Site icon nuga.co

Facebook Tampil dengan Iklan Sisipan

Facebook tampil menjengkelkan ketika  menyisipkan iklan di tengah-tengah konten video live yang dibagi ke penggunanya.

Konten sisipan itu menjadi isu sentral  setelah benar-benar nyata  melalui situs resmi media Facebook,  Jumat , hari ini.

Sebelumnya Facebook diungkapkan merilis konten itu di bulan Januari lalu. Tapi itu tidak teralisir karena adanya protes dan ketidaksenngan pengguna.

Dalam konten sisipan ini, Facebook berperan sebagai platform yang mengakomodir kebutuhan pengiklan untuk beriklan, sekaligus membantu para kreator video  memonetisasi konten live-nya.

Mekanisme kerja iklan di tengah video serupa dengan iklan komersil di televisi yang memberi jeda ketika penonton menyaksikan suatu program.

Menurut CEO Facebook, Mark Zuckerberg, iklan di tengah video akan lebih efektif ketimbang iklan di awal video, yang selama ini umum digunakan di berbagai platform, seperti YouTube.

Namun, anggapan itu belum bisa diukur dengan angka impresi audiens yang gamblang.

Yang jelas, kemampuan penyisipan iklan pada video live di Facebook masih berbentuk beta dan baru bisa dimanfaatkan beberapa pengguna di Amerika Serikat.

Ke depan, ada syarat dan ketentuan dari konsep monetisasi itu.

Antara lain, pendapatan iklan akan dibagi dua, yakni lima puluh lima persen untuk kreator dan 45 persen untuk Facebook. Kemudian, iklan baru bisa disisipkan pasca kreator live selama 4 menit.

Satu iklan ke iklan lainnya harus memiliki jarak durasi sekurangnya dua 2 menit. Tiap iklan ppun memiliki batas durasi dua p[uluh detik.

Tak semua kreator akan diberi kemampuan menyisipkan iklan pada kontennya. Cuma kreator yang memiliki setidaknya tiga ratus viewers secara konstan dan real-time yang bisa memonetisasi video live-nya.

Facebook belum mengumbar kapan cara monetisasi ini diekspansi ke pengguna di negara lain

Sebelumnya pula Facebook telah mengisyaratkan pengguna untuk bersiap-siaplah terkejut apabila menggulir linimasa di Facebook sambil menyalakan speaker atau mengenakan headphone, apalagi kalau volumenya disetel kencang.

Ini karena pengelola jejaring sosial yang bersangkutan baru saja mengumumkan kebijakan baru terkait pemutaran video di timeline).

Sebelumnya, video hanya diputar secara otomatis tanpa suara. Penguna mesti meng-klik window video untuk mengeluarkan audio.

Nantinya, video di Facebook akan diputar secara otomatis lengkap dengan suara begitu dijumpai oleh pengguna di linimasa.

“Dengan semakin banyaknya pengguna yang menonton video di ponsel, mereka juga berharap mendengar suara saat tombol volume perangkat dinyalakan,” sebut Facebook mengenai alasan di balik kebijakan baru tersebut.

Untuk mengurangi rasa kaget yang bisa muncul, audio dari autoplay video ini akan diputar secara perlahan.

Suara pun akan menghilang perlahan begitu pengguna menggulir timeline sehingga melewati video.

Ada juga beberapa kondisi di mana video tetap hanya akan diputar tanpa suara, salah satunya ketika ponsel sedang berada dalam silent mode.

Pilihan untuk mematikan autoplay suara dalam video juga bisa diakses dalam menu settings.

Kebijakan baru Facebook soal pemutaran video dengan suara ini akan diberlakukan secara bertahap ke para pengguna di seluruh dunia.

Rencananya, sebagaimana dirangkumi IB Times, pada akhir tahun nanti para pengguna Facebook di seluruh dunia sudah akan kebagian giliran.

Selain autoplay suara di video, Facebook turut memberikan pembaruan sekunder berupa peningkatan dimensi vertikal preview video dan dukungan playback picture-in-picture

Exit mobile version