Site icon nuga.co

Valentino Rossi “Hijrah” ke Suzuki

Rider Movistar, Valentino Rossi, hampir dipastikan bergabung ke Suzuki di musim balapan dua tahun mendatang bersamaan dengan habisnya “kontrak”nya dengan Yamaha pada tahun depan.

Kepindahan Rossi ke Suzuki ini dibocorkan oleh situs “autobild.es,” dalam tulisannya Rabu, 02 Desember 2015, usai menyimpulkan wawancara The Doctor yang secara terus menerus memuji principal asal jepang itu.

Kabar bergabungnya Rossi ke pabrikan yang identik dengan warna biru pada MotoGP dua tahun mendatang itu muncul setelah Rossi melontarkan opininya tentang peta kekuatan MotoGP 2016.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky Sport Italia, rider kebanggan Italia itu mengatakan Suzuki merupakan tim yang layak diperhitungkan musim depan.

“Saya pikir Suzuki akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Saya rasa Aleix Espargaro akan mengancam musim depan. Jika didukung equipment yang baik, dia bisa cukup berbahaya,” ucap Rossi, Rabu, 02 Desember 2015

Nah, pernyataan ini dinilai sebagai sinyal The Doctor untuk mencoba flirting dengan Suzuki. Apalagi, Team Principal Suzuki, yakni Davide Brivio, adalah mantan bos Rossi di Yamaha.

Sebenarnya isu kepindahan Rossi ke Suzuki sudah sempat beredar sebelumnya. Beberapa media Italia menyebut Yamaha tengah mempersiapkan rider muda Suzuki, Maverick Vinales, sebagai suksesor tujuh kali jawara premier class tersebut.

Rossi memprediksi persaingan di MotoGP musim depan akan sama sengitnya seperti musim ini.

Namun diluar dugaan, The Doctor memprediksi kalau Suzuki Ecstar dengan rider andalannya, Aleix Espargaro, akan tampil hebat di MotoGP 2016.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky Sport Italia itu Rossi meyakini beberapa tim akan diuntungkan dengan beberapa perubahan regulasi teknis, terutama oleh ban Michelin dan perangkat elektronik terbaru dari Magneti Marelli.

Menurut The Doctor, persaingan di barisan terdepan tak akan banyak berubah, namun ancaman yang datang juga bakal bertambah.

“Mustahil memprediksi siapa yang akan paling diuntungkan oleh perubahan regulasi ini. Bagaimanapun, rider terkuat akan tetap jadi yang terdepan. Saya pikir persaingan untuk posisi terdepan tak akan banyak berubah.”

“Tapi, akan ada motor, seperti Suzuki, yang akan mengalami peningkatan signifikan. Jadi, saya rasa Aleix akan mengancam. Jika didukung equipment yang baik, dia bisa cukup berbahaya,” celoteh Rossi.

Setelah gagal meraih titel kedelapannya di premier class musim ini, Rossi pun akan menjalani waktu off-season dengan mempersiapkan strategi baru untuk musim 2016, yang bisa saja menjadi musim pamungkas Rossi di ajang Grand Prix.

“Secara keseluruhan, musim 2015 berjalan sangat baik. Levelnya sangat sengit. Sangat disayangkan memang, saya gagal meraih titel.”

“Kini waktunya bersantai dan mencoba kembali kompetitif tahun depan bersama Michelin dan semua perubahan yang ada. Saya tetap akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Musim depan akan jadi pertaruhan besar bagi saya,” jelas rider kebanggaan Italia itu.

Dalam wawancara itu juga Rossi mengaku belum bisa sepenuhnya melupakan kejadian yang membuat peluangnya menjadi juara 2015 hilang begitu saja.

Menurutnya, semua ingatan itu masih terbayang dalam benaknya.

“Saya harus hidup dalam kekecewaan yang saya pikir Anda takkan bisa merasakannya. Kemarin-kemarin itu adalah hari-hari yang sulit,” tutur Rossi

“Saya masih memikirkan semuanya. Saya harus katakan kami mempunyai musim yang luar biasa dengan akhir yang menyedihkan,” sambungnya.

Meski demikian, pembalap berjuluk The Doctor tersebut berusaha menghargai apa yang sudah diraihnya selama musim lalu.

Ia bertekad menjadi musim lalu sebagai pembelajaran untuk tampil lebih baik musim depan.

Exit mobile version