Site icon nuga.co

Google Assistant Bisa Bahasa Indonesia

Pengguna layanan Google Assistant  di Indonesia  kini diuntungkan dengan  diaktifkan dengan ucapan “OK Google”  dan langsung bisa bicara dan memahami bahasa Indonesia.

“Aplikasi Google Assistant  kini bisa bicara dan memahami bahasa Indonesia,” rilis resmi Google .

Untuk itu, pengguna Android bisa mencobanya saat memakai aplikasi tersebut atau ketika menggunakannya melalui layanan chatting Allo.

“Saya dengan bangga mengumumkan bahwa sekarang Google Assistent bisa bahasa Indonesia,” terang Ken Tokusei, petinggi Google, Jumat, 25 Agustus.

“Google Assistant ini memiliki machine learning, yakni mesin yang bisa belajar dan terus belajar sehingga kinerjanya lebih baik,” imbuhnya.

Kemampuan berbahasa Indonesia itu tak cuma disematkan dalam Google Assistant sebagai aplikasi terpisah.

Pengguna yang memakai layanan pesan instan Allo juga mendapatkan manfaat serupa.

Sebagai contoh, pemahaman mesin Google soal bahasa Indonesia itu dapat dilihat dari rekomendasi stiker yang muncul saat pengguna mengetik obrolan dalam Allo.

Biasanya rekomendasi yang relevan hanya muncul jika mengetik dalam bahasa Inggris.

Namun dengan adanya pembaruan tersebut, maka pengguna bisa mendapatkan rekomendasi relevan meski bicara dalam bahasa Indonesia.

Aspek lainnya adalah saat pengguna meminta Google Assistant untuk mencari informasi tertentu di kolom obrolan.

Pengguna tak perlu lagi menggunakan bahasa Inggris, ketika saja dalam bahasa Indonesia.

Contohnya, “@google: cari restoran indonesia di dekat sini,” maka jawaban hasil penelusuran internet pun akan disodorkan dengan akurat di kolom obrolan Allo.

“Google Assistant yang ada di Allo sekarang bisa bisa bahasa Indonesia. Setiap kata-kata bahasa Indonesia yang muncul akan dikenal, dan sebagai contohnya, Allo akan menyarankan stiker yang sesuai konteks percakapan,” tambah  Adam Rodriguez, petinggi Google lainnya.

Selain Google Assisten, Google Station, yakni area akses WiFi gratis untuk publik buatan Google, dipastikan segera masuk ke Indonesia.

Raksasa internet itu menjanjikan akan mulai memproses pemasangan WiFi tersebut tahun ini.

Google tidak sendirian dalam upaya menghadirkan WiFi gratis tersebut. Mereka menggandeng rekanan lokal, yakni perusahaan penyedia akses internet CBN dan FiberStar.

Google akan mengelola kualitas koneksi WiFi tersebut menggunakan berbagai software buatannya.

Sedangkan CBN dan FiberStar berperan menyediakan kabel dan akses internet yang akan disebarkan sebagai WiFi.

Di Indonesia banyak halangan untuk membuat akses internet yang bagus. Karena itu kami akan membawa Google Station ke Indonesia.

Pertama Google Station akan ada di Jakarta, lalu Surabaya, Denpasar, Bandung, lalu kota-kota lain.

“Kami akan mulai tahun ini, jadi nanti akan ada jutaan orang yang bisa mengakses WiFi publik tersebut.”

Tony menjanjikan kualitas koneksi Google Station bakal lebih baik dibanding kebanyakan WiFi publik.

Penggunanya nanti bakal merasakan kecepatan internet tinggi, bisa dengan mudah streaming video HD dan mengakses berbagai layanan dasar seperti e-mail.

Google Station sendiri saat ini sudah ada di India. Raksasa internet tersebut memasangnya melalui kerja sama dengan operator lokal, RailTel dan Indian Railways.

“Kalau di India kami pasang di lebih dari dua ratus stasiun kereta. Kemudian karena ada Google Station, maka lima belas ribu orang di India jadi mulai mengenal internet untuk pertama kali,” terang Tony.

“Masalah India itu kurang lebih sama. Kami sangat optimis dengan peran internet dalam perkembangan Indonesia, dan dalam beberapa bulan mendatang akan meluncurkan Google Station ini,” pungkasnya.

Exit mobile version