Site icon nuga.co

Lapor, Postingan Berbayar Instagram

Anda pengguna Instagram?

Nah, mulai sekarang  ada sesuatu yang baru untuk mengakses aplikasi itu.

Instagram akan menerapkan fitur baru terkait konten beriklan.

Peraturan ini sedikit banyak akan mengubah cara kerja selebriti di Instagram alias Selebgram.

Layanan milik Facebook, berupaya menekankan aspek trasnparansi terhadap sistem kerja konten berbayar.

Pasalnya selama ini iklan yang terpampang di Instagram melalui akun selebgram sulit dibedaka
Untuk mengakalinya, Instagram kini menyediakan label “kemitraan berbayar dengan” bagi para selebgram yang ingin mempromosikan suatu produk.

Menurut mereka label itu dapat mempertegas iklan yang disampaikan konten itu.

“Dengan menggunakan label ‘Paid partnership with’ di konten organis dan Instagram Stories, memudahkan kreator dan pengiklan hubungan kerja sama mereka, menjaga otensitas akun,” tulis Instagram di blog mereka, dua hari lalu.

Seperti diungkapkan di atas, label tersebut bisa dipakai baik untuk unggahan foto maupun di Story. Mereka berencana merilis fitur ini beberapa pekan ke depan.

Inisiatif yang mendorong transparansi ini tak sepenuhnya berasal dari Instagram.

Sebelumnya sejumlah selebgram mendapat desakan dari komisi perdagangan Amerika Serikat atau FTC agar memperjelas hubungannya dengan merek yang mereka promosikan.

“Setelah memantau sejumlah postingan Instagram dari para selebriti, atlet, dan influencer lain, staf FTC mengirimkan lebih dari sembilan puluh surat yang mengingatkan mereka agar membuka dengan jelas hubungannya dengan produk yang mereka promosikan di media sosial,” kata FTC dalam rilisnya.

Cara beriklan di Instagram memang agak unik.

Selain spot beriklan resmi dari Instagram sendiri, pengiklan kerap meminjam figur akun-akun berpengaruh dengan jumlah pengikut yang besar untuk mempromosikan produknya.

Saking besarnya peluang selebgram menuai pendapatan dari produk yang mereka pasarkan, mereka bahkan masuk ke dalam bidikan pajak.

Sebuah studi dari kantor pemasaran Mediakix menemukan bahwa sembilan puluh tiga persen konten dari lima puluh selebgram dengan follower terbanyak minim informasi soal hubungannya dengan para pengiklan.

“Penting untuk memastikan bahwa komunitas bisa mudah mengenali kapan seseorang yang mereka ikuti dibayar untuk mengunggah konten itu,” imbuh Instagram di blognya.

Sementara waktu fitur ini akan berfungsi secara opsional. Namun Instagram berencana membuat fitur ini wajib buat semua selebgram yang beriklan.

Instagram adalah salah satu opsi beriklan lewat jalur digital yang digandrungi saat ini.

Pengguna Instagram dengan jutaan pengikut alias follower kerap disebut sebagai “ influencer” karena menjadi media baru bagi pengiklan untuk memasarkan produk dan jasa.

Sayangnya, para influencer yang juga diistilahkan sebagai “ selebgram” ini bisa dibilang belum melek soal etika dan tata cara beriklan yang benar.

Setidaknya begitu menurut hasil studi firma penelitian Mediakix.

Mediakix mengambil sampel dari lima puluh akun selebgram yang memiliki follower terbanyak,

Tiap akun rata-rata memproduksi  postingan setiap bulan.

Artinya, para selebgram tak jujur bahwa mereka sedang beriklan dan perilaku ini bisa disebut sebagai pembohongan publik.

Padahal, label iklan itu sesimpel membubuhkan postingan dengan caption bertagar #ad atau #sponsored, atau menuliskan kata “sponsored by” alias “disponsori oleh”.

Mayoritas iklan yang berseliweran di Instagram berasal dari industri fesyen, yakni sekitar 61 persen.

Lantas pada posisi kedua adalah iklan travel sebanyak delapan persen.

Di bawahnya lagi secara berturut-turut adalah iklan makanan dan minuman, aplikasi, kecantikan, otomotif, elektronik, dan lainnya.

Menurut Federal Trade Commission, setiap postingan yang berhubungan dengan keuntungan materi bagi si pengunggah, baik berupa produk gratis atau pembayaran, harus ada label iklan yang dicantumkan secara jelas.

Jika label tak jelas, misalnya hanya #sp, atau tagar sponsor sengaja dibuat tenggelam oleh tagar-tagar lain, FTC menganggapnya tak berlabel. Lagi-lagi, ini juga dinilai sebagai upaya selebgram untuk menutupi postingan berbayar.

“Label sponsor yang tak disertakan mungkin dianggap sepele. Tapi ini berdampak dalam dan luas untuk konsumen dan industri pemasaran berbasis influencer,” kata Mediakix.

Instagram dan platform media sosial lain makin aktif digunakan untuk beriklan. Artinya  linimasa pengguna semakin disesaki konten komersil dari yang sebelumnya hanya berbagi konten visual,” Mediakix menambahkan.

Exit mobile version