Site icon nuga.co

5G Akan Jadi Tren Kecepatan Internet

Internetan masa depan akan diramaikan oleh kepastian hadirnya sistem jaringan komunikasi berbasis 5G setelah munculnya kesepakatan International Telecommunication Union alias ITU, sebuah organisasi yang meregulasi sistem radio dan telekomunikasi tingkat internasional.

Sistem jaringan komunikasi masa depan berbasis 5G, akan memiliki kecepatan akses hingga 20 Gbps.

Phone Arena, Senin, 22 Juni 2015, mengungkapkan ITU telah merumuskan spesifikasi dan kemampuan yang akan dibawa oleh jaringan 5G di masa depan dengan akses 20 Gbps sebagai kecepatan maksimal.

Walau pun kecepatan 20 Gbps adalah patokan maksimal dan teoritis, realitanya, 5G akan mencapai kecepatan puncak dengan skala yang lebih rendah.

Saat ini, standar LTE tercepat adalah jaringan LTE Cat 9, yang menyediakan kecepatan maksimal hingga 300Mbps. Itu pun masih jauh dari kecepatan secara teoritis yang mampu dicapai oleh jaringan 4G yakni 1 Gbps.

Ditulis “phone arena, kecepatan 20 Gbps apabila dipraktekan ke dalam kehidupan sehari-hari, sama artinya pengguna nantinya akan mampu mengunduh film beresolusi ultra high definition hanya dengan waktu satu detik.

Jaringan 5G, lanjut “phone arena,” dalam tulisan khususnya, akan dapat dikomersialisasikan pada 2020. Jaringan tersebut juga dipersiapkan untuk menyambut era Internet of Things.

Standar jaringan komunikasi generasi kelima itu diharapkan mampu menjangkau satu juta perangkat IoT dalam radius satu kilometer dengan kecepatan rata-rata 100 Mbps.

Meskipun 4G LTE-A belum menjadi standar di tingkat global, International Telecommunication Union tetap mendefinisikan spesifikasi untuk langkah berikutnya dalam komunikasi mobile.

Jaringan 5G juga akan dibangun dengan memperhitungkan perangkat internet-of-things.

ITU telah menetapkan bahwa jaringan 5G akan dapat memenuhi lebih dari 1 juta perangkat IOT di dalam radius satu kilometer persegi pada kecepatan rata-rata atas 100Mbps.

Dalam skema penamaan formal, ITU mengusulkan 5G akan disebut dengan IMT-2020, di mana sebelumnya standar jaringan 4G dinamai IMT-Advanced, sedangkan standar 3G disebut dengan IMT-2000. Keputusan akhir mengenai hal itu akan ditetapkan pada Oktober.

ITU berharap jaringan 5G komersial pertama akan dapat dimulai pada 2020, meskipun uji coba sedang dipersiapkan untuk Olimpiade Musim Dingin 2018 di PyeongChang, Korea Selatan.

Seperti dikutip dari AFP, Baru-baru ini dikabarkan bahwa Pemerintah Korea Selatan mengumumkan tengah mengembangkan teknologi jaringan generasi kelima, atau yang lebih dikenal dengan Jaringan Internet 5G.

Teknologi Jaringan Internet 5G ini di kembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat Korea Selatan yang ingin mengakses internet ketika mereka berada dalam sebuah kendaraan super cepat, seperti kereta api cepat.

Jaringan Internet 5G memiliki kecepatan internet yang tinggi dengan lancar, meski mereka sedang berada di kereta berkecepatan sampai lima ratus kilometer per jam.

Selain itu, dengan Teknologi Jaringan Internet 5G, pengguna mampu melakukan download film 800 MB dalam waktu sedetik saja. Sementara jaringan 4G membutuhkan waktu sekitar 40 detik untuk melakukan hal yang sama.

Teknologi Jaringan Internet 5G sebenarnya sudah pernah di ujicoba Samsung pada Mei 2013 lalu.

Samsung mengklaim sukses mengujicoba Teknologi Jaringan 5G untuk pertama kalinya. Samsung berhasil mengujicoba platform menggunakan 28 GHz waveband, untuk mentransimisi data dalam kecepatan mencapai 1 Gbps.

Ini juga mengisyaratkan bahwa kemungkinan besar perangkat gadget smartphone pertama yang mengadopsi Teknologi Jaringan Internet 5G adalah Samsung.

Korsel memang sudah dikenal sebagai salah satu negara dengan kecepatan internet super cepat.

Jika memang nantinya Teknologi Jaringan Internet 5G berhasil diterapkan secara umum, maka diharapkan dapat membantu laju ekonomi Korsel nantinya. Proyek 5G diharapkan menyumbang tiga ratus tiga puluh satu triliun won pada ekonomi Korsel di tahun 2020 sampai 2026.

phone arena dan the verge

Exit mobile version