Site icon nuga.co

Facebook Rahasiakan Layanannya Error

Facebook, Instagram, dan WhatsApp, sempat down alias tidak bisa diakses pada Kamis  WIB dini hari.

Facebook sendiri menjelaskan tidak bisa diaksesnya ketiga layanan ini disebabkan oleh gangguan maintenance.

“Kami tahu saat ini sejumlah pengguna tidak bisa mengakses keluarga aplikasi Facebook. Kami sedang berusaha menyelesaikan masalah ini secepatnya,” kicau Facebook.

Selain itu, Facebook pun menegaskan masalah ini tidak disebabkan serangan distributed denial-of-service .

Pengamat Keamanan Siber, Pratama Persadha, justru memiliki pandangan lain. Menurutnya, tumbangnya ketiga layanan milik Facebook ini justru tidak disebabkan oleh maintenance.

Ia berkata, perusahaan sebesar Facebook tidak mungkin mengadakan maintenance dengan membuat sistemnya menjadi down.

Perusahaan sekelas Facebook, apalagi masalah down time kalau maintenance harus ada uji coba server-nya dulu. Kalau ada maintenance, biasanya mereka beritahu

Maintenance itu tidak mungkin selama ini dan tidak butuh waktu berjam-jam, karena biasanya maintenance ada server test dulu, update patch, semua diuji. Ketika di-patch, pasti mereka menguji akan bikin sistem down atau tidak

Memang tidak bisa memastikan penyebab yang melumpuhkan semua layanan Facebook. Namun ia yakin, pasti ini merupakan salah satu bentuk serangan siber.

Memang ini bukan DDoS, kan Facebook-nya sendiri sudah bilang. Menurut saya ada serangan lain, cuma menurut saya Facebook-nya tutupi karena mau investigasi. Masalahnya, mereka mau tidak terbuka dan transparan dengan pengguna

Juga menilai mengapa Facebook menutupi penyebab lumpuhnya Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Facebook menutupi hal tersebut karena memikirkan implikasi ke nilai ekonomi perusahaan.

Sebab, jika investor tahu sistem Facebook tidak kuat karena diserang, tentu hal ini akan berimbas ke saham Facebook yang menurun.

Ini akan menurunkan valuasi dari perusahaan makanya mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menutupi. Coba bayangkan, server Facebook itu tidak kira-kira, ada puluhan hektar, kalau ada maintenace itu ya pasti bisa di-switch ke backup server lain.

Memang dalam waktu kurang dari satu hari platform Gmail, Facebook, WhatsApp, dan Instagram mengalami kelumpu

Adanya dugaan serangan peretas merebak sebagai faktor terjadinya kelumpuhan ini.

Pakar Keamanan Siber dari Communication and Information System Security Research Center Pratama Persadha mengatakan Facebook dan Google kemungkinan mengalami kendala yang sama sehingga menyebabkan layanan mereka lumpuh karena jarak kejadian yang berdekatan.

Pratama mengatakan adanya kemungkinan kedua perusahaan terserang oleh peretas. Bagi Pratama, tidak mungkin perusahaan sekelas Google dan Facebook melakukan perawatan sistem hingga menyebabkan kelumpuhan selama berjam-jam.

“Jaraknya bedekatan jangan-jangan masalahnya sama. Apalagi yang kena pemain besar seperti Facebook dan Google. investasi keamanan mereka luar biasa besarnya. Lumpuh karena proses perawatan itu tidak mungkin untuk perusahaan sebesar itu. Karena mereka akan pertimbangkan masa-masa patching. Ada kemungkinan diserang peretas,” kata Pratama

Ia mengatakan potensi faktor serangan peretas di balik lumpuhnya platform Google dan Facebook cukup tinggi. Pasalnya kelumpuhan ini terjadi tiba-tiba. Apabila memang maintenance server, pasti hal tersebut sudah terjadwal.

“Perawatn terjadwal tidak mungkin mendadak. Karean bukan peretas dan hanya perawatan setidaknya kasih tahu kapan layanannya akan lumpuh di Indonesia, jam berapa, tanggal berapa sehingga bisa diantisipasi,” imbuhnya.

Pratama menjelaskan kedua perusahaan tidak mungkin beralasan server lumpuh akibat maintenance. Pasalnya ketika perusahaan hendak melakukan pembaruan atau perawatan di live server, perusahaan pasti melakukan protokol yang tidak akan membuat lumpuh live server.

“Kedua perusahaan pasti ada tim riset sendiri, pasti ada server untuk pengujian. Uji coba pembaruan, patching, maintenance di server uji coba itu. Semua hal yang mau dilakukan di liver server pasti di uji coba di tester,” ucapnya.

Pratama kemudian mengatakan Facebook dan Google memiliki puluhan hektar lahan yang disediakan untuk data center. Oleh karena itu pasti kalau server terserang atau perawatan, akan ada server backup.

“Kalau menurut saya Facebook itu pasti punya backup server dan mirroring server, mereka punya puluhan hektar server. Kalau terserang satu atau perawatan pasti ada backup server yang pasti bisa backup,” ujar Pratama.

Dihubungi terpisah Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan jika lumpuhnya Google dan Facebook berkaitan, maka kemungkinan kelumpuhan ini disebabkan serangan peretas.

Alfons mengatakan peretas ini memanfaatkan “zero day vulnerability” yang merupakan celah keamanan pada piranti lunak.

Zero day vulnerability adalah istilah adanya celah keamanan pada piranti lunak yang digunakan oleh komputer. Dan biasanya belum ada patch / tambalan untuk memperbaikinya.

“Kalau kedua insiden berkaitan maka kemungkinan besar terjadi zero day vulnerability exploit. Celah keamanan itu yang digunakan penyerang untuk melumpuhkan sistem komputer,” kata Alfons.

Selanjutnya Alfons mengatakan adanya kemungkinan kelumpuhan Facebook diakibatkan sebuah bug dalam  rencana integrasi layanan chat dengan WhatsApp dan Instagram.

“Kalau kedua  insiden ini tidak berkaitan dan terlihat Facebook mengalami gangguan lebih parah maka patut diduga insiden ini berkaitan dengan rencana integrasi layanan WhatsApp, Facebook Chat dan Instagram Chat. Dimana ada bug dalam penggabungan ketiga layanan dengan data yang masif ini,” kata Allfons.

Exit mobile version