Site icon nuga.co

Perpindahan Antar-aplikasi di Windows 10

Microsoft kini mempermudah perpindahan  antara satu aplikasi ke aplikasi lain  di Windows 10 semakin mudah

Sebelumnya, browser ini  membuka berbagai situs secara bersamaan di banyak tab dan  aplikasibya hanya dapat berjalan sendiri di jendela masing-masing.

Tapi batasan tersebut agaknya bakal berubah di masa depan. Microsoft kini tengah menguji coba kemampuan menambah tab di aplikasi Windows 10.

Fitur yang dinamakan “Sets” itu nantinya bakal memungkinkan pengguna membuka bermacam jenis aplikasi di tab terpisah dalam sebuah jendela yang sama.

Dalam sebuah video demonstrasi, Microsoft mencontohkan seorang pelajar yang mesti mengerjakan tugas makalah tentang gunung berapi.

Langkah awal dimulai dengan membuka aplikasi pengolah kata Micosoft Word untuk mengetik. Dari sana, ia bisa membuka tab baru dalam jendela Word. Di tab baru ini terdapat pilihan untuk membuk aplikasi lain seperti OneNote dan PowerPoint.

Ketiga aplikasi tadi, Word, OneNote, dan PowerPoint pun kini berjalan dalam jendela yang sama dan sang pelajar bisa berpindah-pindah aplikasi hanya dengan meng-klik tab aplikasi terkait di deretan atas jendela, seperti berpindah situs dalam tab browser saja.

Tak perlu lagi pusing mengganti window aktif untuk membuka aplikasi tujuan seperti yang dilakukan oleh pengguna Windows selama ini.

Layaknya browser yang menyimpan tab aktif pula, Word bakal mengingat aplikasi lain mana yang ikut dibuka oleh pengguna ketika mengerjakan sebuah proyek Word.

Tab berisi aplikasi-aplikasi lain ini lalu bisa langsung dibuka kembali, berikut dengan konten yang terakhir dilihat ala “restore browsing session” di peramban internet.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Sabtu (2/12/2017), saat ini Sets baru berlaku untuk program berbasis Universal Windows Apps seperti beberapa aplikasi Office tadi.

Namun, Microsoft berencana menambah fitur Sets ke aplikasi standar Windows 10 seperti Notepad, File Explorer, bahkan juga Adobe Photoshop.

Sets rencananya akan mulai diuji coba dengan melibatkan para Windows 10 testers dalam beberapa minggu ke depan. Belum diketahui kapan fitur tersebut akan resmi hadir untuk pengguna Windows 10 secara umum.

Selain itu, Microsoft juga  mengklaim sistem operasi Windows 10  yang ia miliki kini semakin baik, stabil, dan cepat, dari segi performa.

Microsoft mengatakan Windows 10 versi teranyar lebih cepat tiga belas persen untuk boot, delapan belas persen untuk log in, serta tiga puluh  persen untuk facial recognition.

Dari sisi baterai, Windows 10 kini lebih tahan 5 persen untuk menonton video di aplikasi “Movies & TV”, serta peningkatan 17 persen pada peramban Edge.

Agaknya sang raksasa software sedang meyakinkan kembali para kustomer, khususnya korporat, bahwa pembaruan Windows 10 kali ini benar-benar bermanfaat.

Pasalnya, sudah lima bulan dirilis, hanya sepertiga pengguna Windows 10 yang memperbarui sistem operasinya.

Bisa jadi pengguna Windows 10 trauma atas insiden pada versi Anniversary 1607 keluaran 2016. Kala itu, peningkatan performa Windows 10 diikuti beberapa masalah, di antaranya terkait webcam dan perangkat baca digital Kindle.

Microsoft pun belajar dari kesalahan.

Sejauh ini, masalah. Versi sistem operasi itu bekerja sebagaimana mestinya. Sayangnya, kepercayaan pengguna terlanjur luntur dan harus dibangun kembali

Exit mobile version