Site icon nuga.co

Tanpa Marquez, Lorenzo Tercepat di Phillip Island

Tanpa kehadiran Marc Marquez, pebalap Yamaha Racing asala Spanyol, Jorge Lorenzo, selama dua hari uji coba di Sirkuit Philip Islan, Australia, tampil sebagai yang tercepat mengalahkan rekan sati timnya, Valentino Rossi dan pebalap Repsol Honda Dani Pedrosa.

Selasa, 04 Maret 2014, meski tidak dalam kondisi terbaik, Jorge Lorenzo kembali memperlihatkan performa gemilang. Pembalap Yamaha untuk dua hari beruntun kembali menjadi pembalap yang tercepat dalam tes yang berlangsung di Sirkuit Phillip Island.

Tes ini spesial diadakan untuk memecahkan masalah pada ban. Lorenzo kembali memperlihatkan keperkasaannya dengan mencatatkan waktu tercepat. Pembalap Yamaha itu unggul dari rivalnya, Dani Pedrosa yang berada di urutan kedua.

Penampilan cemerlang juga diperlihatkan Ducati yang terus menjajal mesin spesifikasi dari kelas terbuka. Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso berhasil menempati urutan ketiga dari Lorenzo, disusul rekan setimnya Cal Crutchlow yang berada di peringkat keempat.

Penampilan yang merosot diperlihatkan oleh Valentino Rossi. Setelah sempat berada di posisi ketiga pada tes hari pertama, kali ini pembalap Yamaha itu harus puas menempati urutan kelima.

Diberitakan Crash, Bridgestone memang membawa enam ban spesikifikasi terbaru dan enam ban eksperimen yang baru. Ironisnya, tidak semua pembalap yang dapat menjajal ban tersebut pada tes kali ini.

Tim MotoGP yang tidak melakukan tes di Australia, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pramusim di Sirkuit Losail, Qatar, pada 7-9 Maret 2014.

Musim dingin kemarin, Jorge Lorenzo menjalani operasi untuk menyembuhkan cederanya. Namun, kondisi fisik Lorenzo masih belum benar-benar bugar setelah operasi itu.

Selama balapan tidak berlangsung, juara dua kali MotoGP itu melakukan operasi berkaitan dengan cedera tulang selangka yang dialaminya saat terjatuh pada balapan di Assen dan Sachsenring musim 2013..

Oleh karena itu, masalah kebugaran sangat mengganggu performanya selama mengikuti pramusim 2014. Bukan hanya itu, Lorenzo juga tidak suka dengan performa ban Bridgestone keluaran teranyar.

“Saya melakukan tiga kali operasi. Saya tidak dalam kondisi terbaik. Saya tidak memiliki waktu yang banyak untuk sembuh dari tiga kali pembiusan umum,” kata pembalap asal Spanyol, kepada Gazzetta dello Sport.

“Saya sedikit terlambat dalam latihan nge-gym dan saya jauh dari kondisi tahun lalu. Saya mengalami kesulitan untuk mengendarai motor dan simulasi menghancurkan saya,” lanjut runner up musim lalu itu.

Lorenzo juga membantah spekulasi yang beredar dia memikirkan masa depannya untuk berhenti dari MotoGP. “Ketika Anda mengalami stress, Anda akan berpikir untuk pensiun. Sebaliknya jika Anda menikmati balapan, Anda ingin terus melakukannya. Itu tergantung akan banyak hal, tapi saya ingin terus membalap hingga empat atau lima tahun terdepan,” sambungnya.

Jorge Lorenzo mampu bangkit di hari pertama tes pramusim MotoGP. Setelah mengalami hasil kurang memuaskan ketika di Sepang, Lorenzo membuktikan kepada khalayak bahwa dirinya masih memiliki kemampuan yang mumpuni di lintasan balap.

Lorenzo mencatatkan waktu tercepat dan mengungguli rival-rivalnya. Kendati pada tes tersebut juara bertahan Marc Marquez belum tampil, tapi usaha Lorenzo patut diapresiasi.

“Setelah tes di Sepang saya katakan kepada para awak media bahwa ban Bridgestone memberikan kami kesulitan, terutama pada Yamaha. Dan dengan kondisi normal, kami bisa melihat tidak ada masalah yang berarti,” ungkap Lorenzo seperti dilansir Crash, Selasa 04 Maret 2014.

“Kami memulai tes dengan menggunakan ban standar yang kami gunakan tahun lalu, Bridgestone juga memberikan kami tiga ban baru. Kami melakukan percobaan ban baru dengan melakukan dua perjalanan dan akhirnya ban yang terakhir menjadi yang terbaik. bahkan, lebih daripada yang standar,” imbuh Lorenzo.

Exit mobile version