Site icon nuga.co

Misteri “Blood Moon” Pertanda Kiamat?

Bulan “merah darah,” atau dikenal sebutan populernya “blood moon,” yang akan datang menghiasi langit 28 September 2015 mendatang, dispekulasikan oleh kelompok masyarakat tradisionil global sebagai isyarat kedatangan kiamat.

Sebuah perkumpulan mistis di Afrika, menyebarkan bahwa “blood moon,” akan menandai kiamat bersamaan dengan datangnya serangan meteor ke Bumi dan menciptakan kerusakan.

Betulkah “blood moon” akan mendatangkan kiamat?

Entahlah!

Tapi dari sisi sains dijelaskan “bood moon” terjadi ketika Bumi berada antara Matahari dan Bulan.

Saat Bulan melewati bayangan Bumi maka akan menampakkan permukaan merah menyala sehingga orang kerap menyebutnya sebagai blood moon.

Fenomena pada akhir September nanti dipercaya merupakan yang ke-empat kalinya terjadi sejak 15 April 2014.

Surat kabar Inggris terkenal Telegraph, Kamis, 10 September 2015, menulis adanya kelompok keyakinan tertentu yang memastikan kemunculan gerhana itu bukanlah suatu kebetulan melainkan pertanda kerusakan di dunia.

Gerhana bulan keempat kalinya, yang terjadi berturut-turut dalam jeda enam bulan, dianggap sebagian kelompok aliran minoritas di Amerika sebagai sebuah pertanda buruk.

Mereka menyebutnya sebagai akhir dunia.

“Mereka menyebut ‘Matahari akan berubah gelap dan Bulan menjadi darah sebelum kedatangan hari kebesaran dan kemuliaan Tuhan’,” ujar John Hagee, dalam buku yang bertajuk ‘Four Blood Moon’.

Buku itu sempat menjadi best seller pada Maret tahun lalu.

Dilansir laman Daily Mail, , menurut sang pendeta, fenomena Bulan Darah alias blood moon pada gerhana Bulan Total nanti diprediksi akan mengubah dunia dalam waktu dekat.

Menanggapi fenomena Bulan darah, pastur John Hagee menyatakan peristiwa besar yang mengerikan akan terjadi kepada Bumi.

Hagge juga meyakini fenomena gerhana Bulan yang terjadi bertepatan dengan minggu Paskah menandakan suatu hal dramatis yang akan mengubah keseluruhan dunia. Haggle mempercayai hal tersebut

Sementara itu, menanggapi perkiraan pendeta tersebut, pihak NASA memberikan jawaban ilmiahnya.

Menurut NASA, fenomena Bulan darah merupakan peristiwa yang wajar saat gerhana Bulan total terjadi.

“Selama gerhana, Bulan sering terlihat kemerahan karena sinar Matahari telah melewati atmosfer Bumi, yang menyaring sebagian besar sinar biru,” jelas NASA.

NASA memperkirakan fase gerhana Bulan yang dilihat dari Australia, Jepang, Cina, dan Asia Tenggara akan terjadi selama dua belas menit.

Sementara itu, gerhana Bulan akan berlangsung selama lima menit di Amerika Serikat.

Peneliti dari badan luar angkasa Amerika itu menyatakan, tidak akan ada benda langit yang dapat menghantam bumi dalam waktu dekat, asteroid sekalipun.

“Jika pun ada, kemungkinan yang terjadi sangat kecil. Malah, sepanjang yang kami ketahui, tidak ada objek besar di luar angkasa yang berpotensi bergesekan dengan bumi dalam beberapa ribu tahun ke depan,” ujar peneliti NASA.

Namun, kelompok tersebut tetap meyakini jika dunia akan berakhir dalam waktu dekat. Jika bumi bisa selamat dari dampak Blood Moon, itu hanyalah sebuah jeda yang berlangsung sementara.

Menurut Chris McCann dari kelompok eBible Fellowship, dunia akan kiamat pada 07 Oktober nanti.
McCann mengutip kitab suci yang memprediksi kemunculan kembali juru selamat ke bumi.

Sebelumnya, dia pernah mengatakan jika kemunculan Yesus ke bumi akan terjadi pada 21 Mei 2011. Namun, kemudian ia merevisi prediksi ini dan mengubahnya menjadi 07 Oktober.

Sementara itu para astrolog mengungkapkan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh warga dunia pada saat “blood moon.”.

Para astrolog mengungkapkan, munculnya fenomena bulan memiliki makna tersendiri.

Dikutip dari Ibtimes.com, , ada beberapa astrolog yang menyampaikan beberapa pandangan atas munculnya blood moon

Datangnya blood moon berdasarkan perpektif astrologi bisa memberikan momentum yang tepat untuk perubahan, terutama bagi Anda yang memiliki kepribadian menahan dalam mencapai impian.

Dengan munculnya fenomena itu, menurut laman Elephantjournal.com, seharusnya bisa membuat Anda menjadi berubah sangat kreatif, luas, dan berani.

Selanjutnya, pakar astrologi, Kelly Rosano mengatakan blood moon merupakan tanda menyenangkan dan mengkespresikan diri.

Maka menurut Rosano, fenomena ini bisa membuat orang untuk fokus dalam berharap dan bersenang-senang.

Exit mobile version