Site icon nuga.co

Hebohnya “Jempol ke Bawah” di Facebook

Kontroversi  tombol “dislike” atau “jempol ke bawah” di Facebook kembali gaduh dan  dipastikan tombol tersebut sulit untuk  terwujud.

CEO Facebook Mark Zuckerberg sendiri telah berulang kali mengatakan bahwa perusahaan tidak akan pernah membuat tombol “dislike”.

Alasannya, tombol tersebut bertentangan dengan prinsip utama Facebook.

Di sisi lain, seperti ditulis laman situs Mashable, hari ini, Rabu, desas-desus mengenai tombol “dislike” malah kembali ramai.

Penyebabnya adalah ditemukannya tombol “jempol ke bawah” yang sedang diuji coba dalam layanan Messenger.

Tombol “jempol ke bawah” itu pun sudah dikonfirmasi memang benar ada dan sedang diuji coba.

Tetapi satu hal yang perlu dicatat, keberadaan tombol itu tidak berarti akan muncul sebagai reaksi di bawah setiap konten di linimasa Facebook.

Pasalnya, Facebook dan Messenger adalah layanan yang benar-benar berbeda. Emoticon di Facebook dan Messenger pun diperlakukan berbeda.

Di Messenger, emoticon tak memiliki label apa pun dan berfungsi sebagai ekspresi tambahan dalam percakapan pribadi.

Fungsi emoticon ini sama seperti yang ada di layanan pesan instan lain, seperti WhatsApp.

Zuckerberg sendiri tak memberi kepastian mengenai tombol “dislike”.

Sejak tiga tahun terakhir, dia hanya mengatakan bahwa timnya sedang memikirkan kemungkinan membuat tombol itu, tanpa pernah ada tindakan serius.

Selain itu, tujuan utama Facebook membuat tombol reaksi atas love, haha, wow, sad, dan angry adalah untuk memicu empati para penggunanya.

Tombol “dislike” kelihatannya tidak termasuk ke dalam tujuan tersebut.

Usai menerapkan tombol “like” dan emoji “reactions” untuk posting di jejaring sosial utamanya, Facebook sedang mempertimbangkan untuk memboyong fitur serupa ke Messenger.

Hal ini diketahui dari uji coba yang dilakukan oleh Facebook di layanan chatting tersebut.

Bedanya, like dan reactions (emoji marah, sedih, gembira, dan lain-lain) bukan diimbuhi di posting, melainkan pesan chat yang dikirim lawan bicara.

Dalam uji coba, sebuah tombol khusus akan muncul di samping pesan terkirim. Pengguna lantas bisa memilih tombol berbentuk wajah ini untuk memberi reaksi terhadap pesan dari lawan bicara.

Perbedaan lainnya, Facebook kini menampikan tombol “dislike”, yang dilambangkan dengan ikon jempol ke bawah.

Yang menarik, tombol “dislike” sebenarnya sudah sering diminta oleh pengguna, tapi tak pernah diwujudkan oleh Facebook karena khawatir bakal menimbulkan atmosfer yang “terlalu negatif”.

Di Messenger, agaknya Facebook merasa aman untuk menambah tombol dislike.

“Kami selalu mencoba cara-cara baru untuk membuat Messenger lebih menyenangkan dan engaging,” sebut Facebook kepada Tech Crunch.

“Ini pengujian kecil di mana pengguna bisa mambagi emoji yang mewakili perasaan mereka terhadap sebuah pesan,” lanjut jejaring sosial itu memberi konfirmasi.

Layaknya pengujian lain yang dliakukan oleh Facebook, fitur di atas baru tersedia untuk lingkup pengguna secara terbatas.

Belum jelas kapan pengguna Messenger selebihnya akan bisa membubuhi like, dislike, atau reactions pada pesan-pesan.

Beberapa saat lalu, Facebook pernah mengumumkan bahwa mereka berencana untuk membuat tombol empati sebagai pelengkap dari tombol Like di linimasa Facebook.

Tombol empati tersebut, yang diberi nama “Reactions”.

Reactions adalah sederetan tombol serupa emoticon yang bisa mengekspresikan enam perasaan

Untuk menggunakannya, pengguna bisa menekan dan menahan tombol Like dalam beberapa lama untuk memunculkan sederetan ikon Reactions tadi.

Mereka kemudian bisa memilih salah satu ekspresi yang diinginkan.

Facebook tengah menguji coba tombol Reactions ini, tetapi tak semuanya bisa mencoba. Tombol Reactions baru diluncurkan bagi pengguna Facebook yang tinggal di Irlandia dan Spanyol.

“Tombol Reactions memberikan cara baru mengekspresikan cinta/suka, kekaguman, humor, dan kesedihan. Memang, ini bukan tombol dislike, tetapi bisa mempermudah Anda mengekspresikan rasa sedih dan simpati,” kata Zuckerberg.

Beragam reaksi ditunjukkan pengguna Facebook di posting-an milik Mark Zuckerberg itu. Beberapa ada yang memujinya. Namun, beberapa juga tetap menginginkan Facebook memberikan tombol dislike.

Exit mobile version