Site icon nuga.co

Facebook Bikin Anda Aman dari Aksi Kepo

Facebook hari ini, Jumat, 20 November 2015, meng’hadiah”kan dua fitur baru ke pengguna “safety” berupa keamanan dari gangguan pantauan mantan pacar, atau istilah kerennya “stalking,” serta fitur penggalangan dana bagi donasi.

Untuk “hadiah,” Facebook benar-benar berhasil mengisolasi keamanan seseorang dari “intipan” mantan kekasih.

Sebelumnya, Facebook belum menemukan cara terbaik menjaga privacy seseorang dari intipan mantan pacar ketika berkomunikasi dengan kekasih barunya.

Kini, siapa pun mereka, tidak perlu khawatir dan kebingungan lagi dalam memilah-milah informasi Facebook hanya karena ketakutan dipantau oleh mantan kekasih.

Media sosial buatan Mark Zuckerberg itu sudah menyiap rilis fitur “pengendali mantan”.

Selama ini, Facebook memang menjadi wadah untuk menampilkan dan mencatat berbagai momen penting.

Dari foto-foto perjalanan, catatan hingga sekadar lontaran ide yang melintas di kepala penggunanya.

Tentu saja, ketika hubungan cinta berakhir, ada sejumlah hal yang Anda ingin posting tanpa harus khawatir dilihat oleh mantan kekasih.

Jejaring sosial terbesar dunia itu pun dikabarkan tengah mengembangkan sebuah software yang bisa menyembunyikan data pribadi penggunanya.

Aplikasi yang belum diketahui namanya tersebut memungkinkan pengguna Facebook untuk melakukan sebuah percakapan dengan nama alias.

Dengan begitu, maka mereka yang kerap melakukan aktivitas stalking bisa memperoleh informasi mengenai gebetan atau pacarnya tanpa harus mengungkapkan identitas aslinya.

Menurut kabar yang dilansir dari Techradar, proyek pengembangan aplikasi untuk menyembunyikan data pribadi tersebut dipimpin oleh Josh Miller.

Pria tersebut diketahui bergabung dengan Facebook setelah jejaring sosial tersebut mengakuisisi Branch
Branch, diketahui merupakan sebuah platform untuk melakukan percakapan secara tersembunyi dan invite only.
Pengembangan software ini pun bertentangan dengan kebijakan Facebook selama ini.

Terlebih sebelumnya, jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg tersebut menyarankan kepada para penggunanya untuk menggunakan data pribadi di Facebook.

Namun kabar kebenaran dari informasi ini belum mendapatkan konfirmasi secara langsung dari pihak Facebook.

Seperti dikutip “nuga” dari “Newsroom Facebook” Jumat, 20 November 2015, atas alasan tersebut, Facebook tengah menguji fitur yang bisa mengendalikan informasi-informasi yang bisa dilihat oleh mantan.

“Mulai hari ini, kami menguji fitur yang bisa membantu pengguna mengatur interaksinya dengan mantan kekasih di Facebook, setelah hubungan mereka putus,” tulis Product Manager Facebook Kelly Winters.

“Setelah pengguna mengubah status hubungan mereka di Facebook, sebagai tanda bahwa mereka telah putus, akan ditawarkan untuk mencoba menggunakan fitur ini,” imbuhnya.

Ketika fitur tersebut aktif, informasi-informasi untuk si mantan akan dibatasi. Ia bisa hanya melihat nama serta foto mantan pasangannya, tetapi tidak dapat melihat informasi lain.

Hal-hal tertentu yang diunggah ke Facebook, misalnya status, foto atau video, tidak akan muncul di linimasa mantan kekasih.

Nama Anda juga akan hilang dari sistem rekomendasi yang biasanya muncul saat mantan sedang mengirim pesan serta sedang mengatur tag pada foto miliknya.

Selain untuk urusan pacar dan mantan pacar, hari juga, Jumat, 20 November 2015, Facebook menguji coba sebuah fitur penggalangan dana lengkap dengan tombol Donasi di halamannya.

Dengan fitur tersebut, organisasi atau komunitas bisa mengajukan crowdfunding langsung dari laman jejaring sosial tersebut mirip layanan dari Kickstarter.

“Hari ini kami menguji Fundraiser, sebuah alat penggalang dana dan meningkatkan kinerja tombol Donasi, sehingga orang-orang bisa memberikan sumbangan tanpa harus keluar dari Facebook,” tulis Vice President of Product Management Facebook Naomi Gleit dalam blog resminya.

Dikutip dari laman situs “ Newsroom,” Fundraiser dibuat sebagai wadah penggalangan dana bagi organisasi non profit, melalui halaman Facebook mereka.

Menggunakan alat tersebut, mereka bisa menceritakan alasan kampanye, mengumpulkan pendukung, mengumpulkan donasi, serta melacak tahap demi tahap mewujudkan target yang sudah dicanangkan.

Orang-orang bisa memberikan sumbangan dengan cara sederhana lalu membagikan informasi donasi tersebut kepada teman-temannya. Informasi yang dibagikan pun dilengkapi dengan tombol Donasi sehingga siapapun bisa dengan mudah ikut menyumbang.

Tombol Donasi tersebut juga bisa disematkan di Facebook Pages dan konten yang diunggah ke halaman milik masing-masing organisasi.

Saat ini raksasa jejaring sosial tersebut telah bekerja sama dengan total 37 organisasi, diantaranya adalah Mercy Corps, National Multiple Sclerosis Society serta Word Wildlife Fund.

Exit mobile version