Site icon nuga.co

Facebook Punya Fitur Baru “Menakutkan”

Facebook kini fitur baru. Namanya “People You May Know”.

Sesuai dengan namanya, fitur tersebut menggelontorkan banyak akun yang mungkin saja dikenal pengguna, namun belum menjadi teman.

Lantas ada apa yang ada di baliknya?

Nah,disana  tersimpan sebuah rahasia yang agak menakutkan karena melalui algoritma dan data tertentu, rekomendasi teman itu bisa menyodorkan nama-nama di dunia nyata berlokasi dekat dengan pengguna.

dari laman situs  Recode, Selasa, 04 Oktober 2016, diketahui  mengenai pengalaman aneh Jason Del Rey saat menggunakan fitur rekomendasi teman, People You May Know tersebut.

Contohnya, pada satu waktu Del Rey sedang berjalan dan berpapasan dengan seorang kenalan yang sedang melintas. Dia tidak berhenti atau mengobrol dengan kenalan itu.

Namun beberapa jam kemudian, ternyata Del Rey muncul dalam daftar rekomendasi teman milik kenalan yang berpapasan dengannya itu.

Pengalaman serupa juga terjadi saat dia bertemu dengan seorang juru bicara perusahaan yang belum pernah dikenalnya.

Beberapa jam pasca pertemuan, nama juru bicara itu muncul sebagai rekomendasi teratas di People You May Know dalam Facebook Del Rey.

Berkaca kepada pengalaman tersebut, Facebook kemungkinan menggunakan sistem pelacak, entah berupa pelacak lokasi atau sekadar situs web saja.

Raksasa jejaring sosial itu tetap kukuh mengatakan bahwa mereka tidak melacak lokasi pengguna. Kejadian yang dua kali dialami Del Rey itu dianggap sebagai kebetulan belaka.

Facebook, melalui juru bicaranya, kemudian menjelaskan sejumlah hal terkait cara kerja algoritma di balik fitur People You May Know  ini.

Juru bicara tersebut mengakui bahwa sebelumnya Facebook pernah memakai algoritma berbasis lokasi untuk menentukan rekomendasi teman. Namun kini sudah tidak dipakai lagi.

Sebagai gantinya, Facebook memakai nomor ponsel pengguna untuk menentukan rekomendasi tersebut. Itu pun terjadi hanya saat pengguna mengatur untuk membagikan kontak miliknya dengan Facebook atau Facebook Messenger.

Cara demikian diimplementasikan di nomor kontak yang baru saja disimpan ke ponsel. Sedangkan kontak yang sudah lama cenderung tidak muncul di daftar People You May Know.

Jika ada orang yang memasukkan Anda ke dalam daftar kontak mereka, bisa saja melihat nama orang tersebut dalam daftar rekomendasi. Meskipun Anda tidak memiliki nomor kontak orang tersebut, dia tetap akan muncul.

Selain itu, juru bicara Facebook membantah bahwa perusahaan bisa membaca daftar telepon pengguna, SMS yang dikirimkan, alamat e-mail, dan aktivitas web.

Facebook juga mengatakan bahwa aplikasi e-mail tertentu bisa secara otomatis menyimpan informasi kontak ke buku kontak ponsel penggunanya, misalnya Gmail.

Dengan demikian jika Anda membagikan kontak pada Facebook, maka jejaring sosial itu bisa melihat kontak e-mail Anda dan memakainya untuk rekomendasi teman.

Ada panggilan dari nomor tak dikenal acap kali membuat pengguna ponsel ragu untuk menerima panggilan.

Bisa saja si penelpon adalah orang yang tak diharapkan. Tapi, bisa juga si penelpon sebenarnya adalah orang yang dikenal.

Keraguan tersebut tak perlu lagi dialami dengan ditelurkannya aplikasi “Facebook Hello”, sebuah aplikasi yang digodok oleh tim Facebook Messenger.

Tujuan aplikasi itu adalah mengintegrasikan daftar kontak Facebook dengan daftar kontak yang disimpan di ponsel.

Pengguna dapat mengetahui identitas penelpon walau tak menyimpan nomor kontak orang tersebut di daftar kontak ponsel.

“Pengguna bakal melihat informasi terkait nama, pekerjaan, situs, dan hal lainnya yang dibagi penelpon di akun Facebooknya,” kata Product Manager Facebook, Andrea Vaccari

Tentu, hal ini berlaku selama pengguna berteman dengan penelepon di Facebook.
Juga, jika penelepon tak mengubah penyetelan default di akun Facebook-nya ihwal integrasi informasi akunnya dengan Hello.

Selain untuk mengakses informasi personal, Hello juga memungkinkan penggunanya untuk memblok nomor tertentu dan mencari panggilan bisnis dengan lebih mudah.

Pasalnya, perpustakaan informasi kontak di Facebook sangat besar dan mengakomodir pencarian berbagai kontak.

Cara kerja Hello kurang lebih seperti aplikasi TrueCaller. Bedanya, Hello diintegrasikan dengan Facebook.

Bulan lalu, pihak Android sempat mendapati Facebook bereksperimen dengan Hello, namun memakai kodenama “Phone”. Eksperimen tersebut hanya dijalankan untuk lingkaran pekerja Facebook.

Kini, eksperimen Facebook Hello dilakukan dengan cakupan lebih luas.

Pengguna Facebook di AS, Brazil dan Nigeria yang menggunakan perangkat Android, sudah dapat merasakan pengalaman telepon dengan mengaktifkan Hello.

Jika percobaan di negara-negara tersebut berjalan sesuai yang diharapkan, Hello bakal mengepakkan sayap ke negara-negara lainnya.

Namun, barangkali cuma pengguna Android yang bakal menjajal layanan tersebut. Pasalnya, iOS tak mengizinkan aplikasi pihak ketiga untuk berinteraksi dengan panggilan telepon.

Exit mobile version