Site icon nuga.co

Instagram Kini Bisa Mencegah Bully

Laman situs “the verge,” hari ini, Kamis, 08 Desember 2016, menulis tentang telah tersedianya fitur baru milik Instagram yang bisa mencegah perundungan  atau bully di dunia cyber.

Fitur yang dimaksud adalah sebuah pilihan untuk menutup kolom komentar.

Tujuannya agar pengguna bisa menghindarkan diri dari komentar-komentar yang tidak menyenangkan.

Hal menariknya, penutupan kolom komentar tersebut bukan diberlakukan secara spesifik per foto yang diunggah.

Artinya, pengguna bisa membagi mana foto yang boleh dan tidak dikomentari.

Selain itu ada juga fitur tambahan lain, yakni pilihan untuk menghapus followers dari akun pribadi atau tertutup dan ikon like untuk komentar pengguna lain.

Akan tetapi, saat ini belum semua pengguna bisa mengakses fitur tersebut. Fitur baru itu baru bisa diakses oleh akun-akun terpilih.

Laman situs techno  The Verge, hari ini,  Kamis,08 Desember 2016, bahwa Instagram berencana untuk merilis fitur tersebut secara bertahap, sehingga dalam beberapa pekan mendatang seluruh pengguna sudah bisa memakainya

Sebagai pelengkap fitur baru, anak usaha Facebook ini juga membuat sebuah alat pelaporan anonim. Alat ini berguna untuk melaporkan pengguna yang terindikasi menyakiti dirinya sendiri.

“Jika Anda yakin bahwa orang yang Anda sayangi itu mungkin sedang berniat menyakiti diri sendiri, Anda bisa melaporkannya secara anonim.”

“ Kami akan menghubungkan teman Anda itu dengan organisasi yang bisa membantu,” tulis CEO Instagram Kevin Systrom, dalam sebuah blog.

Instagram sebelumnya telah memberikan live streaming utnuk para penggunanya.

Kini, Instagram telah resmi mengumumkan, fitur tersebut bakal hadir di aplikasi mobile besutannya.

Pengguna Instagram bisa menayangkan live video streaming via Stories.

Caranya adalah dengan membuka Stories baru, lalu memilih opsi “Start Live Video”. Opsi tersebut bisa diakses dengan menyapukan jari ke arah kanan di antarmuka utama.

Instagram kemudian bakal memeriksa kecepatan koneksi internet, lalu menghitung mundur sebelum memulai live streaming.

Sama seperti pada Facebook Live, pengguna Instagram bisa melakukan live streaming dengan durasi maksimum selama satu jam.

Bedanya, sebagaimana ditulis laman situs i Buzzfeed,  Instagram tidak membikin tautan berisi “undangan” ke live video pengguna untuk disebarkan di media sosial lain semacam Twitter dan Facebook.

Instagram hanya akan memberikan notifikasi ke sebagian teman yang memilih untuk mendapat update posting baru dari pengguna.

Teman-teman lain di Instagram akan melihat badge berbunyi “Live” di avatar pengguna di kanal Stories.

Usai live streaming, video tidak disimpan dan tidak bisa diputar kembali sehingga benar-benar hanya bisa disaksikan saat berlangsung.

Meski demikian, ada fitur pelaporan untuk mencegah penyalahgunaan live streaming.

Instagram turut menambah fitur pengiriman foto dan video yang bisa menghilang lewat pesan teks Instagram Direct. Di tampilan Direct, pengguna bakal melihat deretan icon mirip Stories di bagian atas.

Sedikit berbeda dari Stories, foto dan video instan di Direct ini hanya bisa dilihat sekali sebelum terhapus secara otomatis.

Saat ini, dua fitur baru tersebut belum bisa dinikmati.

Keduanya akan mulai disalurkan secara bertahap ke pengguna Instagram di platform iOS dan Android dalam beberapa minggu ke depan.

Selain itu Instagram akan membuat langkah baru bagi penggemarnya yang terbiasa menggunakan fitur Photo Maps

Anda tidak akan bisa menggunakannya lagi.

Pasalnya, pihak Instagram sudah melenyapkan atau menghapus fitur tersebut.

Gelagat untuk menghapus Photo Maps memang sudah diperlihatkan sejak awal tahun ini.

Awalnya, sekitar beberapa bulan lalu, jejaring sosial berbagi foto itu membuat pengguna tidak bisa mengakses Photo Maps milik orang lain.

Hanya milik sendiri saja yang bisa dilihat.

Selanjutnya,  Instagram mengakui bahwa mereka memang berniat untuk menghapus Photo Maps. Kala itu, waktunya belum ditentukan.

Berikutnya, pada November, Instagram mengirimkan notifikasi pada sebagian pengguna. Isinya menyebutkan bahwa Photo Maps akan mulai dihapus sejak awal  Desember ini.

Photo Maps mulai hilang dari akun sebagian pengguna.

Hingga saat ini pun, mungkin masih ada sebagian kecil pengguna yang masih bisa memakai fitur Photo Maps. Namun hal itu dipastikan tidak akan bertahan lama dan akhirnya akan hilang juga.

Untuk diketahui, setiap kali pengguna mengunggah foto yang dilengkapi penanda lokasi, maka Instagram akan menandai lokasi tersebut dengan menyematkan sebuah thumbnails foto.

Photo Maps adalah wadah yang mengumpulkan dan menampilkan semua thumbnails foto itu, lengkap dengan petanya.

Photo Maps sebenarnya merupakan salah satu fitur yang menarik bagi sebagian orang.

Memakai fitur ini, pemilik foto, terutama yang kerap bepergian dan selalu menyematkan lokasi, bisa mendapat pengalaman visual mengenai jarak dan lokasi liburan mereka.

Pengguna yang “hobi” mengikuti kegiatan seseorang, juga bisa mendapat kepuasan karena mengetahui lokasi mana saja yang dikunjungi, seberapa sering, dan memperkirakan tempat tinggal orang tersebut.

Namun, setidaknya menurut Instagram, Photo Maps ini kurang diminati. Pengguna fitur ini tidak banyak dan kurang signifikan untuk mempertahankan keberadaannya.

“Penggunaan fitur ini kurang luas, jadi kami memutuskan untuk menghapusnya. Dengan cara ini, kami bisa memberi ruang untuk menghadirkan fitur baru dan fokus pada prioritas lainnya,” demikian alasan anak usaha Facebook itu, melalui keterangan resmi mereka.

Walau menyebut fiturnya tak laku, perusahaan sama sekali tak mengungkap sebenarnya berapa banyak penggunanya. Mereka juga enggan berkomentar mengenai fokus barunya.

Exit mobile version