Site icon nuga.co

Ada Ribuan Planet Baru, Sepuluh Layak Huni

Para ilmuwan dan peneliti Europa menemukan ribuan planet baru di tata surya, dan sepuluh di antara temuan itu dianggap mereka layak untuk tempat tinggal manusia di masa datang.

Planet baru yang dicatatkan sebagai temuan terbesar dari peneliti Europa ini berada di wilayah exoplanets atau di luar tata surya. Diperkirakan, temuan tersebut akan meningkat jumlahnya seiring masih berlanjut penelitian yang dilakukan.

Penemuan ini akan memberikan pemahaman baru dari segi jumlah, variasi, dan distribusi planet.

Dikutip dari “Eurekalert,” jurnal antariksa milik ilmuwan Europa, para peneliti dari Princeton University dari Amerika Serikat dan Lund University dari Swedia menghitung setidaknya saat ini ada sebanyak dua puluh satu ribu planet di luar tata surya.

Para peneliti itu menggunakan satelit Gaia milik Badan Antariksa Eropa untuk mendeteksi kebaradaan planet itu. Bahkan, menurut mereka Gaia bisa mendeteksi sebanyak tujuh puluh ribu exoplanets dalam sepuluh tahun ke depan.

Satelit Gaia yang dirancang dan dioperasikan oleh ESA ini diluncurkan pada bulan Desember tahun lalu.
Gaia mempunyai fungsi untuk mendeteksi setiap gerakan pada sebuah bintang yang jauh di luar galaksi Bima Sakti yang belum ditemukan sebelumnya. Gerakan yang dimaksud seperti sebuah planet di luar tata surya yang bergetar akibat sedang mengorbit di sekitarnya.

“Ini bukan hanya tentang angka. Masing-masing planet ini akan diketahui rincian spesifiknya dan banyak yang akan diketahui hal menarik dari planet-planet itu,” ujar Michael Perryman dari Department of Astrophysical Sciences yang ikut terlibat dari penelitian tersebut.

Perryman bekerja sama dengan Joel Hartman, peneliti di Departemen Ilmu Astrofisika Universitay Princeton dan Profesor Ilmu Astrofisika Gaspar Bakos serta Profesor Astronomi Lennart Lindegren, yang keduanya berasal dari Universitas Lund. Hasil penelitian mereka diterbitkan ke dalam Astrophysical Journal edisi bulan ini.

Para peneliti tersebut berharap satelit Gaia dapat mendeteksi sebuah planet yang menyerupai Bumi, yang dimana saat ini masih sulit ditemukan kembarannya.

Perryman mengatakan dirinya bersama yang lain telah mempersiapkan diri dari penelitian mengenai exoplanet yang akan ditemukan oleh satelit Gaia.

“Kami melihat potensi dua puluh ribu planet baru di daerah yang sama di luar tata surya. Hasil ini tergantung perkembangan dari penemuandi lapangan,” jelas dia.

Sayangnya, tidak semua planet ini belum dapat dikonfirmasi kemampuannya menjadi tempat koloni. Beberapa di antaranya juga masih sangat butuh banyak penelitian terkait lingkungan.

Oleh karena itu, University of Puerto Rico di Arecibo mempersempit jumlah planet tersebut menjadi sepuluh saja.

Dilansir melalui space.com, setidaknya ada sepuluh planet yang dapat menjadi tempat tinggal manusia jika Bumi hancur.

Kesepuluhnya itu terdiri dari Kepler-186f, yang merupakan planet luar yang benar-benar seukuran dengan Bumi yang pernah ditemukan. Dunia alien ini berjarak empat ratus embilan puluh tahun cahaya dari Bumi.
Ukurannya lebih besar sepuluh persen ketimbang Bumi kita. Yang menarik, permukaannya didominasi oleh bebatuan.

Selain itu ada gliese 581g. Planet ini cukup kontroversial. Sejak ditemukan 2010 lalu, para peneliti masih sulit untuk mendapatkan konfirmasi terkait eksistensinya. Namun tetap saja, University of Puerto Rico menganggap planet ini merupakan kandidat terbaik untuk ‘bumi’ alternatif.

Jika memang benar adanya, Gliese 581g hanya berjarak dua puluh tahun cahaya. Ukurannya pun dua sampai tiga kali lebih masif dari Bumi. Ia mengorbit di bintang induknya, Gliese 581, setiap tiga puluh hari dalam konstelasi Libra.

Ada gliese 667Cc. Planet ini disebut Superbumi. Gliese 667Cc juga cukup dekat dengan Bumi, hanya 22 tahun cahaya di konstelasi Scorpius. Ukurannya empat setengah kali lebih besar dari Bumi dan butuh dua puluh delapan hari untuk mengorbit di bintang induknya, GJ 667C.

Kepler 22b. Ukurannya dua setengah kali kali lebih besar dari Bumi. Efek rumah kaca yang ada di planet ini mirip juga dengan Bumi. Perkiraan suhunya mencapai 22 derajat celsius, berjarak enam ratus tahun cahaya dan berada di konstelasi Cygnus.

Selanjutnya HD 40307g. Planet ini juga disebut superbumi. Berjarak empat puluh dua2 tahun cahaya dari Bumi dan berada di konstelasi Pictor.

Saking dekatnya, teleskop masa depan milik NASA akan bisa dengan mudah meneliti permukaannya. Dia mengorbit bintang induknya yang berjarak lima puluh enam juta mil, sama dengan setengah jarak Bumi ke Matahari yang berjarak seratus lima puluh juta kilometer.

Ada juga HD 85512b. Ditemukan pada 2011 sebagai salah satu dari lima puluh planet yang pernah ditemukan oleh HARPS, perangkat pencari planet di Chile.

Exit mobile version