Site icon nuga.co

“Good Bye,” Path Hanya Tinggal Kenangan

Media sosial berbagi momen Path resmi mengumumkan selamat tinggal kepada para penggunanya.

Sebelumnya, lini masa internet memang ramai dengan kabar bahwa Path bakal tutup usia.

Kini, Path mengonfirmasi hal tersebut dengan menampilkan pengumuman di laman Path.com dan di aplikasi Path kepada pengguna.

Dikutip dari Path.com, Path dengan berat hati mengumumkan pihaknya akan menghentikan layanan mereka.

“Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa kami akan berhenti menyediakan layanan yang kami cintai, Path,” demikian bunyi pengumuman Path.

Dalam perjalanan hingga usia Path mencapai delapan tahun pada tahun ini, Path menyebut telah tertawa dan menangis bersama pengguna.

“Dan sekarang tidak terhindarkan lagi bagi kami untuk mengakhiri layanan dan memprioritaskan pekerjaan kami untuk melayani Anda dengan produk dan layanan yang lebih baik,” kata Path.

Path juga berterima kasih atas dukungan para pengguna selama ini.

Sekadar informasi, Pihak Path menyebut, media sosial ini bermula dari sebuah tim kecil, baik dari bidang desain maupun engineer. Path berdiri pada delapan tahun lalu.

“Selama bertahun-tahun, kami telah mencoba menetapkan misi kami melalui teknologi dan desain, kami bertujuan untuk menjadi sumber kebahagiaan, bermakna, dan koneksi ke pengguna kami,” kata pihak Path dalam pengumumannya.

Meski menyatakan akan tutup, Path memberi waktu kepada pengguna untuk bersiap-siap.

Informasi bahwa Path akan tutup awalnya berasal dari salah satu akun pengguna Twitter @wowadit. Ia menyampaikan kalau media sosial yang identik dengan warna merah menyala itu akan berhenti.

Di dalam tangkapan gambar yang dibagikan @wowadit, tampak pengumuman Path kepada pengguna yang menjelaskan kalau media sosial ini benar-benar akan ditutup.

Pengumuman itu juga disertai embel-embel “The Last Goodbye”. Tampaknya, pengumuman ini ditampilkan kepada pengguna yang masih memakai aplikasi Path.

“Kami dengan sangat menyesal harus menginformasikan kalau Path akan segera berhenti beroperasi. Silakan kunjungi situs ini untuk detail terkait restore atau refund,” tulis pihak Path.

Belum bisa dipastikan, apakah pengumuman itu menandakan Path benar-benar ditutup secara utuh, atau “ditutup” dan akan berganti ke wajah baru.

Yang pasti, kabar akan ditutupnya Path menyisakan “duka” yang mendalam bagi pengguna dan mantan penggunanya.

Wajar saja, Path sempat menjadi salah satu media sosial kesayangan di Indonesia. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan basis pengguna Path terbanyak.

Layanan media sosial di era internet saat ini harus diakui sangat dinamis dan kompetitif. Hal itu dibuktikan dengan tutupnya sejumlah layanan media sosial populer yang tetap tumbang.

Media sosial ini sendiri hanya mampu bertahan delapan tahun setelah meluncur pertama kali pada November delapan tahun silam.

Path didirikan oleh tiga orang, yakni Dave Morin, Shawn Fanning, dan Dustin Mierau. Morin sendiri lantas didapuk menjadi CEO karena namanya yang lebih menonjol ketimbang dua rekannya.

Awalnya, Path hanya dihadirkan untuk perangkat iOS dan menjadi situs web saja. Namun, animo masyarakat yang positif membuat aplikasi turut hadir di platform Android.

Tak butuh waktu lama, sekitar setahun lebih, tepatnya November enam tahun lalu, Path telah memiliki dua juta pengguna di seluruh dunia.

Jumlah teman dan layanannya yang bersifat lebih intim disebut sebagai nilai tambah.

Perkembangan Path harus diakui sangat cepat. Pada Agustus lima tahun silam, Morin selaku CEO mengungkap bahwa layanan ini sudah dibuka 1 miliar kali oleh lebih dari dua belas juta pengguna di seluruh dunia.

Dari situ, Path pun mulai berbenah. Pertengahan empat tahun silam, jumlah teman yang bisa terhubung pun dibuat lebih banyak. Dari sebelumnya seratus lima puluh orang menjadi lima ratus orang.

Lantas, pada tiga tahun lalu, Daum Kakao Corp. selaku perusahaan dibalik KakaoTalk resmi mengakuisi Path. Akuisisi ini merupakan bentuk ekspansi global dari masing-masing perusahaan.

Dari situ, Path terus menggulirkan fitur pembaruan yang mempermudah penggunanya. Salah satu pembaruan cukup besar rilis pada awal 2016 dengan meluncurkan fitur chat dalam aplikasi. Sebelumnya, fitur ini hadir terpisah lewat aplikasi Path Talk.

Fitur ini membantu pengguna agar tidak lagi memasang aplikasi terpisah untuk berbincang dengan temannya. Tidak hanya membuat chat pribadi, pengguna juga dapat melakukan group chat dengan beberapa orang sekaligus.

Namun, kehadiran fitur anyar tersebut ternyata tidak mampu menyelamatkan Path. Begitu populer, layanan ini mulai ditinggal penggunanya dan harus menerima kenyataan akan tutup.

Khusus untuk Indonesia, Path mengaku memiliki kenangan manis. Alasannya, Indonesia masuk sebagai salah satu kontributor pengguna terbesar. Sekadar informasi, layanan ini memang sangat populer di Asia Tenggara.

Morin mengakui, Indonesia merupakan negara paling getol dalam menggunakan internet, khususnya media sosial.

Morin juga mengakui, pengguna internet di Indonesia merupakan pengguna media sosial terbaik di dunia.

“Saya pikir orang Indonesia itu merupakan pengguna terbaik media sosial di dunia. Kita bisa lihat dari data angka, Indonesia merupakan nomor satu,” tuturnya.

Bahkan saat itu Path yang bermarkas di Amerika Serikat berencana membuka kantor di Indonesia. Tentu hal ini tidak terlepas dari masifnya jumlah pengguna Path di Tanah Air.

Morin pun menyebut, Path ingin fokus mengembangkan layanan dan menggarap potensi pasar besar Indonesia.

“Adopsi yang luar biasa sudah terjadi disini, Path akan menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan pengguna di Indonesia dan memberikan layanan yang lebih baik maupun user expercience-nya,” katanya.

Media sosial berbagi momen Path resmi mengumumkan selamat tinggal pada para pengguna. Kabar ini sebenarnya sudah sempat didengar beberapa hari lalu.

Namun, kini Path benar-benar mengonfirmasi kepastian penutupan layanannya melalui situs resmi. Adapun penutupan ini akan berlangsung berkala dan dimulai bulan depan.

Dikutip dari Path.com, Senin  kemarin pengguna Android dan iOS tidak lagi bisa mengunduh atau memperbarui aplikasi Path. Lalu, pada  Oktober baru layanan ini akan benar-benar berhenti.

Sebagai penutup, pada November  nnanti, customer service Path tidak lagi aktif. Bersamaan dengan pengumuman ini, tim juga merilis pembaruan ke pengguna agar dapat mengunduh data yang dimilikinya.

“Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa kami akan berhenti menyediakan layanan yang kami cintai, Path,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

Dalam perjalanan hingga usia Path mencapai 8 tahun pada tahun ini, Path menyebut telah tertawa dan menangis bersama pengguna.

“Dan sekarang tidak terhindarkan lagi bagi kami untuk mengakhiri layanan dan memprioritaskan pekerjaan kami untuk melayani Anda dengan produk dan layanan yang lebih baik,” kata Path. Tidak lupa, mereka  juga berterima kasih atas dukungan para pengguna.

Exit mobile version