Site icon nuga.co

Facebook dan Pengguna Fakir Wi-Fi

Facebook akan membuat terobosan baru bagi mereka yang “miskin,” atau “fakir” Wi-Fi dengan menghadirkan sebuah fitur bernama “Find Wi-Fi.”

Langkah ini diambil Facebook setelah menyadari ada sebagian orang yang masih memanfaatkan  jaringan Wi-Fi gratis yang tersedia di tempat umum

Bagi mereka itu  merupakan berkah.

Dan itu pula yang memunculkan istilah “fakir Wi-Fi” yang merujuk pada orang-orang pencari jaringan tersebut.

“Ada Wi-Fi nggak? Password-nya apa?” begitu kira-kira pertanyaan yang paling sering dilontarkan para “fakir Wi-Fi”.

Facebook  paham betul akan fenomena ini.

Untuk itu mereka sedang mempersiapkan dan menguji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna mengetahui titik-titik Wi-Fi gratis di tempat umum.

Fitur yang dinamai “Find Wi-Fi” tersebut bisa ditemukan di opsi menu pada aplikasi mobile Facebook.

Syaratnya, pastikan akses lokasi Anda pada Facebook aktif.

Antarmuka Find Wi-Fi lebih kurang menyerupai peta digital.

Anda bahkan bisa meminta arahan untuk sampai ke titik Wi-Fi yang diinginkan, sebagaimana dilaporkan DigitalTrends, Rabu, 23 November 2016.

Ada indikasi bahwa fitur ini bakal jadi wadah iklan Facebook berikutnya.

Logikanya sederhana, pebisnis yang membutuhkan kunjungan massa bisa memasang iklan agar Facebook menyematkan lokasi bisnisnya pada “Find Wi-Fi”.

Dengan begitu, para “fakir Wi-Fi” bakal tertarik berkunjung. Bisa saja bisnis itu berupa restoran, cafe untuk nongkrong, taman bermain, toko buku, dan lainnya.

Facebook masih enggan berkomentar untuk hal itu. Layanan bernuansa biru juga belum mau mengungkap kapan akan merilis “Find Wi-Fi” secara resmi.

Untuk sementara, uji coba fitur ini baru tersedia untuk beberapa pengguna aplikasi iOS yang beruntung.

Bagi pengguna Android, tampaknya harus lebih sabar menunggu.

Sementara itu aksi para hacker kini  tak terbatas pada iklan atau situs-situs berbahaya.

Media sosial rupanya telah menjadi salah satu sarana para hacker untuk menyebar malware

Seperti yang baru-baru ini ditemukan oleh peneliti keamanan Bart Blaze.

Dikutip ditulis laman situs Ubergizmo,  Blaze telah menemukan bentuk baru dari malware yang disebarkan melalui Facebook. Malware ini menyaru menjadi file gambar yang terlihat tak berbahaya.

Namun apabila gambar tersebut diunduh, file tersebut akan mengunduh lebih banyak malware untuk menyerang perangkat pengguna.

Malware ini memakai format .SVG untuk disebarkan ke seluruh pengguna jejaring sosial tersebut.

Gambar dengan format SVG memang terbilang berbeda dari file gambar kebanyakan. Format ini dapat membawa konten tambahan seperti JavaScript dan dapat dibuka di peramban internet terkini.

Cara penyebaran malware ini sebenarnya memiliki kemiripan dengan kasus-kasus sebelumnya. Pengguna yang tak sengaja mengunduh file SVG berbahaya akan diarahkan ke situs serupa YouTube.

Lalu, pengguna a diminta untuk mengunduh ekstensi codec tertentu agar video tersebut dapat dimainkan.

Codec itu yang kemudian akan mengunduh lebih banyak malware.

Pengguna tak akan sadar karena sistem ini membuat proses pengunduhan seolah-olah nyata dilakukan untuk video YouTube.

Menurut laporan, ektensi berbahaya ini memiliki kemampuan untuk mengubah data pengguna dan bahkan mengambil alih akun Facebook-nya.

Lewat cara ini pula malware tersebut disebarkan, karena korban kemungkinan tak sadar akunnya telah diretas.

Exit mobile version