Site icon nuga.co

Pakailah Nexus, “PIN-nya Lewat Suara

Anda menginginkan sensasi “pattern” atau PIN dengan menggunakan suara?

Kalau iya, pergunakanlah smartphone Nexus buatan Google.

Ttidak lama lagi smartphone itu bisa membuka, atau “unlock” dengan menggunakan suara.

Fitur yang dinamakan Trusted Device ini bakal hadir bersama dengan pembaruan Google Play Services versi 7.0 dan Android 5.1 Lollipop.

Kemungkinan, di kutip dari Slashgear, pengguna bisa mengakses fitur tersebut langsung melalui menu Setting standar di Android.

Penggunaan fitur ini dikatakan tidak jauh berbeda ketika pengguna membuka layanan Google Now dengan menggunakan suara. Nantinya, pengguna perlu mengucapkan kata “OK Google” untuk membuka sistem.

Bersamaan dengan berjalannya waktu, ketika pengguna sering menggunakan kata “OK Google”, sistem akan makin mengenali suara pengguna.

Google sendiri memberi peringatan bahwa sistem keamanan tersebut tidak seaman ketika pengguna menggunakan PIN atau password. Sistem dapat diakali dengan berbagai cara. “Kunci” dapat dibuka ketika seseorang menggunakan rekaman suara pengguna.

Apabila ada seseorang yang memiliki suara yang mirip dengan pengguna, orang itu pun dapat membuka kunci sistem.

Nantinya, pengguna tetap akan memasukkan kode PIN tersendiri sehingga pengguna bisa membuka Android secara manual. Hal tersebut akan sangat berguna, apabila suara pengguna sedang bermasalah.

Selain lewat suara, Google juga akan memperkenalkan fitur membuka sistem Android lain yang dinamakan Trusted Devices, Trusted Face, dan Trusted Places.

Sama seperti namanya, pengguna bisa menggunakan wajah untuk membuka sistem melalui fitur Trusted Face.

Sementara itu, pengguna bisa memanfaatkan perangkat lain, menggunakan Bluetooth, untuk membuka Android. Sebagai contoh, sistem perangkat bisa dibuka, apabila ada jam tangan dengan Android Wear didekatnya.

Ada juga Trusted Places, yang mengizinkan perangkat untuk dibuka di beberapa tempat tertentu yang sudah ditentukan sebelumnya.

Saat ini, fitur unlock tersebut baru akan tersedia di perangkat Android stock, seperti Nexus contohnya.
Masih belum jelas, apakah fitur tersebut akan tetap hadir di perangkat lain atau tidak.

Sementara itu, Google juga sudah merampung kekhawatiran pengguna gadget terhadap baterai dalam perangkat miliknya kehabisan daya.

Pasalnya di era digital ini, mulai dari pekerjaan sampai urusan pergaulan, semuanya terpusat pada gadget.

Google sedang menyelesaikan tahap akhir riset untuk meningkatkan kapasitas baterai lithium-ion dan mengembangkan solid-state batteries.

Solid-state batteries ini menggunakan elektroda padat yang cenderung lebih aman, bahkan diklaim dapat juga digunakan untuk implant pada manusia.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Dr. Ramesh Bhardwaj yang merupakan anggota Google X. Dia mengarahkan agar teknologi baterai ini dikembangkan untuk tujuan konsumer.

Jika terwujud nanti, baterai buatan laboratorium Google X tersebut akan bisa digunakan di banyak perangkat. Mulai dari mobil tanpa awak buatan mereka, hingga untuk perangkat robotika, komunikasi, dan ponsel Android.

Sayangnya tidak ada kepastian jelas atau tenggat waktu yang menunjukkan kapan teknologi ini bisa tercapai.

Selama ini laboratorium Google X dikenal sebagai wadah eksperimen raksasa internet Amerika Serikat itu. Beberapa di antara hasil eksperimen mereka adalah Glass, kacamata pintar yang dapat terhubung ke internet dan Google Loon yang menggunakan balon udara sebagai media penyediaan koneksi internet.

Sumber: SlashGear

Exit mobile version