Site icon nuga.co

Google Allo Berbahaya untuk Privasi?

Google Allo berbahaya?

Ya!

Itulah yang diingatkan oleh pakar teknologi informasi yang jadi “buruan,” Edward Snowden.

Berbahaya?

Dan Snowden pun  mengkritiknya sebagai ancaman baru terhadap privasi pengguna internet.

Sang  pembocor ribuan dokumen rahasia Amerika Serikat itu melabeli Allo sebagai aplikasi yang  harus dihindari.

Dan Anda tahu apa itu “#Allo?

Allo adalah sebuah aplikasi  terbaru dari Google yang bisa merekam setiap pesan yang terkirim.

Kehadiran Allo oleh Google merupakan jawaban dari persaingan dengan aplikasi pesan instan serupa yang lebih dahulu hadir  di WhatsApp .

Snowden  memprediksi Allo berencana mengumpulkan lebih banyak data penggunanya dengan fitur-fitur baru

“Makin sering kita menggunakannya, kemampuan bot makin berkembang,” ungkap Amit Fulay, manajer produk Google dalam brog resmi perusahaan.

Snowden mengartikan pernyataan Google tersebut sebagai pemberitahuan bahwa mereka akan menyimpan sebanyak mungkin data untuk menjawab kebutuhan penggunanya melalui kecerdasan buatan mereka.

Perubahan kebijakan Google yang diumumkan Rabu kemarin juga jadi salah satu kritik Snowden terhadap raksasa Sillicon Valley itu.

Dalam pengumuman itu, Google berencana menyimpan seluruh percakapan walaupun tak dalam modus “Incognito”.

Tahun lalu, permintaan FBI dan NSA -lembaga keamanan siber AS tempat Snowden dulu bekerja- untuk mengawasi data pengguna internet oleh otoritas hukum mereka.

Penggunaan Allo akan menambah jumlah data yang bisa diakses oleh otoritas tadi.

“Gratis diunduh hari ini: Google Mail, Google Maps, dan Google Pengawas. Yang terakhir itu maksudnya #Allo. Jangan pakai Allo,” tulis Snowden.

Sebuah tulisan di The Verge mengkonfirmasi peringatan Snowden terhadap Allo.

Laporan tersebut tertulis bahwa rekaman percakapan tak akan hilang dari database Google meskipun dihapus dari ruang percakapan.

Kebijakan Google di Allo sangat berbeda dengan langkah yang diambil WhatsApp yang telah memberlakukan enkripsi end-to-end dalam percakapan personal dan grup beberapa bulan lalu.

Tanpa perlindungan enkripsi, data privasi Allo rawan terekspos.

Namun WhatsApp juga jadi objek perbincangan dalam isu ini senjak kebijakan mereka membagi data pengguna WhatsApp ke Facebook.

Snowden sendiri saat ini masih dalam daftar buruan otoritas hukum AS dengan suaka yang ia terima di Rusia.

Ia menjadi buruan utama pemerintah AS karena membocorkan aktivitas ilegal NSA yang memata-matai data dan kegiatan mayoritas masyarakat AS dan penduduk sejumlah negara.

Sehari sebelumnya, Alphabet, perusahaan induk milik Google, telah  merilis inovasi kreatifnya berupa fitur baru aplikasi chatting  Allo

Aplikasi chatting tersebut sudah tersedia di toko aplikasi Play Store maupun App Store untuk sebagian pengguna.

Google Allo di Play Store dan App Store sudah menampakkan wujudnya, tapi belum bisa di-install.

Pengguna untuk sementara hanya bisa melakukan registrasi agar kelak diberitahu bila aplikasi sudah siap unduh.

Allo merupakan salah satu primadona pada ajang kumpul developer Google I/O yang diselenggarakan di San Francisco, AS, beberapa bulan lalu.

Kala itu untuk pertama kalinya Google memperkenalkan duet Duo dan Allo, bersamaan dengan sistem operasi Andorid N yang kini jadi Nougat.

Duo dan Allo punya irisan yang sama, yakni sebagai medium komunikasi maya.

Jika Duo berwujud layanan video-call serupa Skype, maka Allo lebih mirip Line dan WhatsApp.

Keunggulan Allo dibandingkan layanan serupa adalah integrasi dengan Google Assistant yang akan membantu pengguna dalam menggali informasi apa saja.

Secara sederhana, Allo bisa difungsikan untuk mengobrol maya inter-personal, beramai-ramai, hingga mengobrol dengan Google Assitant.

Google Assistant mampu menjabarkan semua informasi yang berseliweran di internet.

Misalnya saja ketika Anda menanyakan restoran terdekat, sejarah pembangunan suatu kota, informasi cuaca, hingga resep makanan.

Dengan begitu, hanya lewat satu aplikasi chatting, Anda bisa sekaligus mencari berbagai informasi dan membahasnya dengan teman-teman tanpa beranjak ke aplikasi lain

Anda juga bisa meminta Google Assistant di Allo untuk memperlihatkan daftar e-mail masuk di tanggal tertentu, melihat agenda di kalendar, dan hal-hal lainnya yang terhimpun di akun Google Anda.

Bahkan, Anda bisa meminta Google Assistant di Allo untuk menampilkan foto tertentu dari Google Photos.

Cukup gunakan bahasa sehari-hari seperti “show me my pictures of dog”  lalu sekejap Anda bisa mengakses konten yang Anda inginkan di Allo.

Belum jelas kapan Google akan memboyong Allo untuk pengguna Indoensia. Jika berpatok pada Google Duo, dalam hitungan hari seharusnya Allo sudah bisa diunduh pengguna Tanah Air.

Google memasang fitur chatbot yang dibenamkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan performanya secara otomatis.

Chatbot milik Allo disokong program Google Assistant, sebuah program asisten virtual seperti Siri di perangkat Apple.

“Makin sering kita menggunakannya, kemampuan bot makin berkembang,” ungkap Amit Fulay, manajer produk Google dalam blog resmi perusahaan.

Dalam ilustrasi yang ditampilkan Allo di Play Store, chatbot Google bisa menampilkan rekomendasi restoran Italia terdekat cukup dengan mengetik kata kunci sederhana “restoran Italia terdekat.”

Fitur lain yang menjadi andalan Allo adalah “Smart Reply”.

Fitur ini lebih seperti jawaban template dengan sekali sentuh. Jika seorang teman mengirim sebauh gambar, fitur ini dapat mengidentifikasinya dan menawarkan jawaban yang relevan.

Misal, jika seorang teman mengirim foto makanan pizza, maka Allo bisa mendeteksi gambar dalam foto itu lalu secara otomatis mengirim teks balasan berupa: “yummy” atau “I love pizza.” Hal ini didasarkan pada kebiasaan pengguna menanggapi pesan.

Satu hal penting dari Allo adalah kemampuan end-to-end encryption yang dibuat Google sebagai opsi.

Berbeda dengan Telegram dan WhatsApp yang telah menerapkan kode enkripsi sebagai perlindungan dasar privasi penggunanya, enkripsi di Allo justru baru bisa dilakukan jika masuk ke modus “incognito.”

Lalu apalagi yang ditawarkan raksasa Google di aplikasi ini?

Pengguna Allo nantinya bisa mengubah ukuran teks dan emoji sesuka hati hanya dengan menggeser tombol “send” ke atas-bawah.

Pengguna Allo juga bisa memakai fitur “melukis” untuk menghias foto yang akan mereka kirim.

Pertama kali diperkenalkan pada Mei lalu bersama Google Duo, Allo akan menjadi penantang baru dalam kompetisi aplikasi pesan instan yang telah ada seperti WhatsApp, Facebook Messenger, Line, dan Telegram.

Meski telah resmi diluncurkan, saat ini pengguna di Indonesia belum bisa mengunduh Allo dari Google Play Store maupun Apple App Store.

Exit mobile version