Site icon nuga.co

Facebook Banjir Hujatan atas Dislike

Pengguna Facebook ramai-ramai berkomentar di media sosial terkait keputusan uji coba tombol apa yang disebut oleh CEO Facebook Inc. Mark Zuckerberg dislike button atau “tombol tidak suka,” dan tidak semua orang senang dengan ide itu.

Dalam sesi tanya jawab beberapa haris lalu, Zuckerberg menjawab pertanyaan terkait berbagai topik mulai dari realita virtual hingga kehamilan istrinya.

Tapi sebagian besar pengguna Facebook fokus pada pengumumannya bahwa satu setengah miliar pengguna jaringan sosial tersebut sedang mengembangkan tombol lain selain “like” atau “suka.”

Para pengguna membanjiri laman Facebook resmi Zuckerberg dengan 3.000 komentar yang sebagian besar tentang pilihan tidak suka.

Walaupun sebagian mengatakan akan menggunakan Facebook lebih sering kalau tombol tersebut diluncurkan, tapi banyak juga yang mengatakan tombol tersebut bisa mengarah pada bully di dunia maya dan lebih banyak perasaan negatif di situs tersebut.

“Tolong jangan tambah tombol tidak suka,” kata seorang pengguna Facebook bernama Andrea Robichaud, dan menambahkan ia “lebih suka mengungkapkan apa yang ia rasakan dengan kata-kata, supaya apa yang ia maksud lebih jelas.”

Para pengguna telah bertahun-tahun meminta tombol tidak suka, kata Zuckerberg, walaupun tidak harus diberi nama “tidak suka” atau diwakili dengan gambar jempol jari yang mengarah ke bawah. Ia menambahkan perusahaan tersebut bersiap menguji satu versi tombol itu.

“Tidak semua momen adalah momen bagus,” kata Zuckerberg.

Tujuan tombol tersebut, ujarnya, untuk menyatakan empati terhadap postingan yang mungkin topiknya tidak cocok direspon dengan tanda “suka,” seperti kriris pengungsi atau kematian orang tercinta.

Walau Mark Zuckerberg sejak lama bersikap enggan menciptakan tombol Dislike di dalam jejaring sosial Facebook, belakangan perusahaan mengumumkan akan merealisasikannya.

Ada alasan di balik pengadaan fitur itu, namun banyak ‘rakyat’ Facebook yang dengan keras menolaknya.

Niat Zuckerberg menciptakan fitur Dislike adalah agar bisa memudahkan pengguna untuk memberi eksperesi ketertarikan atau kepedulian terhadap sebuah publikasi agar tidak ‘nyaru’ dengan ekspresi Like.

Dengan kata lain, Dislike dihadirkan sebagai penyeimbang Like yang selama ini menjadi khas Facebook.

Kendati begitu, ada segelintir pengguna Facebook yang menolak keras kehadiran fitur Dislike ini.
Dalam forum Tanya-Jawab di laman Facebook milik Zuckerberg, mereka secara langsung memberi komentar yang menyatakan tak ada minat sama sekali terhadap fitur Dislike.

Mereka beranggapan, Dislike berpotensi sebagai bentuk dukungan dari aksi cyber bullying

Salah satunya, nama pengguna Amor Villanueva mengatakan, “Tolong jangan menambahkan tombol Dislike pada Facebook. Itu adalah bentuk lain dari cyber bullying.”

Komentarnya ini menghasilkan nyaris 1.000 likes dari para ‘rakyat’ Facebook yang lain.

Walau begitu, ada juga di antaranya yang menyambut baik fitur Dislike dengan memberi contoh platform lain seperti YouTube yang memang memberi fungsi Dislike di setiap konten video.

Sampai sekarang masih belum jelas konsep Dislike dari Facebook akan seperti apa.

“Kami tak ingin membuat tombol Dislike yang malah membuat Facebook berubah jadi forum di mana pengguna seakan bisa memberi suara setuju atau tidak dari publikasi orang lain. Itu bukan komunitas yang ingin kami ciptakan,” begitu ungkap sang pendiri Facebook beberapa waktu lalu.

Dari situ, muncul anggapan bahwa yang Facebook ingin ciptakan bukanlah sekadar tombol Dislike dengan ikon jempol mengarah ke bawah.

Ekspresi Dislike di sini mengandung arti lebih dari itu, karena Zuckerberg menyatakan, perusahaan sedang mengembangkan cara baru untuk memberi ekspresi pengertian, seperti ketika teman Facebook Anda mempublikasikan konten sedih dari mulai bencana alam atau kematian.

Dengan kata lain, seperti dikutip dari Time, fitur Dislike bukan berarti sebagai alat untuk membenci foto teman-teman Facebook atau sebagai cara baru untuk melecehkan dan meremehkan orang lain.

Pengguna Facebook ramai-ramai berkomentar di media sosial terkait keputusan uji coba tombol apa yang disebut oleh CEO Facebook Inc. Mark Zuckerberg “dislike button” atau “tombol tidak suka,” dan tidak semua orang senang dengan ide itu.

Dalam sesi tanya jawab hari Selasa, Zuckerberg menjawab pertanyaan terkait berbagai topik mulai dari realita virtual hingga kehamilan istrinya.

Para pengguna membanjiri laman Facebook resmi Zuckerberg dengan 3.000 komentar yang sebagian besar tentang pilihan tidak suka.

Walaupun sebagian mengatakan akan menggunakan Facebook lebih sering kalau tombol tersebut diluncurkan, tapi banyak juga yang mengatakan tombol tersebut bisa mengarah pada bully di dunia maya dan lebih banyak perasaan negatif di situs tersebut.

“Tolong jangan tambah tombol tidak suka” kata seorang pengguna Facebook bernama Andrea Robichaud, dan menambahkan ia “lebih suka mengungkapkan apa yang ia rasakan dengan kata-kata, supaya apa yang ia maksud lebih jelas.”

Para pengguna telah bertahun-tahun meminta tombol tidak suka, kata Zuckerberg, walaupun tidak harus diberi nama “tidak suka” atau diwakili dengan gambar jempol jari yang mengarah ke bawah. Ia menambahkan perusahaan tersebut bersiap menguji satu versi tombol itu.

“Tidak semua momen adalah momen bagus,” kata Zuckerberg.

Tujuan tombol tersebut, ujarnya, untuk menyatakan empati terhadap postingan yang mungkin topiknya tidak cocok direspon dengan tanda “suka,” seperti kriris pengungsi atau kematian orang tercinta.

Beberapa pengguna menawarkan usulan alternatif yang mereka anggap bisa mengurangi pelecehan di situs tersebut, seperti menambahkan tombol “simpati” atau memungkinkan pengguna memilih tidak ada tombol “tidak suka” untuk postingan mereka.

Sebagian lainnya menanggapi dengan humor. Vince Vogel mengusulkan Facebook menawarkan “senyum umum, senyum pribadi, cemberut pribadi dan cemberut umum” daripada tombol suka dan tidak suka.

Para pengampat memperkirakan tidak ada keuntungan finansial besar bila perusahaan ini meneruskan rencana mereka, dan saham Facebook naik sedikit di sesi perdagangan pertama setelah pengumuman itu

“Kalau tombol itu jadi diluncurkan, akan membantu interaksi,” kata Stern Agee seorang pengamat Arvind Bhatia, walaupun ia mengatakan dampak pendapatan tidak besar.

“Ini kemungkinan jawaban Facebook tentang fitur yang diminta oleh para pengguna.”

Exit mobile version