Site icon nuga.co

Misteri Kenapa Langit Malam itu Gelap?

Mengapa malam itu gelap?

Ya, itulah pertanyaan sederhana  yang paling mengusik dan membutuhkan jawaban  yang tak sederhana.

Iya juga ketika banyak peneliti menjawan bahwa penjelasan tentang mengapa malam itu gelap ternyata tak sederhana yang dikira.

Malam gelap bukan hanya karena tak ada matahari.

Sebab, walaupun matahari tak ada, bukankah ada bintang-bintang lain?

Astronom memperkirakan, jumlah bintang di alam semesta mencapai lebih dari 200 miliar. Jika semua bersinar, bukankah setidaknya bermandikan cahaya layaknya suasana pesta kembang api?

Pertanyaan mengapa malam gelap sudah diajukan sejak masa astrofisikawan Heinrich Wilhelm Olbers

Pemikirannya dikenal dengan “Olbers Paradox”.

Dahulu, astronom berpikir bahwa alam semesta itu statis dan tidak berbatas. Debu-debu antariksa akan menyerap energi dari bintang sehingga seharusnya membuat langit malam terang. Tetapi, nyatanya tidak.

Hingga kemudian pada abad dua puluh, astronom mengetahui bahwa alam semesta itu berbatas.

Alam semesta memiliki awal, seperti kita semua.

Jagat raya dimulai pada tiga belas koma delapan miliar tahun lalu, saat terjadinya Big Bang.

Dengan demikian, cahaya yang bisa dilihat manusia juga hanya yang berasal dari masa tersebut.

Astronom kemudian mengetahui fakta lain, yaitu bahwa alam semesta itu megembang. Jadi, cahaya yang ada di alam semesta mungkin berasal dari jarak yang lebih jauh dari  tahun cahaya.

Jarak yang jauh berpadu dengan pengembangan alam semesta membuat gelombang cahaya bintang yang datang dari wilayah nun jauh di sana meregang, mendekati panjang gelombang cahaya merah.

Alhasil, manusia tak bisa melihat semua cahaya yang mengarah ke bumi.

Jadilah kita menyaksikan malam itu gelap. Hanya beberapa bintang yang jaraknya tergolong dekat dalam skala astronomi saja yang bisa dilihat dengan mata telanjang manusia.

Pada dasarnya langit itu bisa dikatakan berwarna hitam, bukan biru apakah itu siang atau malam hari. Hal ini karena ruang angkasa yang gelap dan tidak berwarna.

Ruang angkasa gelap, karena ruang angkasa hanyalah meneruskan cahya, bukan menyerap lalu memantulkan, sehingga gelap, tidak terlihat apa-apa(kosong).

Karena sinar matahari tersebar oleh partikel-partikel aerosol di atmosfer, maka oleh kita di permukaan bumi, langit akan tampak secara umum berwarna biru.

Demikian juga pada malam hari akan berwarna biru, karena sinar yang diterima bumi juga adalah sinar matahari yang sama, hasil pantulan bulan.

Karena sinar ini adalah sama, maka seharusnya malam hari pun langit berwarna biru. Dan memang langit malam berwarna biru.

Hal ini bisa dibuktikan pada kondisi ketika tidak ada sumber cahaya pengganggu(rendah polusi cahaya), yang mana langit akan terlihat kebiruan.

Walaupun langit malam juga biru, kita tidak dapat melihatnya dikarenakan level cahayanya yang rendah.

Hal ini lebih karena batas kemampuan mata kita untuk melihat warna. Akibatnya kita melihat dan mempersepsikan langit malam berwarna hitam.

Exit mobile version