Site icon nuga.co

Trauma Simoncelli Masih Terasa Di Sepang

Sepang masih menyisakan trauma Marco Simoncelli, tulis kontributor “nuga.co,” Salahuddin Gamal, dari Kuala Lumpur, Kamis, 10 Oktober 2013, pagi WIB. Salahuddin, mengingatkan, balapan MotoGP di Asia Selatan itu pernah kehilangan salah satu pebalap terbaiknya menyusul tewasnya Simoncelli di Sepang, tahun 2011.

Dua musim telah berlalu, tulis Salahuddin dalam surat elektroniknya kepada “nuga.co.” Sirkuit Sepang, Selangor, Malaysia, masih menyisakan emosional bagi publik dan Tim Gresini, tempat Simoncelli bergabung.

Simoncelli, pebalap agresif yang sedang menanjak karirnya, tewas pada 23 Oktober 2011 dalam balapan MotoGP Malaysia di Sepang. Ia mengalami kecelakaan di lap kedua, pada saat motornya kehilangan traksi di tikungan sebelas dan kemudian tergilas di jalur balap Colin Edwards dan Valentino Rossi.

Simoncelli sempat dilarikan ke pusat medis sirkuit. Namun nyawanya tak tertolong dan dia meninggal dunia di usia 24 tahun.

Setelah dua musim berlalu, kejadian tersebut masih membekas di benak para pebalap MotoGP. Terlebih buat tim Gresini, yang ketika itu dibela Simoncelli. “Kembali ke Sepang menghancurkan hati saya dan semua anggota tim yang sudah tertular dengan humor-humor Marco Simoncelli,” ungkap tim principal Fausto Gresini seperti dikutip surat kabar “Utusan” dan dikabarkan Salahuddin.

“Itu akan emosional, tapi itu adalah alasan lain buat kami untuk terus fokus dan berkonsentrasi untuk meraih hasil terbaik,” tulis laman web Crash. Bertekat memberikan tribut untuk Simoncelli, Alvaro Bautista yang menjadi pebalap tunggal Gresini, menargetkan memberi hasil terbaik.

“Kami berangkat ke Sepang dengan keyakinan kami bisa melanjutkan kemajuan yang sudah kami dapat dan terus berkembang, yang itu berarti kami bertarung untuk naik podium dan memangkas jarak dengan pebalap di depan. Sepang jadi lintasan yang bagus untuk Alvaro dan dia mampu meraih hasil terbaik di sini,” yakin Gresini.

Walau pun dipenuhi oleh suasana trauma dan emosional Sepang, hari-hari ini, kembali melanjutkan tradisi, yang sudah berlangsung sejak 1999, sebagai tuan rumah MotoGP.

Sebagai sirkuit balap untuk Formula One dan MotoGP, yang prestiseus, Sepang yang panjang lintasannya mencapai 5,543 km itu, adalah lambang dari lompatan pembangunan dan ambisi Malaysia untuk menjadi negeri modern di masa kekuasaan Perdana Menteri Mahatir Mohamad.

Sirkuit Sepang dibangun tahun 1998 dan langsung dipakai untuk menggelar MotoGP serta F1 setahun setelahnya. Memiliki panjang 5,543 km, sirkuit kebangaan publik Malaysia itu punya bagian lintasan terlebar seluas 25 meter.

Memiliki lintasan yang berputar searah jarum jam, Sepang terdiri dari lima tikungan ke kiri dan 10 tikungan ke kanan. Lintasan lurus terpanjang di Sepang adalah sejauh 920 meter. Untuk ajang MotoGP, total jarak tempuh yang harus dilalui masing-masing rider adalah 111 km atau total 20 lap.

Rekor lap tercepat (latihan, kualifikasi, balapan) masih dipegang oleh Jorge Lorenzo, yang pada tahun 2012 mencatatkan waktu dua menit 00,334 detik untuk satu putaran di sesi kualifikasi. Rata-rata kecepatan Lorenzo saat itu adalah 166 km/jam.

Namun untuk rekor sirkuit, hingga kini dipegang oleh Dani Pedrosa. Saat melakukan latihan pramusim di awal 2013 lalu, Pedrosa berhasil membukukan waktu dua menit 00,100 detik.

Meski rekor lap dipegang Lorenzo dan rekor sirkuit menjadi milik Pedrosa, catatan top speed di Sepang ternyata sudah bertahan sangat lama dan tak kunjung bisa dipatahkan. Rekor tersebut menjadi milik Max Biaggi, yang pada tahun 2004 menggeber motornya hingga menembus kecepatan 317,7 km/jam.

Musim 2011 MotoGP Malaysia tidak menghasilkan pemenang di kelas MotoGP. Ketika itu balapan dibatalkan menyusul tewasnya Marco Simoncelli.

MotoGP Malaysia akan menjadi seri ke-15 dari total 18 balapan yang digelar musim ini. Untuk sementara Marc Marquez masih memuncaki klasemen sementara dengan poin 278, mengungguli Lorenzo yang ada di bawahnya dengan 239 poin dan Pedrosa di posisi tiga (219).

Exit mobile version