Site icon nuga.co

Aksi Google Perbarui Virtual Reality

Alphabet, induk perusahaan Google, dalam rilis terbaru di blog resminya, Rabu 10 Februari 2016, menegaskan akan meluncurkan perangkat kacamata virtual reality baru untuk pengguna smartphone.

Berbeda dengan alat Google Cardboard yang terbuat dari karton, perangkat terbaru ini akan tampil mirip dengan perangkat Samsung Gear VR.

Tak hanya perbaikan dari sisi material, Google juga menyematkan sensor dan lensa yang lebih baik pada perangkat ini.

Penerus Google Cardboard ini kabarnya juga akan memiliki kompatibilitas yang lebih baik dibandingkan Samsung Gear VR yang hanya dapat bekerja pada beberapa perangkat Samsung seperti Galaxy S6, Galaxy S6 Edge, Galaxy S6 Edge+, dan Galaxy Note 5.

Layaknya Google Cardboard dan Samsung Gear VR, dibutuhkan sebuah smartphone untuk menampilkan dan memproses objek 3D.

Untuk meningkatkan pengalaman pengguna saat mengenakannya, Google akan menyematkan sebuah perangkat lunak baru yang langsung melekat di dalam sistem operasi Android.

Hal ini dilakukan agar pengguna tak lagi merasa pusing atau mual yang disebabkan oleh penundaan gambar yang ditampilkan pada perangkat virtual reality.

Dengan menggunakan hardware dan software yang lebih baik, Google berharap pengguna bisa lebih betah saat menggunakan virtual reality dan pengembang dapat menciptakan aplikasi yang lebih canggih.

Sebelumnya Alphabet juga merilis kabar bahwa mereka telah mengirim lebih dari lima juta unit kacamata material karton Google Cardboard yang berguna melihat konten realitas virtual atau virtual reality/VR, dari aplikasi mobile.

Google, yang meluncurkan Cardboard sekitar satu setengah tahun lalu, mengatakan bahwa aplikasi Cardboard telah diunduh sebanyak dua p[uluh lima juta kali dari toko aplikasi Google Play Store.

Perusahaan ini akan menyelami lebih dalam teknologi realitas virtual dengan mendirikan sebuah divisi baru untuk mengerjakan proyek tersebut.

Situs berbagi video YouTube saat ini juga telah mendukung dan memperbanyak konten realitas virtual untuk lebih mendorong pemanfaatan teknologinya.

Google berkata lebih dari tiga ratus lima puluh ribu jam video realitas virtual telah ditonton di YouTube.

Selain Google, Facebook terlihat sebagai salah satu perusahaan yang gencar mengembangkan realitas virtual melalui anak usaha Oculus yang diakuisisi pada dua tahun lalu.

Oculus telah membuka pemesanan perangkat kacamata Rift dan akan mulai menjualnya pada kuartal pertama tahun ini

Google juga telah mengumumkan program Expeditions Pioneer, sebuah sistem tur virtual yang dirancang membantu para guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Melalui program ini, siswa dapat merasakan pengalaman belajar dengan serangkaian konten video dan gambar format.

Untuk mendemonstrasikannya, Google sudah menyiapkan lebih dari seratus ekspedisi yang mencakup berbagai topik.

Beberapa di antaranya merupakan hasil kerja sama dengan pihak lain seperti American Museum of Natural History untuk menyajikan ekspedisi museum dan Planetary Society yang menyajikan perjalanan ke luar angkasa.

Untuk dapat menikmati perjalanan virtual, Google menyiapkan sebuah aplikasi berbasis Android di tablet yang memungkinkan guru untuk membimbing para siswa.

Selain itu, ada peralatan kacamata penunjang konten 360 derajat Google Cardboard, konektivitas internet Wi-Fi, serta sistem pengeras suara, diperlukan pula untuk merasakan pengalaman yang maksimal.

Agar program dapat terlaksana, tim khusus dari Google akan mendatangi sekolah-sekolah di seluruh dunia yang ikut berpartisipasi dalam program percontohan.

Mereka akan memberikan berbagai peralatan yang lengkap untuk dapat mengimplementasikan program Expeditions Pioneer.

Di antaranya adalah tablet, Cardboard untuk setiap siswa, speaker, router, beserta tas untuk menyimpan semuanya.

Tak hanya itu, tim khusus tersebut juga akan menunjukkan ke guru bagaimana menggunakannya. Semua fasilitas yang diberikan dapat dinikmati oleh sekolah secara cuma-cuma.

Exit mobile version