Site icon nuga.co

Apple Music Makin Manjakan Penggunanya

Apple Music, sebuah fitur mengasikkan di internet, makin memaknai eksistensinya dengan memanjakan pengguna, atau pelanggannya, dengan mengunggah lebih seratus ribu lagu ke layanan mereka.

Kouta itu melakukan lompatan besar dari yang awalnya Cuma dua puluh ribu ribu lagu ketika diluncurkan, Juni 2015 lalu.

Seperti dikutip dari “phone arena,” Rabu, 08 Desember 2015, pembaruan ini bukanlah kejutan.

Menuliskan hasil wawancaranya dengan VP Internet Software and Services Apple Eddy Cue, fitur ini sebelumnya pernah menjanjikan kemampuan tersebut pada bulan peluncurannya.

“Angka dua puluh lima ribu saat peluncuran dan akan diperbarui menjadi seratus ribu lagu untuk iOS 9,” kata dia kala itu lewat akun Twiteer

Setelah pengguna menunggunya beberapa bulan setelahnya janji itu tak jua. Kini, hampir enam bulan setelah peluncurannya, akhirnya Apple menepati janji.

Itupun tak serta-merta diumumkan oleh pabrikan berlogo apel tergigit.

Kemampuan mengunggah seratus ribu ribu lagu tersiar dari mulut ke mulut antar pelanggan Apple Music.

Setelah dikonfirmasi kembali kepada Cue, barulah ia mengiyakan. Dengan ini, pengguna bisa memasukkan lagu lebih banyak untuk diakses dari seluruh perangkat Apple kapanpun dan di mana pun.

Bagi yang belum memahami mekanisme Apple Music secara jelas, layanan tersebut adalah satu tempat untuk menikmati musik dari perangkat iOS, OS X dan Apple Watch.

Secara otomatis, Apple Music akan mensinkronkan layanannya pada ketiga perangkat -jika pengguna memiliki semuanya-.

Tiga fitur utama di Apple Music adalah “Discover” untuk streaming konten musik, “Radio” dan “Connect” untuk terhubung ke penyanyi kesukaan pengguna.

Sebelum peluncuran janjinya ini, Apple Music diklaim sudah mendapatkan pengguna sekitar sebelas juta orang sejak diperkenalkan Juni lalu.

Angka sebelas juta bukanlah sesuatu yang kecil.

Melihat angka tersebut diraih dalam waktu singkat, tersirat bahwa Apple Music merupakan produk yang sukses.

Untuk menakar “kesuksesan” tersebut, sebuah survei dilakukan oleh MusicWatch setelah masa promosi berakhir.

Hasil surveinya cukup mengagetkan, aplikasi musik itu ternyata sudah mulai ditinggalkan.

Menurut survei ditemukan empat puluh delapan persen orang yang mencoba free trial Apple Music itu kini sudah berhenti berlangganan.

“Memang ini kerugiannya bila terlambat masuk ke sebuah industri sementara industri itu kini sudah diisi pesaing yang layanannya bagus,” ujar Managing Partner of MusicWatch, Russ Crupnick.

“Soal benchmark Apple Music, sebenarnya saat ini empat puluh persen pengguna iOS membeli konten digital dari iTunes. Ini mengindikasikan potensi kesediaan orang menggunakan Apple Music bisa lebih besar,” imbuhnya.

Selain orang yang berhenti berlangganan pasca trial, survei juga mengungkap ada sekitar dua per tiga pengguna trial yang cenderung mau membayar untuk berlangganan Apple Music.

Masalah lain yang datang sebagai masalah dari Apple Music, seperti dikutip dari Ubergizmo, adalah baterai perangkat iPhone lebih cepat habis ketimbang biasanya.

Penurunan baterai yang dirasakan oleh setiap pengguna tentunya berbeda-beda, tetapi tetap menunjukkan angka yang cukup drastis.

Pengguna lainnya mengklaim mengalami penurunan dari seratus persen menjadi tiga puluh delapan persen hanya dalam waktu satu setengah jam saja.

Menurun drastisnya baterai karena Apple Music sendiri memang sangat logis.

Hardware yang ada di iPhone bekerja lebih keras untuk memutar file musik secara streaming ketimbang musik yang sudah ditaruh di media penyimpanan perangkat.

Pasalnya, untuk mendengarkan musik secara streaming, komponen WiFi atau antena di iPhone membutuhkan tenaga untuk mengunduh musik yang ada.

Daya yang dibutuhkan pun bakal semakin besar apabila pengguna memutuskan untuk mendengarkan musik menggunakan speaker perangkat.

Satu hal yang harus diingat, aplikasi streaming lain, seperti Spotify, Tidal, Rdio, dan lain-lain, yang menawarkan layanan serupa pastinya akan membuat baterai cepat habis.

Hanya saja belum diketahui aplkasi mana yang paling banyak menguras baterai.

Sebaiknya, jika ingin memanfaatkan layanan streaming musik sambil tetap mempertahankan daya baterai, unduh saja terlebih dahulu musik yang ingin didengarkan.

Exit mobile version