Site icon nuga.co

Dipertanyakan Enkripsi dari WhatApps

Belum satu hari memberitahu tentang jaminan keamanan pesannya lewat sebuah fitur enkripsi, dengan mengacak percakapan, WhatApps mendapat gugatan atas kepentingan pengacakan itu.

Sistem enkripsi yang digunakan WhatsApp bukan hal baru, dan metode seperti ini sudah diterapkan oleh aplikasi sejenis.

Sebut saja Signal yang menjadi aplikasi favorit Edward Snowden.

Sistem enkripsi yang diterapkan WhatsApp tidak biasa, karena mereka bekerjasama dengan perusahaan swasta yang dikelola para hacker, Open Whisper Systems.

Dalam blognya perusahaan ini menjelaskan apa saja yang sudah diamankan di WhatsApp.

“Semua termasuk percakapan, grup chat, lampiran, pesan suara dan panggilan telepon di Android, iPhone, Windows Phone, Nokia S40, Nokia S60 BlackBerry dan BB10,” klaim perusahaan.

Lantas apa yang diinginkan oleh WhatApps dengan enkripsi itu?

Sistem enkripsi itu  bersifat end-to-end.

Ini artinya, hanya pengirim dan penerima saja yang bisa membaca pesan, sementara jalur data diamankan dan bahkan WhatsApp pun tidak bisa mengintip isi pesan penggunanya

Rencana  ini, sebenarnya, sudah mulai dilakukan sejak satu setengah tahun terakhir, dan hari ini Rabu, 06 April 2016,  layanan tersebut mulai bisa digunakan, termasuk oleh pengguna di Indonesia.

Dengan pengguna aktif lebih dari satu miliar orang, sistem enkripsi ini dilihat WhatsApp sangat penting.

Terlebih lagi belakangan ini banyak sekali kasus yang mengancam privasi pengguna Internet.

“Belakangan ini banyak sekali pembicaraan mengenai layanan enkripsi.”

“ Kami sadar akan upaya penegak hukum untuk menjaga keamanan, namun melemahkan sistem enkripsi yang dimanfaatkan penjahat siber, hacker dan negara tertentu,” kata pendiri WhatsApp Jan Koum melalui blog perusahaan.

WhatsApp juga mengklaim tidak menyimpan data apa pun terkait percakapan penggunanya.

Dengan dimulainya pengacakan percakapan ini WhatApps telah  memenuhi janjinya dalam memberikan layanan yang aman bagi pengguna

Seperti ditulis laman situs “ubergizmo,” Rabu, 06 April 2016,  WhatApps setengah tahun lalu, setelah menerima banyak keluhan tentang minimnya keamanan layanan pesan di aplikasi miliknya, berjanji memberikan keamanan penuh bagi penggunanya.

Hari ini, Rabu, 06 April 2016, pengguna WhatsApp menemui notifikasi baru, berupa pemenuhan janji itu.

Isinya kurang lebih memberitahukan bahwa layanan WhatsApp sudah menggunakan enkripsi end-to-end.

Dengan kata lain, semua percakapan hanya bisa dilihat oleh pengirim dan penerima pesan.

“Bahkan WhatsApp pun tidak bisa melihat isi pesan tersebut,” tulis penjelasan di blog WhatsApp.

WhatsApp juga menjelaskan bahwa mereka tidak menyimpan fail apa pun terkait percakapan.

Ini berarti pihak pemerintah pun tidak bisa memaksa WhatsApp untuk membocorkan data percakapan penggunanya.

Untuk mewujudkan sistem enkripsi ini WhatsApp tidak sendiri.

Mereka bekerjasama dengan perusahaan privat yang dibangun oleh sejumlah hacker ternama, Open Whisper Systems.

Dalam blognya perusahaan ini menjelaskan apa saja yang sudah diamankan di WhatsApp.

“Semua termasuk percakapan, grup chat, lampiran, pesan suara dan panggilan telepon di Android, iPhone, Windows Phone, Nokia S40, Nokia S60 BlackBerry dan BB10,” klaim perusahaan.

Namun agar sistem pengamanan benar-benar berjalan, WhatsApp meminta agar semua penggunanya memperbarui aplikasi mereka ke versi yang paling terbaru.

WhatApps memang terkenal dengan  revolusi cara  agar pengguna ponsel pintar bisa berkomunikasi.

Upaya revolusi WhatsApp ini menjadikan  aplikasi pesan instannya  sangat populer.

Dari tahun ke tahun aplikasi ini menawarkan banyak perubahan untuk mengikuti perkembangan penggunanya.

Karena berbasis nomor ponsel terkadang membuat WhatsApp mudah untuk saling menambah daftar teman di kontak.

Karena tak perlu lagi saling melakukan ‘ritual’ invite-accepted untuk memulai pembicaraan.

Banyaknya teman dan pesan yang saling bertukar, tak lantas membuat banyak pengguna WhatsApp tahu masing-masing fitur yang disediakan oleh aplikasi ini.

Termasuk, fitur untuk mengetahui ‘siapa yang paling sering chatting dengan saya?

Cara yang dilakukan sangat mudah dan untuk sementara hanya bisa dilakukan melalui aplikasi berbasis iOS saja.

Di Storage Usage, WhatsApp merekam jumlah pesan dari sesama pengguna dan menomorkannya berdasarkan siapa yang paling sering diajak chatting.

Sementara itu di bagian ‘Size’ pengguna bisa melihat beban paling banyak dalam ukuran memori yang menyimpan pesan.

Rata-rata memang adalah WhatsApp Grup yang apalagi aktif bertukar pesan di dalamnya.

Walaupun sederhana, mungkin ini fitur yang berguna bagi Anda.

Tidak bisa dimungkiri lagi, hampir semua pengguna smartphone pasti menggunakan WhatsApp.

Berkat kemudahannya dalam mengirimkan pesan berupa teks, gambar, video, dan sebagainya, WhatsApp menjadi aplikasi chatting utama di smartphone.

Exit mobile version