Site icon nuga.co

Kini Ada Apple Music di Google Assistant

Google akhirnya merilis dukungan Apple Music untuk perangkat dengan Google Assistant.

Perangkat ini termasuk semua smart speaker Google Home dan Nest dari Google, serta manufaktur lain.

Ditulis media  GSM Arena, para pelanggan Apple Music akan bisa menghubungkan akun mereka dengan perangkat Google Assistant tersebut melalui aplikasi Google Home pada ponsel.

Setelah itu, penguna bisa menggunakan suara untuk memutar musik apa pun di Apple Music. Hal ini juga termasuk daftar putar atau lagu favorit yang telah dihubungkan dengan akun Apple Music.

Apple Music meluncur untuk Nest dan perangkat dengan Google Assistant lain di Amerika Serikat,  Inggris, Prancis, Jerman, dan Jepang, mulai Senin lalu. Belum ada informasi mengenai peluncuran di wilayah-wilayah lain.

Lebih lanjut, Ubergizmo pada bulan lalu melaporkan bahwa Google mematikan fitur group video call pada Hangouts. Para pengguna yang ingin melakukan panggilan grup pun diarahkan ke Google Meet.

Para pengguna Google Hangouts yang membuka aplikasi, akan disambut dengan pesan pemberitahuan. Isinya adalah panggilan video grup harus dilakukan melalui Google Meet.

Google sebelumnya juga menyoroti berbagai kemampuan Google Meet yang tak ada di Hangouts, seperti kehadiran live caption dan screen sharing.

Tak heran kalau Google mulai mengarahkan pengguna Hangouts ke Meet. Pasalnya, perusahaan memang berusaha untuk mematikan operasional Hangouts pada akhirnya.

Google sebelumnya juga menyatakan akan menutup layanan Hangouts pada paruh pertama tahun depan.

Selain itu, sebelumnya, Apple telah merilis sejumlah aksesoro baru  Produk aksesoris dari Apple ini  memang telah lama dirumorkan

Dari beberapa aksesori tersebut di antaranya termasuk aksesori pelacakan AirTags dan over-ear headphone AirPods Studio. Tampaknya deretan produk itu akan diumumkan minggu depan.

Seperti ditulis lman mediai MacRumors yang dilansir Ubergizmo,, mereka  sebelumnya telah memperoleh memo internal yang dikeluarkan untuk penyedia layanan Apple.

Berdasarkan memo tersebut, tampaknya Apple berencana untuk meluncurkan produk baru karena meminta si penyedia untuk mempersiapkan SKU produk baru, deskripsi produk baru/update, dan juga harga produk baru/update.

MacRumors menekankan bahwa ini adalah ‘gerakan’ khas Apple menjelang peluncuran produk, dan kemungkinan besar bahwa memo itu mengisyaratkan produk baru yang masih dalam proses produksi.

Sebelumnya, peneliti dari Google Project Zero telah menemukan cacat pada produk iPhone yang memungkinkan hacker mengambil alih smartphone kamu melalui WiFi.

Yang mengkhawatirkan, jika dieksploitasi, cacat tersebut dapat memungkinkan penjahat siber mencuri email, foto, pesan, atau bahkan mengakses kamera dan mikrofon di smartphone kamu.

Mengutip laman Mirror,  cacat tersebut ditemukan oleh peneliti Google Ian Beer melalui teknologi Apple Wireless Direct Link.

Teknologi ini menggunakan WiFi untuk memungkinkan pengguna mengirim file dan foto antar iPhone melalui AirDrop.

Namun Beer menemukan bug kerusakan memori di kernel iOS, memberikan peluang pada hacker untuk akses jarak jauh ke iPhone melalui WiFi, tanpa perlu interaksi pengguna sama sekali.

Untungnya, Beer tidak menemukan bukti bahwa serangan itu telah dieksploitasi. Apple juga sekarang telah menyelesaikan masalah tersebut.

Niamh Muldoon, Direktur Senior Trust and Security di OneLogin, mengatakan meskipun kemungkinan jenis serangan ini berpeluang rendah untuk digunakan secara luas, itu berfungsi sebagai seruan agar target bernilai tinggi dan konsumen lebih waspada.

“Hanya karena semua data ada di ponselmu sendiri, bukan berarti itu aman,” kata Muldoon.

Agar terhindar dari serangan hacker, Muldoon menyarankan untuk menjual ponsel lama dengan cara yang aman saat kamu mendapatkan ponsel baru di musim liburan ini.

“Memastikan otentikasi dua faktor diterapkan pada semua aplikasi, termasuk tools dan login, nonaktifkan Bluetooth dan GPS bila memungkinkan, terapkan semua pembaruan dan tambalan saat tersedia,” tuturnya.

Ia menilai kepercayaan dan keamanan adalah hubungan bersama antara penyedia teknologi dan individu yang menggunakan teknologi.

“Jadi, kita harus waspada tentang keamanan seperti perusahaan yang menyimpan data kita,” pungkasnya.

Exit mobile version