Adapula referensi tempat wisata, makan, dan berbelanja.

Peta Windows 10 juga memungkinkan navigasi secara offline tanpa memakan kuota data pengguna jika sebelumnya pengguna telah menyimpan rute itu.

Bagi para pelancong yang gemar mencari tahu tampilan tujuan perjalanannya, peta pada Windows 10 sangat membantu. Dengan tampilan 3D, pengguna dapat melihat kondisi kota tempat yang dituju bak aslinya melalui layar perangkat elektronik. .

Menurut perwakilan Microsoft, aplikasi peta pada Windows 10 berbasis pada platform aplikasi Windows Universal. Maksudnya, pengalaman pengguna menggunakan aplikasi tersebut akan sama walau diakses pada perangkat berbeda-beda.

Perusahaan yang didirikan Bill Gates ini mengklaim, Windows 10 memiliki kekuatan sentuhan yang baik. Jadi, pengguna dapat dengan mudah menavigasi dan mencari lokasi dengan menggunakan fitur semacam pinch-to-zoom.

the verge dan blog microsoft

Exit mobile version