Site icon nuga.co

Sony Punya Jam Tangan Berbasis Kertas

Sony, perusahaan elektronik Jepang, yang memiliki usaha “siluman” bernama “Fashion Entertainments,” berhasil mengembang produk jam tangan berbasis e-paper.

Sejak September lalu “Fashion Entertainments,” yang tak lain merupakan perusahaan rekaan Sony, yang dibuat untuk menyembunyikan identitas sebenarnya telah berhasil membuat jam tangan berbasis “e-paper”

Keberhasilan membuat jam tangan dan menyembunyikan identitas kepmilikannya diungkapkan sendiri oleh Sony pada akhir minggu lalu.

Mengapa harus membuat perusahaan siluman seperti itu?

“Kami menyembunyikan nama Sony karena ingin melihat nilai sebenarnya dari produk ini, apakah akan ada permintaan untuk konsep yang bersangkutan,” jelas seorang juru bicara proyek tersebut, seperti dikutip “nuga” dari The Wall Street Journal.

Sony memang sedang berusaha melakukan diferensiasi di tengah ketatnya kompetisi pasar. Perusahaan Jepang itu tengah mencoba mengembangkan jam tangan dan dasi menggunakan material e-paper.

CEO Sony Kazuo Hirai mendorong para pegawainya agar menelurkan ide-ide produk atau bisnis baru. Perusahaan kemudian akan memberi dukungan finansial untuk membantu merealisasikan ide yang muncul.

Salah satu proyek yang muncul dari ide ini adalah Fes Watch bikinan “Fashion Entertainments” tadi. Ia adalah sebuah jam tangan pintar dari e-paper yang bisa mengubah penampilan berdasarkan gerakan tangan pengguna.

Total terdapat dua puluh empat pilihan tampilan yang bisa dipilih secara manual.

Di samping jam tangan, bahan e-paper yang fleksibel ini nantinya bisa diaplikasikan ke produk-produk fashion lainnya.

Sony tidak mengungkapkan kapan Fes Watch akan benar-benar memasuki pasaran. Di situs pengumpulan dana, hanya disebutkan bahwa para pemberi dana bisa memesan dan menerima produk jam tangan itu pada Mei tahun depan.

Sony dikabarkan berencana membuat wearable device berupa jam tangan pintar dari “kertas”. Tentu, yang dimaksud bukan kertas biasa, melainkan e-paper alias panel display tipis fleksibel yang tampilan layarnya mirip dengan tinta di atas kertas.

E-paper tidak menghasilkan cahaya sendiri seperi layar gadget pada umumnya, tapi mengandalkan sumber cahaya di lingkungan sekitar seperti yang dilakukan ketika membaca buku.

Sebelumnya, di bulan Oktober, seperti dikutip dari situs Bloomberg, terungkap bahwa jam tangan pintar e-paper Sony nantinya akan mengedepankan aspek gaya ketimbang fungsi kompleks macam gadget Apple Watch atau produk seri SmartWatch bikinan Sony sendiri.

Teknologi e-paper yang akan dipakai masih belum jelas. Beberapa produk e-paper yang beredar di pasaran memakai teknik berbeda untuk tampilan layar.

Smartwatch Pebble, misalnya, menggunakan LCD yang disebut sebagai “e-paper”, sementara jam CST-01 dari Central Standard Timing menggunakan e-Ink ala tablet Kindle.

Jam tangan pintar berbasis e-paper nantinya akan menjadi salah satu produk pertama yang ditelurkan oleh sebuah divisi baru di Sony, hasil bentukan CEO Kaz Hirai. Divisi tersebut ditujukan untuk menggenjot inovasi Sony dalam mengeluarkan terobosan baru.

Pasar wearable device sendiri masih terbilang kecil, dengan hanya 22 juta unit yang terjual di seluruh dunia pada tahun fiskal ini. Sebagian besar wearable device berbentuk jam tangan atau gelang pintar yang dikenakan di pergelangan tangan.

Sumber: Bloomberg dan The Wallstreet Journal

Exit mobile version