Site icon nuga.co

Fitur WhatsApp Bakal Hadir Tahun Depan

WhatsApp terus menghadirkan berbagai fitur untuk membuat dua  miliar pengguna aktifnya di dunia makin betah.

Sepanjang 2019, aplikasi chatting milik Facebook ini merilis sejumlah fitur penting. Misalnya forward pesan maksimal lima kali, kemampuan picture in picture, audio picker, berbagi WhatsApp Status ke Facebook Story, fingerprint lock, hingga setting privasi grup.

Lantas, fitur apalagi yang bakal dihadirkan oleh WhatsApp pada tahunh mendatang mendatang, berikut adalah bocorannya sebagaimana dikutip dari The Sun

Dark mode atau mode gelap di WhatApp disebut-sebut akan jadi salah satu fitur yang segera hadir untuk seluruh pengguna. Saat ini, hanya pengguna yang memakai WhatsApp Beta yang telah menguji coba fitur dark mode ini baik di iOS atau Android.

Sekadar informasi, dark mode sendiri dimaksudkan untuk mengurangi kesilauan pada mata pengguna. Terutama mereka yang terlalu sering melihat ke layar smartphone.

Tak hanya itu, kehadiran dark mode juga dipercaya bakal mengurangi tingkat konsumsi baterai di smartphone.

WABetaInfo menyebut, pengguna akan memiliki opsi untuk menautkan dark mode WhatsApp dengan mode penghemat baterai di smartphone.

Nantinya, dalam dark mode, WhatsApp memiliki layar belakang hitam dengan teks putih. Sementara saat ini adalah kebalikannya.

Fitur lain yang juga diprediksi akan hadir pada WhatsApp di tahun depan adalah Pencari Gambar atau Image Search.

Kehadiran fitur ini didasari masalah pemalsuan gambar yang membuat para pengguna tertipu atau jadi korban hoaks.

Menurut kabar, fitur Search by Image ini masih dalam tahap pengujian. Kemungkinan hanya pengguna versi Beta yang bisa mengaksesnya.

Namun, nantinya fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengklik gambar yang dikirim lewat WhatsApp dan mencarinya di sumber Google untuk memverifikasi sumber aslinya.

Fitur ini menggunakan kemampuan Google Custom Search untuk pencarian gambar.

Menurut bocoran, fitur ini akan dinamai Dissapearing Messages. Namun, kabar terbaru menyebut, fitur ini diganti namanya menjadi Delete Messages.

Pengirim pesan bisa memilih, apakah pesan yang dikirimkan akan hilang dalam waktu satu jam, satu hari, satu minggu, satu bulan, atau satu tahun setelah dibaca.

WABetaInfo menyebut, fitur ini akan tersedia baik dalam percakapan individu maupun grup.

Sebelumnya WhatsApp telah menjanjikan akan  merilis fitur Dark Mode untuk perangkat Android dan iOS. Informasi tentang rencana kehadiran fitur ini sebelumnya juga sudah beredar.

Dilansir Phone Arena, berdasarkan informasi dari orang yang menguji Dark Mode di WhatsApp, fitur tersebut sudah siap dirilis untuk aplikasi Android. Sementara untuk iOS, masih ada sedikit pekerjaan yang harus dilakukan, tapi diyakini juga akan segera hadir.

Berdasarkan laporan bulan lalu, WhatsApp menyiapkan dua versi Dark Mode berdasarkan Accessibility Settings iPhone.

Selain Dark Mode, para pengguna iOS juga akan bisa mengaktifkan Low Data Mode, yang akan menghentikan unduhan otomatis pesan suara. Hal ini membuat pengguna bisa mengurangi penggunaan data.

Selain itu, juga akan ada dukungan WhatsApp untuk Haptic Touch. Berkat fitur tersebut, pengguna bisa menyentuh dan menahan ikon aplikasi untuk melihat opsi-opsi tambahan.

Bagi pengguna handset dengan layar AMOLED, fitur Dark Mode bisa menghemat daya baterai. Ini karena warna hitam yang diciptakan pada panel OLED dengan mematikan piksel di area-area yang sesuai, membuat daya baterai lebih hemat.

WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang sering merilis fitur-fitur baru, termasuk pada tahun ini. Pada awal  thaun lalu, misalnya, WhatsApp merilis fitur forwarding limit, atau pembatasan pesan menjadi hanya bisa maksimal lima kali.

Dalam peluncurannya di Jakarta awal tahun ini, perwakilan WhatsApp menyebut, pembatasan jumlah forward pesan ini berlaku di semua negara. Pembatasan forward pesan sebagai upaya untuk membatasi peredaran hoaks dan ujaran kebencian.

Apalagi saat itu, Indonesia tengah dalam rangka menyambut Pemilu Presiden 2019, dan banyak hoaks yang disebarkan lewat aplikasi pesan semacam WhatsApp.

Fitur lain yang dirilis adalah memperkuat privasi untuk Group. Pada November lalu, Direktur Kebijakan APAC WhatsApp Clair Deevy mengunjungi Menkominfo Johnny G. Plate yang baru dilantik Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, WhatsApp sekaligus memperkenalkan pengaturan privasi baru untuk Group Chat.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan kendali lebih saat hendak bergabung, atau tidak ke dalam obrolan grup.

Berkat fitur ini, pengguna bisa memilih untuk tidak mau bergabung ke grup jika diundang oleh seseorang yang tak dikenal.

Exit mobile version