Site icon nuga.co

Telah di Temukan Planet Untuk Menggantikan Bumi

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat telah menemukan planet pengganti bumi untuk harapan hidup manusia di masa depan. Para ilmuwan telah menyepakati, seribu tahun mendatang bumi akan mengalami  kekacauan akibat kepadatan dan kerusakan yang dahsyat oleh ulan manusia sendiri.

Temuan para  ilmuwan  NASA ini member harapan  untuk kehidupan yang lebih baik di planet, yang dirilis oleh para ahli ruang angkasa itu masih steril dan bersih dari pencemaran lingkungan dan wabah penyakit. Secara resmi para  ilmuwan mengumumkan pada penemuan  tiga planet yang menjadi kandidat terbaik untuk dihuni di luar sistem tata surya kita, Jumat.

Hasil temuan ini disambut oleh para ahli antariksa sebagai spektakuler setelah meneliti lebih dari 150 ribu bintang yang bisa member harapan hidup manusia untuk menggantikan bumi sebagai hunian. .

Dua planet di antara tiga planet yang dinamakan dengan, Kepler-62e dan Kepler-62f,  yang dirilis di jurnal Science,  adalah bagian dari sistem lima planet yang memungkinkan untuk mendukung kehidupan umat manusia dan memiliki cirri yang sama dengan bumi. Hanya saja, letaknya sangat jauh.

Bintang induknya, yang setara peran Matahari bagi Bumi, dinamai  dengan  Kepler-62, di mana planet-planet di sekitarnya dinamai dengan huruf-huruf di belakang angka.  Semakin kecil planet ini, semakin besar kemungkinannya berbatu dan semakin kecil kemungkinan  terbuat dari gas, kata William Borucki, peneliti utama program Kepler di NASA Ames Research Center.

Dua planet ditemukan mengorbit bintang bernama Kepler 62, terletak di zona layak huni, wilayah yang tak terlalu panas ataupun dingin serta diduga memiliki air. “Dua planet ini adalah kandidat planet terbaik yang mungkin layak huni,” kata William Borucki.

Dua planet tersebut hanya sedikit lebih besar dari Bumi dan beberapa miliar tahun lebih tua. Planet pertama bernama Kepler 62e, 40 persen lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintangnya selama 122 hari. Sementara planet kedua adalah Kepler 62f, 60 persen lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintangnya selama 267 hari.

Kedua planet itu mengorbit bintang yang berusia 7 miliar tahun, berjarak 1.200 tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Lyra. Planet itu terletak pada jarak pas sehingga suhunya tak terlalu panas dan tak terlalu dingin, air bisa ditemukan dalam bentuk cair.

Ilmuwan belum mengetahui apakah permukaan kedua planet itu lebih kaya batuan atau perairan. Namun, ilmuwan beranggapan bahwa planet itu punya material yang bisa terkondensasi membentuk padatan, tetapi juga punya cairan dalam jumlah signifikan.

Justin Crepp, asisten profesor fisika dari University of Notre Dame seperti dikutip AFP, Kamis, mengatakan, “Ini adalah obyek paling mirip Bumi yang kami temukan sejauh ini.”

Crepp mendeteksi keberadaan bintang Kepler 62 sekitar setahun lalu. Ia kemudian meneliti keberadaan planet yang mengelilinginya dengan metode transit, mengamati peredupan cahaya bintang akibat adanya planet yang melintas di mukanya. Meski Kepler 62e dan f dinyatakan paling mirip Bumi, masih belum diketahui apakah manusia bisa hidup di planet tersebut.

Sementara itu, terdapat planet ketiga yang diduga juga mirip Bumi, bernama Kepler 69c. Thomas Barclay dari Bay Area Environmental Research Institute di California mengatakan bahwa planet itu mungkin dekat dengan bintangnya dan panas seperti Venus.

Temuan Kepler 69c dipublikasikan di Astrophysical Journal, Kamis kemarin. Kepler 69 sendiri terletak 2.700 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Cygnus.

Dengan temuan ini, sekitar 2.700 kandidat dan planet yang telah terkonfirmasi berhasil ditemukan Kepler. Tahun 2011 lalu, Kepler juga menemukan dua planet yang diduga layak huni, bernama Kepler 22b dan Kepler 47c.

Misi Kepler diluncurkan tahun 2009, yang bertujuan mencari planet mirip Bumi sebagai calon tempat tinggal baru manusia.

Kepler-62f dianggap 40 persen lebih besar dari Bumi serta berpotensi paling mirip planet kita dari ketiga penemuan baru itu. Planet ini bisa menjadi berbatu, ujar Borucki, dengan kutub, daratan, dan juga air. Jumlah hari dalam setahun juga mirip Bumi, yaitu 267,3 hari.

“Jika Anda berdiri di Kepler-62f, bintang di langit akan terlihat lebih besar dari matahari kita. Namun, tingkat pencahayaan akan seperti berjalan-jalan di Bumi pada hari berawan,” kata Borucki pada konferensi pers.

Sedangkan Kepler-62e 60 persen lebih besar dari planet kita dan sedikit lebih dekat dengan bintang induknya. Planet ini layak disebut planet air karena ditutupi sebagian besar oleh lautan dengan waktu setahun 122,4 hari. Sebuah planet ketiga yang berpotensi dihuni, tetapi tidak termasuk dalam studi, disebut Kepler-69c. Studi ini dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal.

Ini adalah planet terkecil yang pernah ditemukan di “zona huni” daerah dekat sebuah bintang di mana planet dapat secara teoritis menahan air yang likuid. Kepler-69c tampaknya kurang pas di zona layak huni dibandingkan dengan dua planet lain, tetapi para ilmuwan tidak mengesampingkan hal itu.

“Dengan semua penemuan ini, kita menemukan fakta bahwa Bumi bukan satu-satunya. Ada hal-hal yang mirip Bumi di mana-mana,” kata Thomas Barclay, ilmuwan program Kepler di Bay Area Environmental Research Institute di Sonoma, California.

Namun begitu, jangan bermimpi Anda segera bisa tinggal di planet itu. Jarak Kepler-62 adalah 1.200 tahun cahaya dan Kepler-69 sejauh 2.700 tahun cahaya. Satu tahun cahaya setara hampir 6 triliun mil.

Exit mobile version