Site icon nuga.co

Microsoft Akui Window Phone Telah Mati

Window Phone telah mati.

Dan itulah untuk pertama kalinya pengakuan terbuka dari Microsoft tentang produknya itu yang menjadi bahan perbincangan selama ini.

Dan Microsoft resmi berhenti mengembangkan fitur baru atau perangkat keras untuk windows 10 Mobile.

“Windows-Phone telah mati,” tulis blog resminya hari ini, Selasa, 10 Oktober.

Dalam akun twitternya, Joe Belfiore, Vice President Windows 10, mengungkapkan bahwa Microsoft berhenti mengembangkan ponsel Windows.

Tak akan ada lagi fitur baru dan produk Windows Phone anyar.

Meski demikian, Microsoft akan terus mendukung sistem operasi Windows Phone dengan perbaikan bug dan pembaruan keamanan.

Salah satu alasan mundurnya Microsoft untuk perangkat Windows adalah karena pengembang tidak mendukung platform tersebut.

“Kami telah berusaha sangat keras untuk menghasilkan aplikasi devs. Membayar uang .. menulis aplikasi untuk mereka .. tapi volume pengguna terlalu rendah bagi kebanyakan perusahaan untuk diinvestasikan,” tulis Belfior dalam postingan Twitternya, dikutip dalam The Verge.

Sebenarnya, Platform Windows Phone telah mati tahun lalu. Namun Microsoft belum pernah mengumumkannya secara resmi. Keputusan Microsoft untuk menghentikan bisnis teleponnya tahun lalu, telah berdampak pada pemberhentian ribuan karyawannya.

Microsoft harus menghadapi kenyataan bahwa orang tidak membutuhkan sistem operasi Windows di ponselnya.

Platform Windows Phone tak didukung pengembang lantaran mereka fokus untuk mengembangkan aplikasi untuk iOS dan Android yang punya lebih banyak pengguna.

Belakangan Microsoft juga melakukan hal serupa. Mereka terus melakukan peningkatan di berbagai aplikasi yang ada di iOS dan Android.

Microsoft juga tampak fokus meningkatkan pengalaman mengubungkan ponsel ke PC. Fitur ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk melanjutkan pengerjaan dokumen dari ponsel ke PC dan sebaliknya.

Launcher baru Microsoft untuk Android bahkan sudah melangkah lebih jauh dalam meningkatkan keseluruhan pengalaman Android, dengan kustomisasi cerdas dan fitur berbagi PC.

Melihat agresivitas mengintegrasikan aplikasinya ke iOS dan Android, sepertinya gosip kalau akan ada ponsel Surface tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Kemungkinan dengan mengembangkan perangkat lunaknya di iOS dan Android, bisa menggantikan bisnis Microsoft yang berantakan dalam produksi seluler selama bertahun-tahun, demikian dilaporkan dalam The Verge.

Sejak beberapa bulan lalu, Microsoft akhinya tak lagi menyediakan dukungan perangkat lunak untuk Windows Phone.

Dukungan ini bahkan tak juga disedikan untuk Windows Phone versilainnya yang saat ini masih banyak digunakan.

Laman resmi Microsoft pada waktu itu  menunjukkan penghentian dukungan sistem operasi Windows Phone berlaku efektif per  Juli lalu. Dengan demikian OS tersebut hanya bertahan selama tiga tahun sejak pertama kali dirilis.

Perlu diingat pula, Windows Phone merupakan salah satu pencapaian penting Microsoft saat masih getol berkompetisi dengan Android dan Apple.

Pada peluncuran sistem operasi itu, mereka menghadirkan asisten digital Cortana untuk pertama kalinya serta perombakan besar di antarmuka ponsel.

Untuk Windows 10 Mobile juga tak akan lama bertahan. Diluncurkan pada Agustus 2016, Microsoft menyatakan dukungan untuk OS itu jatuh pada 9 Oktober 2018.

Meski secara resmi Microsoft belum menghentikan seluruh bisnis ponsel cerdasnya, namun sudah lazim diketahui bahwa mereka tak lagi berminta memproduksi ponsel sendiri.

“Respon Microsoft adalah dengan membuat iOS dan Android menjadi perangkat yang lebih baik. Mungkin ini terdengar tidak intuitif, tetapi ini akan menjadi lebih berguna bagi sebagian besar pengguna Windows daripada menjual ponsel yang ditenagai Windows sendiri,” jelas Joe Belfiore, Corporate Vice President di divisi Operating Systems Group Microsoft

 

Exit mobile version