Site icon nuga.co

Facebook Rilis Aplikasi Ramah Remaja

Setelah dihujat menelantarkan peran anak di aplikasinya, Facebook, hari ini, Jumat, 02 Juni,  memastikan untuk menghadirkan fitur ramah anak dan remaja.

Menurut tulisan laporan The Information, Facebook akan mengutamakan  layanan berkirim pesan yang ditujukan untuk pengguna anak-anak.

Informasi ini pertama kali diketahui dari kode yang terdapat pada aplikasi utama Facebook.

Kode itu ternyata mengacu pada fitur yang dapat menyaring pembicaraan anak-anak dengan orang lain.

Meski masih berupa kode, Facebook ternyata sudah memiliki nama untuk aplikasi ini, yaitu Talk.

Seperti juga ditulis laman teknolog i Engagdet, Jumat, 02 Juni, aplikasi ini dapat memungkinkan orang tua mengatur kontak yang dapat dihubungi oleh anak-anaknya.

Sementara untuk berkomunikasi dengan orang tua dilakukan melalui Messenger.

Baris lain dari kode itu juga mengacu pada fitur tambahan lain yang mungkin akan dianggap menarik oleh anak-anak.

Kode itu menyebut Talk memiliki creative tool yang dapat digunakan anak-anak untuk berbagi gambar lucu atau bermain gim.

Berdasarkan kode yang ditulis, pengguna juga tak memerlukan akun Facebook untuk memakai layanan ini.

Ada kemungkinan aplikasi ini akan terbatas untuk anak-anak di bawah umur tiga belas tahun.

Karenanya, aplikasi ini diprediksi akan lebih menarik para orangtua untuk diperkenalkan pada anak-anaknya.

Terlebih, layanan ini dibekali dengan pengaturan orangtua yang membuat anak-anak lebih aman berbagi konten dengan orang lain.

Sayangnya, Facebook masih bungkam mengenai aplikasi ini.

Untuk informasi, kehadiran kode di aplikasi utama ini belum tentu digarap langsung oleh media sosial tersebut menjadi sebuah layanan terpisah.

Sekadar diketahui, Snapchat memang kini tengah menjadi aplikasi berkirim pesan yang begitu populer di kalangan remaja.

Laporan terbaru mencatat ada sekitar 158 juta pengguna harian dari aplikasi besutan Evan Spiegel tersebut.

Untuk itu, ada kemungkinan Facebook menyiapkan aplikasi ini untuk menyaingi pengguna Snapchat dengan menyasar pengguna yang lebih muda.

Apalagi, aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan Mark Zuckerberg tersebut, seperti WhatsApp, Instagram, termasuk Facebook sendiri mulai menurun popularitasnya di kalangan remaja.

Sementara itu,  dalam kesempatan yang sama, Facebook juga sudah  memperbarui layanannya denagn  menggulirkan tombol reaksi  untuk kolom komentar.

Tombol reaksi tadinya hanya bisa digunakan untuk menanggapi post biasa, bukan komentar.

Dengan begitu, kini pengguna memiliki lebih banyak opsi untuk merespons sebuah komentar

Kami secara tidak sengaja menemukan pembaruan tersebut mulai hari ini. Kemarin, atau bahkan pagi dan siang tadi, kami sama sekali belum mendapati perubahan apa pun.

Untuk diketahui, fitur reaksi diuji coba secara terbatas bagi pengguna di sejumlah negara

Reaksi ini terdiri dari enam macam emoticon yaitu hati, tertawa, bahagia, kaget, sedih, dan marah.

Adopsi fitur ini pun meluas ke seluruh negara dunia di mana Facebook menggelar layanannya, termasuk Indonesia.

Sebetulnya, bila diperhatikan, fitur reaksi di Facebook sangat mirip–kalau tak ingin disebut meniru–fitur reaksi di jejaring sosial Path.

Exit mobile version