Site icon nuga.co

Google Doodle Hari Ini “Milik” Teresa Teng

Teresa Teng?

Ya, penyanyi legendaris asal Taiwan, Teresa Teng, berulang tahun pada hari ini, Senin, 29 Januari

Dan,  Google pun merayakannya melalui sebuah doodle pada laman mesin pencari.

Teresa Teng digambarkan memakai gaun putih sembari bernyanyi dengan microphone yang masih berkabel.

Nuansa warnanya dibuat keunguan, mendeskripsikan suasana syahdu dan klasik dari tembang-tembang Teresa Teng yang romantis.

Salah satu lagunya yang paling terkenal berjudul “Hé Rì J?n Zài Lái” atau dalam Bahasa Indonesia “Kapankah Kau Akan Kembali”.

Ia berkarya selama lebih kurang tiga puluh  tahun dan sohor di kalangan masyarakat Asia.

Teresa Teng meninggal dunia akibat serangan asma akut pada 8 Mei dua puluh tiga tahun lalu  saat berusia empat puluh dua tahun.

Ia dimakamkan sebagai pahlawan Taiwan. Presiden Taiwan kala itu, Lee Teng-hui, bahkan hadir ketika ia dikebumikan.

Kendati sudah meninggal, nama Teresa Teng masih besar hingga sekarang berkat karya-karyanya yang berkarakter kuat. Ada beberapa monumen yang dibuatkan khusus untuk mengenang dia.

Pertama adalah patung dirinya yang diletakan di area pemakaman. Kedua adalah rumahnya di Hongkong yang menjadi tempat berkunjung para penggemarnya. Rumah itu belakangan dijual untuk membiayai sebuah museum di Shanghai pada enam belas tahun silam.

Pada tahun yang sama, patung lilin Teresa Teng dipajang di museum “Madame Tussauds” Hongkong. Barang-barang Teresa Teng, mulai dari gaung hingga perhiasan, sempat pula dipamerkan dalam sebuah eksebisi di Yuzi Paradise, yakni taman kesenian di China.

Dalam peringatan kematiannya yang ke-sepuluh, “Teresa Teng Culture and Education Foundation” menginisiasi sebuah kampanye berjudul “Feel Teresa Teng”. Mereka menggelar konser di Hongkong dan Taiwan sebagai tribute untuk Teresa Teng.

Selain lagu berbahasa Mandarin, wanita yang juga dikenal dengan nama Deng Li-jun ini bahkan pernah merekam lagu dalam bahasa Hokkien, Kanton, Jepang, Inggris, dan bahkan Indonesia.

Diwartakan laman Taipics, gaya menyanyi Terese Teng menyampaikan kesederhanaan dan ketulusan. Yeh Yueh-Yu, seorang profesor Teori Kebudayaan di Universitas Southern California mengatakan, “Suaranya yang sangat manis membuatnya menjadi begitu terkenal.”

Profesor itu menuturkan, Terese Teng memiliki suara yang sempurna untuk lagu-lagu folk dan balada, dan dia berhasil menambahkan lagu folk tradisional ke dalam komposisi bergaya Barat.

Suaranya juga digambarkan sebagai “Seakan-akan seperti menangis dan memohon, tapi dengan kekuatan yang mampu menarik dan menghipnotis pendengar.” Penulis lagu Tsuo Hung-yun mengatakan suara Terese Teng memiliki “Tujuh penggalan manis, tiga air mata.”

Teresa Teng dimakamkan di kaki gunung di Chin Pao San, sebuah kompleks pemakaman dekat Jinshan, Taipei, Taiwan.

Di tempat pemakamannya berdiri sebuah patung dirinya (sebagai tugu peringatan), diiringi dengan musik lagu-lagunya sebagai latar belakang.

Bukan itu saja, di sana juga terdapat sebuah piano elektronik berukuran raksasa. Para pengunjung yang berziarah dapat memainkannya dengan menginjak balok-balok piano tersebut.

 

Exit mobile version