Site icon nuga.co

WhatsApp Jamin Keamanan Komunikasi

Layanan messaging populer, WhatsApp, punya kabar baru.

Setelah mengumumkan kabar gembira yaitu, menghentikan biaya langganan satu dollar per tahun, aplikasi milik Facebook itu siap membuat komunikasi pada platform mereka lebih aman.

Sebab, WhatsApp mengatakan siap mengenkripsi pesan komunikasi pengguna yang ada pada platform mereka.

“Kami beberapa bulan lagi menyelesaikan itu,” kata Chief Executive Officer WhatsApp, Jan Koum dikutip dari South China Morning Post, Kamis, 21 Januari 2016.

Begitu enkripsi itu tersedia pada platformnya, kata Koum, maka WhatsApp akan menjadi penyedia layanan komunikasi enkripsi paling besar di dunia.

“Nanti kami akan bicara banyak tentang ini,” kata Koum.

Layanan enkripsi ini dikatakan punya tujuan memastikan perlindungan privasi percakapan pengguna pada platform WhatsApp.

Tentu, hadirnya layanan keamanan privasi ini bakal membuat pemerintah negara dunia kesal.

Sebab, selama ini beberapa negara dunia getol menginginkan agar bisa mengakses percakapan online pengguna mereka di internet.

Pemerintah negara dunia yang getol itu di antaranya, Amerika Serikat, Inggris.

Negara ini mengkhawatirkan tumbuhkan banyak layanan enkripsi pada berbagai platform komunikasi online akan menganggu upaya pengawasan.

Penegak hukum tidak akan bisa memantau aktivitas terduga penjahat, tak bisa menggagalkan niat kelompok militan tertentu.

Makanya, sebagai respons munculnya layanan enkripsi itu, negara dunia mengancam akan melahirkan Undang-undang yang akan memblokir perubahan layanan tersebut.

WhatsApp diketahui memang lambat dalam mengembangkan layanan komunikasi enkripsi end to end mereka.

Layanan ini tercatat dikerjakan dalam beberapa tahun.

Direncanakan, layanan enkripsi WhatsApp akan dihadirkan pada pengguna dengan basis perangkat Android.

Ada kabar baru dari layanan WhatsApp. Aplikasi messaging yang telah dimiliki Facebook itu kemungkinan bakal memperkenalkan fitur baru pada platform mereka. Fitur itu adalah video calling.

Laman Phone Arena, melaporkan, berdasarkan laporan blog Jerman, Macerkopf.de, pengguna WhatsApp akan bisa menjalankan video call, baik melalui akses WiFi maupun data seluler.

Pengguna yang akan menikmati layanan video call itu pertama adalah pengguna WhatsApp berbasis iOS, kemudian disusul oleh pengguna Android.

Kemungkinan ini dikuatkan dengan munculnya bocoran gambar layanan video call tersebut. Gambar yang dimaksud yaitu ada preview di bagian atas video call yang memungkinkan pengguna bisa melihat foto mereka sendiri.

Preview itu bisa diubah pengguna, apakah ingin menggunakan kamera depan atau belakang. Dalam fitur tersebut dilaporkan juga akan tersedia opsi untuk membisukan mikrofon.

Laporan menunjukkan versi WhatsApp untuk iOS yang mendukung fitur video call

Selain video call, WhatsApp diprediksi menambahkan tab untuk memungkinkan pengguna bisa melakukan chatting ganda.
Dalam fitur ini, pengguna bisa beralih dari dan ke chatting individual tanpa harus kembali ke daftar chatting WhatsApp, seperti yang berlaku saat ini

Jika Anda berpikir WhatsApp selama ini sebagai media komunikasi yang aman, Anda harus menyimak temuan terbaru peneliti dari Brno University, Republik Ceko dan University of New Haven, AS.

Hasil temuan studi yang dilakukan oleh F. Karpisek dari Brno University of Technology dan Ibrahim Baggili serta Frank Breitinger dari Cyber Forensics Research & Education Group di University of New Haven itu menemukan bahwa WhatsApp mengumpulkan informasi nomor ponsel, durasi panggilan dan kemudian menyimpannya dalam server platform messaging tersebut.

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, penelit fokus mendalami protokol komunikasi yang dinamakan FunXMPP.

Protokol ini merupakan bagian dari Extensible Messaging and Presence Protocol yang juga dipakai oleh Google dalam layanan GTalk mereka.

Peneliti mengatakan dengan menganalisa pertukaran pesan antara ponsel Android dan server WhatsApp dengan menggunakan alat khusus, mereka telah mampu membongkat protokol komunikasi tersebut dan bisa melihat bagian dalamnya.

“Alat ini digunakan untuk memecah protocol mungkin berguna untuk analisis lebih dalam protokol WhatsApp,” tulis para peneliti dalam paper mereka dilansir dari Softpedia.

Berdasarkan temuan peneliti, disebutkan begitu ada masing-masing suara panggilan, pertama kali WhatsApp akan melakukan proses otentifikasi, memvalidasi pengguna yang terlibat dalam percakapan.

Kemudian mengatur saluran komunikasi menggunakan kode media suara, Opus

Selain itu, dengan mengendus trafik jaringan panggilan uji coba, peneliti mampu menentukan bahwa WhatsApp mengirim metadata panggilan ke server mereka. Metadata yang dikirimkan meliputi nomor telepon, durasi panggilan, dan jenis kode audio yang digunakan dalam panggilan tersebut.

Peneliti mengatakan ada potensi pelanggaran privasi yang mungkin dilakukan WhatsApp.
Peneliti menunjukkan ada potensi pelanggaran yang timbul dari penyimpanan data pada server jarak jauh WhatsApp.

Dengan temuan itu, peneliti mendesak para pakar lainnya untuk menganalisa trafik jaringan aplikasi messaging populer lainnya.

Desakan itu, kata peneliti, agar komunitas forensik bisa memahami lebih baik artefak forensik dari trafik jaringan.

“Jadi bukan hanya mendalami data yang disimpan pada perangkat saja,” kata peneliti.

Exit mobile version