Site icon nuga.co

Anonymous Hancurkan Internet Milik Turki

“Perang” siber yang dikobarkan Anonymous terhadap Turki, mulai Senin, 28 Desember 2015, mulai berdampak terhadap semua sistem yang menggunakan Internet.

Situs web pemerintah, fasilitas militer, hingga industri perbankan sudah kena imbasnya.

“Kepada pemerintah Turki, jika kalian tidak berhenti mendukung ISIS, kami akan melanjutkan serangan terhadap internet kalian,” suara ancaman salah satu anggota Anonymous pada sebuah video YouTube, yang kini sudah dihapus.

Anonymous mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber yang ‘mematikan’ sekitar empat ratus ribu situs yang terhubung dengan jaringan penting di Turki.

Serangan yang berlangsung sekitar dua minggu ini merupakan salah satu serangan paling intens sepanjang sejarah Turki.

“Anonymous telah ‘melumpuhkan’ sejumlah situs-situs penting milik pemerintah serta institusi financial,” tulis “ubergizmo,” Senin, 28 Desember 2015.

Serangan ini juga sekaligus mematahkan tuduhan Turki terhadap Rusia yang sebelumnya diklaim melakukan balas dendam melalui jaringan Internet.

Namun serangan siber ini berhasil diredam Turki setelah mereka memblokir semua trafik Internet yang berasal dari luar.

Anonymous yang sebelumnya menyatakan perang dengan kelompok militan ISIS, kini juga tidak segan-segan menyatakan permusuhan terhadap semua pihak yang diduga memiliki koneksi kuat dengan ISIS, salah satunya terhadap Turki.

“Setelah menyerang inti sistem nama domain, kami akan mulai menyerang bandara kalian, aset militer, serta jaringan sektor swasta milik kalian. Kami akan menghancurkan infrastruktur perbankan penting milik kalian,” gertakan dari Anonymous.

Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah ini memang disebut-sebut sebagai salah satu ‘ibu asuh’ yang banyak mendonorkan pemasukan bagi kelompok radikal ISIS.

Turki diketahui turut menyumbang dompet ISIS untuk berbagai operasi militer mereka melalui perdagangan hasil penyelundupan minyak bumi.

Presiden Vladimir Putin menyebut pemerintah Turki sebagai kaki tangan kelompok teroris.

Presiden Barack Obama juga sempat mendesak Turki untuk memantau perbatasannya dengan Suriah secara ketat, terkait banyaknya perdagangan gelap yang dilakukan lintas batas negara di Timur Tengah.

Dalam sehari, ISIS bisa mendapatkan dana segar hanya dari perdagangan gelap minyak mentah.

Minyak mentah yang diantarkan truk tangki melalui jalur ‘gelap ini dijual dengan harga begitu murah, sebagaimana dilaporkan Rystad Energy yang mengungkapkan hal ini berdasarkan permintaan pemerintah Norwegia.

Selanjutnya, minyak ini akan masuk pasar gelap, mengutip laporan yang juga dituliskan dalam harian Klassekampen dari Norwegia pada bulan Desember 2015.

“Berdasarkan informasi kami, bulan lalu ISIL menjual sejumlah besar minyak dengan potongan harga kepada makelar di Timur Tengah, salah satunya pria yang berasal dari Turki yang mengantarkan minyak ini untuk dijual kembali.”

“ Minyak yang sepertinya berasal dari daerah operasi ISIL ini dijual di Irak, kemudian dijual kembali di Turki,” ungkap David Cohen, US Under Secretary for Terrorism and Financial Intelligence dalam situs RT.

Atas dasar inilah, Anonymous pun begitu geram atas sikap pemerintah Turki yang terkesan ‘lembek’ dalam menindak kasus perdagangan gelap minyak yang hasilnya jatuh ke tangan ISIS.

“Hentikan kegilaan ini sekarang juga, Turki. Nasib kalian ada di tangan kami,” intimidasi Anonymous terhadap negara yang menjadi tuan rumah pertemuan G20 pada November 2015 lalu.

Kelompok hacker Anonymous menyatakan perang terhadap Turki setelah menuduh Pemerintah Presiden Recep Tayyp Erdogan mendukung kelompok militan ISIS.

Melalui siaran yang diunggah ke situs YouTube, Anonymous mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan cyber yang meruntuntuhkan puluhan ribu situs Turki, pekan lalu.

Selain itu mereka juga mengancam akan menyerang situs bank negara Turki, militer dan fasilitas pemerintah lainnya jika pemerintah Erdogan tidak menghentikan dukungan untuk ISIS.

“Turki mendukung Daesh dengan membeli minyak dari mereka. Dan Memberikan perawatan kepada pejuangnya,” kata pihak ISIS, seperti dikutip dari IB Times.

“Kami tidak akan menerima bahwa Erdogan, pemimpin Turki, akan membantu ISIS lagi. Jika Anda tidak berhenti mendukung ISIS, kami akan terus menyerang internet Anda.”

“Hentikan kegilaan ini sekarang Turki. Nasib Anda di tangan Anda sendiri,” ucap kelompok tersebut.

Sebuah serangan Distributed Denial of Service besar (DDoS) diluncurkan pada semua situs web Turki yang berakhir .Tr pada tanggal 14 Desembe. Akibatnya Turki National Response Centre for Cyber ​​Acara untuk menutup semua lalu lintas ke situs-situs dari luar Turki.

Aksi yang dilakukan oleh Anonymous ini memang bermula dari tudingan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan bahwa Ankara menampung hasil minyak selundupan kelompok ISIS.

Tudingan juga datang dari Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengungkapkan bahwa sebagian besar minyak yang diproduksi dan diselundupkan dari sejumlah wilayah yang dikuasai ISIS di Irak dan Suriah diselundupkan melalui Turki.

Pihak Turki menolak tudingan tersebut dengan menyebut bahwa hal tersebut adalah fitnah.

Exit mobile version