Site icon nuga.co

Pencurian Data Sensitif Meningkat di WhatsApp

Awas, meski diklaim memiliki keamanan berkat enkripsi data, nyatanya peretas justru memanfaatkan fitur berbagi data, yang belakangan disediakan WhatsApp,  untuk mencuri data sensitif.

Seperti yqng ditulis laman situs IBTimes, hari ini, Jumat, 06 Januari 2017,  peretas mengirimkan data dengan format Excel yang sebenarnya telah disusupi malware.

Agar lebih meyakinkan pengguna untuk membuka data yang dikirim, peretas menyematkan identitas lembaga keamanan asal India seperti Akademi Pertahanan Nasional dan Badan Investigasi Nasional.

Lantas, data apa yang ingin dicuri peretas?

Data  yang dicuri dari pengguna meliputi informasi perbankan dan data penting lainnya.

Caranya, peretas akan meminta penggunanya memasukkan data priadi untuk membuka dokumen yang dikirim.

Saat dokumen terbuka, peretas akan menyusup mengakses informasi mengenai data perbankan dan PIN.

Meski tidak menyasar pengguna sistem operasi tertentu, kebanyakan pengguna Android mengaku menjadi korban dokumen palsu tersebut.

Pengguna ponsel Android versi lawas dengan harga murah kebanyakan melaporkan menerima dokumen berisi virus.

Sejauh ini kasus penyusupan data melalui WhatsApp hanya ditemui pengguna Android di India.

Pemerintah India diktehaui turun tangan mengeluarkan pemberitahuan mengenai pertahanan dan keamanan berbagi informasi.

Serangan ini disinyalir membidik kelompok tertentu dari kalangan militer dan kepolisian.

Hingga saat ini pihak WhatsApp diketahui belum mengambil tindakan pencegahan merebaknya kasus penipuan serupa di negara lain.

Sebenarnya untuk keamanan pengguna WhatsApp tak tinggal diam. Mereka  segera meluncurkan fitur bernama edit dan revoke.

Kedua fitur ini pada dasarnya sangat berguna bagi pemakai WhatsApp yang tak sengaja mengirimkan pesan yang salah atau pesan typo ke nomor lain.

Seperti ditulis laman  DailyStar, dengan fitur revoke pengguna bisa menarik kembali pesan yang sudah telanjur dikirimkan ke seseorang dalam batas waktu tertentu.

Tentu saja sang penerima setelah ditarik pesannya tak akan bisa membaca pesan tersebut.

Sementara itu fitur edit, memungkinkan pengguna untuk mengedit tulisan yang sudah dikirimkan ke nomor lain. Ini sangat cocok bagi pengguna yang sering  typo atau salah dalam menulis pesan.

Cara menggunakan kedua fitur ini pun kabarnya sangat mudah, pengguna cukup menekan beberapa detik pesan yang dikirimkan, kemudian, akan ada dua fitur yang muncul yakni edit dan revoke.

Khusus fitur revoke bisa digunakan sampai penerima pesan belum membuka atau membaca pesan yang dikirimkan.

Sehingga, fungsi ini tidak akan berguna apabila pesan yang dikirimkan sudah ‘dua centang biru.’

Belum diketahui kapan pastinya kedua fitur ini akan dilempar ke pengguna, namun tampaknya seperti yang sudah-sudah, WhatsApp akan memberikan semacam versi beta ke pemakai Androis seperti yang terjadi saat merilis fitur Video Call beberapa waktu lalu.

Menjelang akhir tahu lalu WhatsApp juga telah memastikan untuk  menghentikan dukungan aplikasinya ke sejumlah ponsel model jadul.

Dalam blog resmi WhatsApp menekankan tidak lagi memberikan dukungan untuk ponsel merek BlackBerry, Nokia, dan Android versi lawas.

“Pada akhir tahun lalu kami memutuskan untuk menghentikan dukungan untuk WhatsApp Messenger pada beberapa platform mobile, seperti BlackBerry, Nokia, dan Android versi lama,” tulis WhatsApp seperti dilansir Daily Star.

Salah satu alasan yang membuat anak perusahaan Facebook tersebut menghentikan dukungan disebut karena perangkat tersebut tidak mampu mendukung kapabilitas fitur terbaru yang akan tersedia di masa depan.

“Ini merupakan satu keputusan berat bagi kami, tapi rasanya merupakan saat yang tepat untuk memberikan pengalaman yang lebih baik terhubung menggunakan WhatsApp.”

Besar kemungkinan kedepannya WhatsApp akan merilis fitur baru yang memerlukan perangkat dengan spesifikasi tinggi.

Dengan kata lain, pengguna WhatsApp yang masih memakai ponsel lawas nantinya tidak akan bisa lagi mengirim dan menerima pesan.

Untuk Anda yang masih memakai ponsel lawas sebaiknya segera beralih mengadopsi ponsel Android versi terbaru, iPhone, atau Windows Phone.

Meski belum mengeluarkan tanggal pasti, namun dapat dipastikan pada 1 Januari 2017 nanti WhatsApp tidak bisa lagi digunakan di ketiga perangkat tersebut.

Pada November kemarin, WhatsApp baru saja merilis fitur panggilan vidoe yang memungkinkan interaksi bukan hanya sebatas pesan isngkat dan panggilan suara.

Layanan pesan instan ini juga sebelumnya baru saja menyediakan update berbagi foto Gif yang bisa ‘dicoret-coret’ sebelum dikirimkan ke teman dan grup.

Exit mobile version