Site icon nuga.co

Usai di Ducati Lorenzo Bakal Susah Cari Tim

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat yakin Jorge Lorenzo bakal susah mencari tim bila ia memutuskan menyudahi kerja sama dengan Ducati.

Lorenzo yang menjalani musim keduanya bersama Ducati belum berhasil menarik keluar semua kemampuan motor tersebut. Hal itu membuat masa depan Lorenzo di Ducati menjadi tidak jelas.

Situasi makin pelik karena Andrea Dovizioso yang kini jadi pebalap terbaik Ducati bakal berusaha meminta kenaikan kontrak yang signifikan seiring catatan prestasi yang dibukukannya.

“Situasi saat ini tak ubahnya seperti sebuah permainan. Bila mengetahui besarnya kontrak Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso juga tentunya ingin mendapatkan keuntungan dari kontrak.”

“Selain itu bisa jadi kontrak ini adalah kontrak besar terakhir yang bisa didapat Dovizioso sebagai pebalap,” kata Pernat seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Namun Pernat menilai Lorenzo bakal susah mencari tim bila ia memutuskan hijrah dari Ducati. Saat ini Lorenzo dirumorkan dekat dengan Suzuki namun hal itu sulit terealisasi.

“Lorenzo yang sudah menawarkan dirinya beberapa kali ke Suzuki. Suzuki tidak tertarik dengan sosok Lorenzo.”

“Jorge Lorenzo harus hati-hati [mengambil langkah]. Dengan figur yang dia miliki dan kondisi tim, sulit baginya untuk menemukan tempat.

Dengan menaikkan kontrak Dovizioso, maka peluang Ducati untuk menyingkirkan Lorenzo makin besar. Pernat yakin Ducati tengah membidik pebalap muda potensial untuk mengisi posisi Lorenzo.

“Rumor yang beredar, mereka tengah membidik Miller. Miller sudah dalam bidikan Ducati. Miller dari Australia seperti halnya Stoner [mantan pebalap Ducati yang sukses jadi juara dunia],” tutur Pernat.

Sementara itu dalam buku riwayat hidupnya, Jorge Lorenzo dikatakan meniru Rossi cara latihan dirinya setelah kembali ke Yamaha .

Rossi memutuskan hijrah dari Yamaha di akhir musim MotoGP 2010 untuk bergabung dengan Ducati.

Setelah dua musim yang tak sukses di Ducati, The Doctor memilih untuk kembali ke Yamaha.

Kembalinya Rossi membuat rivalitas dengan Lorenzo menjadi panas. Lorenzo bahkan mengklaim Rossi meniru sejumlah langkah yang dilakukan olehnya agar tampil lebih kompetitif.

“Vale baru saja kembali ke Yamaha dan ia antusias untuk kembali meningkatkan hasil. Saya tahu bahwa pelatih saya, Antonio Casciani bertemu Rossi dan pelatihnya di Tavullia dan menjelaskan pada mereka cara saya berlatih.”

“Valentino mulai berlatih motor dengan metode yang mirip dengan latihan saya, begitu juga dengan pola-pola pelatihannya. Kebetulan atau tidak, dia menjadi lebih kompetitif,” tutur Lorenzo seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Lorenzo lalu melancarkan protes kepada Massimo Meregalli terkait tingkah laku Rossi.

“Saya memutuskan untuk berbicara dengan Meregalli. Saya bisa menerima ditiru dalam pengaturan motor jelang tiap seri, namun apa yang terjadi saat itu terlalu berlebihan.”

“Saya ingin Rossi berhenti menghadiri technical meeting di tiap sesi latihan. Saya menduga Meregalli ingin memindahkan segala pengetahuan] yang ada ke tim Rossi,” ucap Lorenzo.

Rivalitas Rossi dan Lorenzo mencapai puncaknya saat keduanya bersaing dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP

Rossi kalah setelah Lorenzo mampu jadi juara di seri terakhir pada MotoGP Valencia.

Rossi saat itu menuding Marc Marquez membantu Lorenzo jadi juara dunia sehingga hubungan Rossi kepada dua pebalap tersebut menjadi memanas.

Lorenzo akhirnya memutuskan hijrah ke Ducati di akhir musim sebelumnya  namun kemudian performanya menurun di tim tersebut.

Exit mobile version