Site icon nuga.co

Google Map dan Fitur Pemantau Kecepatan

Google Maps memperkenalkan kemunculan fitur baru yang menampilkan kecepatan kendaraan saat melaju di jalan raya. Fitur bernama on-screen speedometer ini akan muncul saat pengguna menggunakan Google Maps untuk navigasi.

Untuk menggunakannya, pengguna terlebih dulu memilih tombol menu yang ada di aplikasi Google Maps.

Dalam menu pengaturan navigasi, pengguna bisa memilih tombol spidometer di kiri bawah layar untuk menampilkan kecepatan laju kendaraan.

Kemunculan fitur ini bukan hanya membantu pengguna mencari jalur tercepat ke tujuan, tetapi juga mengetahu laju kecepatan kendaraan yang ditumpangi.

Dengan kata lain, jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi aplikasi akan memberikan notifikasi untuk menurunkan kecepatan.

Dilaporkan Android Police, fitur baru Google Maps ini baru tersedia secara terbatar untuk pengguna di Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Republik Ceko, Finlandia, Jerman, India, Belanda, Polandia, Portugal, Swedia, Taiwan, Inggris, dan Amerika Serikat.

Google tidak bisa memastikan kapan fitur serupa bisa digunakan oleh seluruh penggunanya di dunia. Kendati demikain, Google menjanjikan fitur serupa akan tersedia untuk pengguna Maps ‘dalam waktu dekat’.

Sebelumnya, Google memungkinkan bagi pengguna untuk melaporkan kecepatan kendaraan-kendaraan yang melintas. Fitur serupa sebelumnya telah tersedia untuk aplikasi navigasi besutan Google lainnya, Waze.

Selain spidometer, Google sebelumnya mempersenjatai Maps dengan teknologi augmented reality (AR) di perangkat Pixel. Sebelum diluncurkan, fitur Maps AR telah diuji untuk Google Maps Local Guides pada awal Februari lalu.

Mengutip GSMArena, belum ada informasi lebih lanjut kemungkinan teknologi AR pada Google Maps diboyong untk perangkat non-Pixel.

Saat AR diaktifkan, pengguna Google Maps akan melihat tampilan lingkungan seperti gedung, kendaraan, dan orang-orang yang lintasi jalan atau jalur tertentu. Informasi keterangan nama jalan dan penunjuk arah akan muncul saat AR diaktifkan.

Tampilan peta Goole tetap muncul seperti biasa pada bagian bawah layar tampilan kamera. Google menekankan penggunaan fitur AR akan mengonsumsi daya baterai dan internet lebih tinggi ketimbang Maps biasa.

Sebelumnya,  Google telah  menambah fitur baru dalam peta digitalnya. Kali ini, Google akan menambahkan fitur Augmented Reality  untuk Google Maps.

Fitur ini diluncurkan untuk meningkatkan navigasi bagi pejalan kaki. Google memang sudah mengumumkan dalam konferensi I/O 2018, namun fitur ini masih dalam tahap uji coba.

Menurut 9to5google, fitur ini memanfaatkan teknologi AR dan kamera ponsel belakang. Lalu, Google juga memanfaatkan Visual Positioning System yang berfungsi untuk memperkirakan pengguna berdiri di posisi yang tepat saat menggunakan Google Maps sebagai penunjuk jalan mereka.

Selain itu, saat Google Maps menemukan lokasi pasti pengguna berada, akan muncul simbol penanda hingga tanda panah penunjuk jalan pada layar ponsel yang dianimasikan dengan bentuk 3D.

Kemudian, pengguna hanya perlu mengikuti tanda panah tersebut untuk mencapai lokasi tujuan.

Sayangnya, menurut Slashgear, Maps AR tidak diperuntukkan untuk menavigasikan pengguna saat menggunakan kendaraan. Guna mencegah terjadinya kecelakaan, saat pengguna terlalu memperhatikan layar ponsel mereka, Google Maps akan mengingatkan pengguna meletakkan ponsel.

Namun, jika pengguna tidak melakukan hal itu, layar ponsel akan menggelap secara otomatis. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah penggunaan baterai secara berlebih.

Google juga menaruh perhatian pada masalah privasi, mengingat mode AR akan menangkap rekaman real-time di sekeliling pengguna. Maka dari itu, Google tak memiliki rencana untuk meluncurkan fitur ini secara resmi kepada publik dalam waktu dekat.

Exit mobile version