Site icon nuga.co

Google Bikin Fitur Pengenal Wajah di Ponsel

Setelah menahan diri untuk membenamkan teknologi pengenal dalam beberapa tahun terakhir, akhirnya Google mengalah dan akan meluncurkan aplikasi serupa dengan beberapa pembaharuan.

Teknologi ini, menurut laman situs “ubergizmo,” Jumat, 29 Januari 2016, tidak ukan disematkan Google di computer.

Fitur ini oleh Google akan menjadi bagian inti dari ponsel pintar.

Wall Street Journal juga mengabarkan, bahwa perusahaan raksasa ini tengah bekerja untuk membangun fitur pengenal wajah agar bisa bekerja di ponsel.

Fitur yang tengah dikembangkan ini berbeda pengenal wajah pada umumnya, karena diharapkan teknologi ini masuk ke dalam perangkat keras mereka tanpa harus terhubung dengan pusat data melalui internet.

Untuk memuluskan proyek ini, Google bekerja sama dengan Movidious, yang sebelumnya juga mengerjakan pemetaan Proyek Tango 3D, untuk mengembangkan di fitur ponsel ini baru.

Google juga mengincar banyak aplikasi yang berbeda untuk smartphone yang dapat mengidentifikasi wajah dan objek secara real time, termasuk mengidentifikasi orang untuki melakukan transaksi, membantu orang buta dan menerjemahkan tanda-tanda.

Namun belum diketahui kapan tepatnya fitur ini akan dikeluarkan, walaupun pada akhirnya, Google juga menyakini bahwa pengenalan wajah ini tidak akan datang dalam waktu yang lama.

Setidaknya fitur tersebut akan hadir paling cepat di ponsel Nexus versi terbaru yang dikeluarkan pada tahun mendatang.

Tentu saja ponsel tidak “melihat” foto dan video dengan cara yang sama dengan manusia.

Saat melihat foto, Anda mungkin melihat sahabat Anda berdiri di depan rumahnya.

Dari sudut pandang komputer, gambar yang sama itu hanyalah sekumpulan data yang diinterpretasi sebagai bentuk dan informasi tentang nilai warna.

Meskipun ponselr tidak akan bereaksi seperti saat Anda melihat foto itu, komputer dapat dilatih untuk mengenali pola warna dan bentuk tertentu.

Misalnya, ponsel dapat dilatih untuk mengenali pola bentuk dan warna umum yang membentuk gambar digital suatu wajah.

Proses ini disebut sebagai deteksi wajah, dan ini adalah teknologi yang membantu Google melindungi privasi Anda di layanan seperti Street View, tempat ponsel mencoba mendeteksi lalu memburamkan wajah siapa pun yang berdiri di jalan ketika mobil Street View lewat.

Proses ini juga membantu layanan seperti foto Google+ menyarankan agar Anda memberi tag pada foto atau video karena tampaknya ada wajah yang dikenali.

Deteksi wajah tidak akan memberi tahu pemilik wajah itu, tetapi proses ini dapat membantu menemukan wajah di foto-foto Anda.

Selain teknologi deteksi wajah, Google juga menggunakan pengenalan wajah di fitur tertentu.

Pengenalan wajah, seperti namanya, dapat membantu komputer membandingkan wajah yang dikenal dengan wajah baru dan melihat apakah ada kemungkinan kecocokan atau kesamaan.

Teknologi pengenalan wajah atau facial recognition technology kini memang makin banyak digunakan oleh platform media sosial, pengiklan, dan perusahaan teknologi.

Meski teknologi itu memudahkan kita dalam beraktivitas, namun sejumlah kalangan menduga banyak perusahaan yang memanfaatkan pengenalan wajah untuk mengumpulkan data biologis seseorang.

Mengutip laman Huffington Post, teknologi itu bahkan digunakan tanpa pedoman untuk memastikan perusahaan yang memanfaatkan teknologi itu melindungi privasi konsumen.

Grup advokasi, termasuk American Civil Liberties Union baru-baru ini mencoba dan gagal untuk mencapai kesepakatan dengan kelompok perdagangan tentang penggunaan teknologi yang dapat mengenali wajah dan mengidentifikasi konsumen.

Dalam hal ini yang dipertaruhkan adalah privasi konsumen. Mereka mungkin tanpa sadar, datanya dipasarkan ke (atau dilacak oleh penegak hukum) tanpa izin terlebih dulu.

Kekhawatiran atas teknologi tersebut baru-baru ini menyebabkan aplikasi baru Facebook, Moments, gagal diluncurkan di Eropa.

Sementara konsumen di Amerika masih belum sepenuhnya yakin bahwa perusahaan dapat mengumpulkan data yang menghubungkan identitas ke wajah mereka.

Mungkin Anda sering men-tag foto di Facebook untuk mengenali wajah teman-teman Anda. Atau mungkin Anda menggunakan aplikasi Google Photos, yang dapat memberitahu Anda ketika memotret orang yang sama berulang-ulang.

Mungkin bagi Anda ini bukan masalah besar ketika Facebook bisa mengenal orang berdasarkan data yang mereka sudah simpan. Tapi aplikasi untuk teknologi ini kian berpengaruh besar.

Editor portal teknologi Engadget, John Colucci, mengatakan bahwa restoran akan bisa tahu kebiasaan Anda.
Misalnya, mereka akan menawarkan minuman keras kepada Anda karena di foto yang terpampang di media sasial, Anda terlihat sering minum.

Hal semacam ini telah terjadi selama bertahun-tahun. Tapi dikhawatirkan, dapat digunakan pada skala yang lebih besar, berkaitan dengan privasi seseorang.

Exit mobile version