Site icon nuga.co

Kini Ada Vero, ‘Si Kembar’ Pengganti Path

Heboh kepergian Path terus menghiasai halam media masa terutama teknologi informasi.

Ya, linimasa media sosial beberapa hari ini terkena serangan ‘mendadak path’.

Para warganet mengunggah kenangan-kenangan mereka bersama dengan Path di berbagai media sosial seperti Instagram dan Twitter.

Tagar #TerimaKasihPath bahkan sempai merajai trending topic di Indonesia. Path yang menemani warganet kurang lebih delapan tahun belakang ini memang mulai kehilangan gaungnya.

Serangan media sosial seperti Instagram membuat Path mulai ditinggalkan oleh penggunanya. Namun, berbeda dengan Instagram, Path tidak hanya berisi unggahan foto.

Media sosial ini menyediakan berbagai jenis unggahan mulai dari kutipan, film, lagu, lokasi, buku, hingga waktu tidur. Pengguna bisa mengunggah film yang sedang ditonton atau buku yang sedang dibaca.

Nantinya, Path akan menampilkan sampul buku hingga tahun terbitan buku. Fitur-fitur ini yang nantinya tak lagi bisa digunakan oleh para warganet.

Tetapi, tanpa banyak yang mengetahui. Ada sebuah media sosial yang menyerupai Path.

Dengan konsep yang linimasa menyerupai Twitter, media sosial bernama Vero memiliki pilihan fitur seperti Path.

Mengusung tagline True to Life, aplikasi ini sebenarnya sudah hadir sekitar akhir dua tahun lalu.

Melihat posisi Vero di Google Play Store hari ini, Kamis pagi, 20 September, media sosial ini menjadi tiga besar kategori trending sosial.

Saat ini di Google Play Store, Vero telah diunduh lebih dari satu juta. Sementara di App Store iOS, Vero menempati posisi ketujuh belasw untuk aplikasi sosial networking.

Dalam keterangan aplikasi, Vero memaparkan konsep media sosial mereka adalah sharing rekomendasi dari mulai film hingga buku.

Ketika menjajal langsung aplikasi ini, Vero memiliki user interface yang lebih ‘futuristik’ dengan mengusung warna hitam dan biru gradasi hijau tosca.

Pengguna dapat menambah teman dengan langsung memilih kategori pertemanan. Ada empat kategori yang disediakan yakni private, close friend, friend, hingga acquaintance.

Pengguna pun dapat memilih untuk mengikuti akun-akun penyedia konten yang sudah terverifikasi.

Iya, mereka pun akan memberikan ceklis biru di samping akun-akun penyedia konten yang terverfikasi seperti Twitter.

Nyaris menyerupai Path, pengguna bisa mengunggah posting mereka dari mulai foto, link, film, buku, musik dan lokasi.

Untuk postingan film, buku, lokasi dan musik, pengguna bisa memberikan ‘tanda’.

Tanda ini berfungsi untuk memberikan informasi bagi teman dalam linimasa.

Pilihan tanda ini ada lima yakni watching, watched, want to watch, recommend dan dont recommend.

Tiga pilihan awal menjadi unggahan biasa untuk pengguna menunjukkan eksistensi di media sosial.

Sedangkan dua pilihan terakhir cocok bagi pengguna yang senang memberikan konten bagi teman dan pengikutnya.

Misalnya, buku yang sudah dibaca tersebut apakah masuk kategori yang pantas untuk direkomendasikan atau tidak.

Jika pantas, pengguna dapat memaparkan alasan rekomendasi tersebut. Fitur lainnya yang tak kalah sama dengan Path adalah pesan instan.

Sekilas memang konsep aplikasi ini nyaris menyerupai Path. Namun, dalam beberapa hal, aplikasi ini terkesan lebih ‘berat’ dan serius dibandingkan Path.

Pasalnya, untuk mengunggah lokasi saja, pengguna harus menyertakan foto yang ada tersimpan di galeri Vero atau pengguna bisa menggambil sendiri.

Pilihan ini membuat unggahan terkesan lebih ‘ribet’.

Linimasa Vero pun menyerupai linimasa Instagram yakni kotak-kotak besar dengan pilihan komentar atau menyukai di bawah postingan.

Bagi sebagian orang, Vero bisa dijadikan alternatif pengganti Path untuk memberikan ulasan musik, film dan buku.

Namun, jika pengguna tidak terlalu suka ketiga fitur tersebut, Vero nampaknya tak jauh berbeda dengan Instagram

Exit mobile version