Site icon nuga.co

NASA Temukan “Bumi” Baru Layak Huni

Harapan manusia menemukan kehidupan baru di salah satu planet ternyata tidak pernah mati. Upaya pencarian kehidupan baru itu, nampaknya, makin terbuka dengan temuan baru berupa planet seperti Bumi oleh NASA lewat wahana angkasa milik mereka, Kepler.

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, mengumumkan penemuan planet yang memiliki banyak kesamaan dengan Bumi, dan kemungkinan merupakan lokasi kehidupan di luar Bumi.

Sebagaimana dilaporkan The Telegraph, Jumat , 24 Juli 2015, misi yang dilakukan dengan menggunakan pesawat ruang angkasa Kepler itu telah melakukan pencarian dunia baru di luar wilayah orbit Matahari atau Solar System sejak enam tahun lalu.

Selama hampir enam tahun berkelana, Kepler telah menemukan tak kurang dari empat ribu planet baru yang diduga dapat dihuni manusia yang diberi nama ‘Goldilocks Zone’.

Planet-planet baru yang disebut dengan ‘Goldilocks Zone’ itu memiliki suhu yang tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin, sehingga cocok untuk mahluk hidup.

Para ilmuwan NASA mengumumkan hasil kerja mereka tersebut setelah benar-benar menemukan sebuah planet yang potensial seperti Bumi dan mengorbit sebuah bintang yang mirip Matahari.

Penemuan tersebut juga memberikan harapan baru jika peradaban alien mungkin terdapat di luar Tata Surya.

Sebelumnya pada awal pekan ini, Stephen Hawking dan himpunan Astronomer Royal Lord Martin Rees, mengumumkan jika mereka akan bergabung untuk melakukan proyek pencarian kehidupan alien di galaksi Bima Sakti.

Misi pencarian dunia baru NASA tersebut saat ini tengah difokuskan untuk menemukan planet dengan kondisi alam yang tak jauh berbeda dengan Bumi. Pesawat ruang angkasa Kepler akan mencari sebuah planet berbatu dengan ukuran setengah atau dua kali permukaan Bumi, sehingga air tetap bisa eksis di sana.

Mengutip laman IBTimes, Jumat, 24 Juli 2015, planet tersebut bernama Kepler 452b, dan digambarkan sebagai yang terbesar, sepupu tertua untuk planet Bumi dan terkecil selama mengorbit di zona layak huni di sekitar bintang yang menyerupai Matahari.

Dengan kata lain, planet ini enam puluh persen lebih besar dari Bumi, dan Kepler 452b orbitnya hanya dua puluh hari lebih lama dibanding Bumi.

Para ilmuwan percaya, enam miliar tahun dalam zona layak huni di dekat bintang yang memiliki masa dan suhu mirip Matahari, memiliki waktu lebih dari cukup bagi kehidupan berkembang di lautan dan permukaannya.

“Kepler 452b dapat mengalami apa yang Bumi akan alami lebih dari satu miliar tahun dari sekarang,” kata Doug Caldwell, ilmuwan Seti Institute pada misi Kepler.

John Jenkins, pemimpin data analisis Kepler di Ames Research Center di Moffett Field, California, mengatakan,

“Ini menakjubkan untuk mempertimbangkan bahwa planet ini menghabiskan enam miliar tahun di zona layak huni dari bintang.”

Lebih lanjut, Jenkins mengatakan, Kepler 452b cenderung memiliki gravitasi lebih kuat dari Bumi, dan berbatu dengan berapi yang aktif.

Astronom senior dari SETI, Seth Shostak mengatakan, penemuan Kepler-452b telah menggiring lebih dekat kepada pemahaman bahwa porsi planet yang bisa mendukung kehidupan lebih tinggi dari yang sebelumnya diperkirakan.

Menurutnya, penemuan planet-planet baru yang mirip Bumi juga bisa membuka pintu lebih lebar lagi untuk memahami pecahan bintang seperti apa yang sekiranya bisa menyemai ‘dunia’ untuk menopang kehidupan.

“Setiap temuan yang ditangkap tentu membantu kami untuk menjawab tentang ‘pecahan langit’ yang memiliki planet kembaran Bumi. Pecahan tersebut terlihat sangat menjanjikan.

Tidak dalam satu banding sejuta, atau seribu. Tapi lebih kepada satu dari dua atau lima kemungkinan,” ujar Shostak, mengutip situs The Guardian.

SETI yang merupakan organisasi nirlaba dan fokus pada penemuan asal-usul kehidupan di alam semesta, selama ini menggunakan teleskop Allen Telescope Array

Teleskop ATA sendiri adalah kumpulan dari 42 antena di San Francisco bagian utara yang berfungsi memantau frekuensi sinyal radio. SETI juga berperan dalam pencarian peluang kehidupan di Kepler-452b.

“Untuk kemungkinan potensi penghuni asing di sana, saat ini masih malu-malu alias belum menunjukan tanda pasti. Namun perlu diketahui, banyak penyebab soal sinyal hilang. Jika tak menangkap sinyal bukan berarti tak ada ‘orang’ di sana,” lanjut Shostak.

Letak Kepler-452b yang jaraknya sekitar seribu empat ratus tahun cahaya dari Bumi membatasi SETI untuk mencari kehidupan di sana secara mendalam.

Teleskop ATA hanya menangkap aktivitas sinyal radio, sehingga bentuk kehidupan di sana — apabila ada — diyakini sudah sangat ‘mapan’.

NASA menyatakan bahwa Kepler-452b lebih besar enam puluh persen dari Bumi. Hal menariknya, tempat ia ‘bersemayam’ adalah di zona layak huni, kawasan di mana cairan air yang bisa menopang kehidupan sangat mungkin hadir di permukaan planet.

“Ini bisa jadi kesempatan besar bagi lahirnya kehidupan. Tentu yang diperlukan adalah semua bahan dan kondisi yang mendukung peradaban agar bisa sungguh-sungguh tercipta di planet ini,” ucap peneliti Kepler, Jon Jenkins.

Exit mobile version